keyword :
pokok bahasan 1 pendahuluan 2 distribusi frekuensi 3 penyajian grafik 4
pengukuran nilai sentral dan variasi 5 teori probabilitas 6 distribusi
binomial dan distribusi normal 7 distribusi sampling 8 teori estimasi 9
pengujian hipotesis 10 teori sampel kecil 11 chi kuadrat 12 regresi
linear dan korelasi sumber bacaan budiyati e s wahyuningsih dan a andrin
2007 aplikasi larutan aloe vera l pada penyimpanan tiga varietas buah
anggur badan penelitian tanaman jeruk dan buah subtropika tlekung dayan a
1974 pengantar metode statistika jilid i lpes jakarta nasution a.h dan
barizi 1980 metode statistika untuk penarikan kesimpulan gramedia
jakarta suntoyo yitno sumarto 1990 dasar-dasar statistika dengan
penekanan terapan dalam bidang agrokompleks teknologi dan sosial
rajawali jakarta supranto j 2000 statistik teori dan aplikasi jilid 1
erlangga jakarta sutrisno hadi 1981 statistika jilid ii fakultas
psikologi universitas gadjah mada yogyakarta sutrisno hadi 1989
metodologi research jilid iii andi offset yogyakarta page 2 of 63 bahan
kuliah statistika fp umk 2disusun oleh endang dewi murrinie i
pendahuluan a pengertian statistika istilah statistika mempunyai dua
macam pengertian yaitu pengertian dalam arti sempit dan dalam arti luas
statistika dalam arti sempit berarti data ringkasan berbentuk angka
kuantitatif misal statistika penduduk misalnya adalah data atau
keterangan berbentuk angka ringkasan mengenai penduduk jumlah rata-rata
umur persentase yang buta huruf statistika kepegawaian jumlahnya umur
rata-rata masa kerja tingkat pendidikan dan sebagainya statistika dalam
arti luas berarti ilmu yang mempelajari cara pengumpulan pengolahan
pengelompokkan penyajian dan analisis data serta cara pengambilan
kesimpulan secara umum berdasarkan hasil penelitian yang tidak
menyeluruh definisi ini lebih ditekankan kepada urutan kegiatan dalam
memperoleh data sampai data tersebut berguna untuk dasar pembuatan
keputusan jadi bila seseorang memerlukan data untuk pengambilan
keputusan maka data tersebut harus dikumpulkan diolah disajikan dan
dianalisis kemudian diambil kesimpulannya yang perlu ditekankan adalah
bahwa metode pengumpulan data secara statistika sangat efisien karena
menghemat tenaga biaya serta waktu dan yang penting bisa diperoleh
dengan tingkat ketelitian yang tinggi statistika tidak hanya berguna
untuk keperluan rutin dan dasar pengambilan keputusan saja tetapi juga
memberikan teori atau metode yang sangat berguna untuk perkembangan ilmu
lainnya melalui penelitian statistika juga memberikan metode untuk
melakukan peramalan yang digunakan sebagai dasar perencanaan dan metode
pengujian hipotesis yang sangat berguna untuk penelitian dan pengambilan
keputusan dalam rangka memecahkan masalah atau secara teknik metodologi
berarti cara-cara ilmiah yang dipersiapkan untuk mengumpulkan menyusun
menyajikan dan menganalisis data penelitian yang berwujud angka-angka
lebih jauh lagi statistika diharapkan dapat menyediakan dasar-dasar yang
dapat dipertanggungjawabkan untuk menarik kesimpulan yang benar dan
untuk pengambilan kesimpulan yang baik b landasan kerja statistika
statistika menggunakan tiga jenis landasan kerja yang pokok yaitu 1
variasi 2 reduksi dan 3 generalisasi landasan kerja variasi didasarkan
atas kenyataan bahwa seorang peneliti selalu menghadapi gejala yang
bermacam-macam gejala-gejala yang bervariasi baik dalam jenisnya maupun
dalam tingkatan besar kecilnya landasan kerja yang kedua memberi
kesempatan kepada peneliti untuk meneliti hanya sebagian dari seluruh
gejala atau kejadian yang akan diteliti penelitian semacam ini dikenal
dengan sebutan penelitian sampling sampling study meskipun penelitian
dilakukan hanya terhadap sebagian dari keseluruhan gejala atau kejadian
namun kesimpulan hasil penelitian akan diperuntukkan bagi keseluruhan
dari mana sebagian gejala atau kejadian itu diambil proses atau tata
kerja semacam ini disebut generalisasi c ciri-ciri pokok statistika
statistika mempunyai tiga macam ciri pokok yaitu 1 statistika bekerja
dengan angka-angka angka dalam statistika mempunyai dua arti yaitu a
angka sebagai jumlah yang menunjukkan jumlah atau frekuensi dan b angka
yang menunjukkan nilai atau harga dalam arti yang terakhir ini angka
mewakili atau mensimbulkan sesuatu kualitas misalnya angka kecerdasan
tingkat serangan hama nilai sekolah 2 bersifat objektif page 3 of 63
bahan kuliah statistika fp umk 3disusun oleh endang dewi murrinie
statistika menutup pintu bagi masuknya unsur-unsur subyektif yang dapat
menyulap keinginan menjadi kenyataan atau kebenaran statistika sebagai
alat penilai kenyataan tidak dapat berbicara lain kecuali fakta yang ada
3 bersifat universal statistika dapat digunakan untuk membantu
penelitian hampir semua bidang ilmu baik eksakta maupun sosial aplikasi
statistika dalam ilmu tertentu sudah begitu maju sehingga kadang-kadang
memerlukan teknik-teknik yang berlainan untuk pemecahan persoalan yang
berbeda misal statistika yang diterapkan dalam ilmu ekonomi disebut
ekonometrik dalam biologi disebut biometrik dalam sosiologi disebut
sosiometrik d data statistika 1 syarat data yang baik data yang salah
apabila digunakan sebagai dasar pengambilan keputusan akan menghasilkan
keputusan yang salah persyaratan data yang baik antara lain obyektif
representatif mewakili memiliki kesalahan baku yang kecil tepat waktu
dan relevan obyektif berarti bahwa data harus sesuai dengan keadaan yang
sebenarnya representatif berarti mewakili seluruh gejala atau kejadian
yang akan diteliti atau mewakili obyek yang diteliti suatu perkiraan
estimasi dikatakan baik mempunyai tingkat ketelitian yang tinggi apabila
kesalahan bakunya kecil ketiga syarat diatas sering disebut syarat data
yang dapat diandalkan reliable sedangkan syarat tepat waktu dan relevan
lebih menunjukkan manfaat atau kegunaannya syarat tepat waktu penting
agar dapat dilakukan penyesuaian atau koreksi seperlunya bila ada
kesalahan atau penyimpangan yang terjadi di dalam implementasi suatu
perencanaan relevan berarti data yang dikumpulkan harus ada hubungannya
dengan masalah yang akan diteliti 2 pembagian data data dapat
dikelompokkan antara lain menurut sifat sumber cara memperoleh dan waktu
pengumpulan data menurut sifatnya dibedakan menjadi data kualitatif dan
data kuantitatif data kualitatif adalah data yang tidak berbentuk angka
nonnumeris misalnya tingkat serangan hama serangan berat sedang ringan
data kuantitatif adalah data yang dinyatakan dalam bentuk angka
misalnya jumlah tanaman terserang hama berat biji per tanaman data
menurut sumber perolehannya dibedakan menjadi data internal dan data
eksternal data internal adalah data yang bersumber dari keadaan atau
kegiatan sendiri misal tinggi tanaman dari penelitian produktivitas padi
pada sepetak lahan data eksternal adalah data yang bersumber dari luar
misal pada penelitian produktivitas padi tersebut dibutuhkan data curah
hujan selama penelitian yang didapatkan dari stasiun pengamat cuaca
setempat data menurut cara memperolehnya dibedakan menjadi data primer
dan data sekunder data primer adalah data yang dikumpulkan dan diolah
sendiri data sekunder adalah data yang diperoleh dan telah diolah oleh
pihak lain biasanya dalam bentuk publikasi data menurut waktu
pengumpulannya dibedakan menjadi data cross section dan data berkala
times series data cross section adalah data yang dikumpulkan dalam
suatu periode tertentu yang menggambarkan keadaan atau kegiatan pada
saat itu misal data rata-rata produksi padi pada tahun 1990 data tinggi
tanaman padi umur 4 mst minggu setelah tanam data times series atau
data berkala adalah data yang dikumpulkan dari waktu ke waktu untuk
menggambarkan perkembangan page 4 of 63 bahan kuliah statistika fp umk
4disusun oleh endang dewi murrinie suatu kegiatan dari waktu ke waktu
misalnya data rata-rata produksi padi tahun 1990 – 1995 data tinggi
tanaman padi mulai 2 mst – 8 mst 3 pengumpulan data statistika merupakan
pengetahuan yang berhubungan dengan pengumpulan pengolahan penyajian
dan analisis data serta pengambilan kesimpulan dari definisi tersebut
pengumpulan merupakan tahap awal dari kegiatan statistika agar
kesimpulannya benar maka data yang dikumpulkan harus benar ada dua cara
pengumpulan data yaitu sensus dan sampling sensus adalah tahapan
pengumpulan data dimana seluruh anggota populasi diselidiki satu persatu
populasi adalah kumpulan anggota sejenis tetapi dapat dibedakan satu
sama lain sampel atau contoh adalah sebagian dari populasi dimana
pengamatan atau pengukuran akan dilakukan sampel populasi sampling
adalah cara pengumpulan data dimana yang diselidiki adalah sebagian
anggota dari populasi data yang diperoleh dari sampel merupakan data
perkiraan estimate value jika nilai yang dihitung dari seluruh anggota
populasi disebut parameter maka nilai yang dihitung dari sampel disebut
statistik dibandingkan dengan sensus cara sampling membutuhkan biaya
lebih sedikit waktu lebih singkat tenaga tidak terlalu banyak dan dapat
menghasilkan cakupan data yang lebih luas pada dasarnya ada dua cara
pengambilan sampel yaitu cara acak random dan bukan acak non random
cara acak adalah suatu cara pemilihan sejumlah anggota populasi untuk
menjadi anggota sampel dimana pemilihannya sedemikian rupa sehingga
setiap anggota mendapat kesempatan yang sama untuk terambil sebagai
sampel caranya bisa menggunakan undian atau dapat juga dengan tabel
bilangan acak daftar angka yang sudah dibuat sedemikian rupa sehingga
kalau dipergunakan akan menjamin pemilihan secara acak cara ini
dianggap obyektif karena netral samplingnya disebut probability sampling
yaitu setiap anggota mempunyai probabilitas kemungkinan yang sama untuk
dipilih cara bukan acak adalah suatu pemilihan anggota-anggota dari
populasi untuk menjadi sampel dimana setiap anggota tidak mendapat
kesempatan yang sama untuk dipilih samplingnya disebut sebagai
nonprobability sampling artinya setiap anggota tidak mempunyai
probabilitas yang sama untuk dipilih hal yang perlu diketahui adalah
bahwa hanya dengan probability sampling yang sifatnya acak kita dapat
menggunakan metode analisis statistika menguji hipotesis membuat
perkiraan estimasi interval serta dapat memperkirakan besarnya kesalahan
perkiraan dengan demikian memungkinkan kita untuk memperkirakan
besarnya resiko ketidakpastian dalam proses pengambilan keputusan
setelah metode pengumpulan data ditentukan berikutnya adalah menentukan
alat untuk memperoleh data dari obyek yang akan diteliti ada beberapa
cara untuk mengumpulkan data yaitu melalui daftar pertanyaan kuisioner
wawancara dan observasi atau pengamatan langsung data yang dikumpulkan
untuk analisis tidak meliput pengamatan yang semuanya sama data yang
dihitung atau diukur untuk keperluan analisis akan memperlihatkan
variasi nilai suatu variabel – yaitu ciri karakteristik yang menunjukkan
variasi variabel atau peubah adalah sesuatu yang nilainya dapat berubah
atau berbeda misalnya tinggi tanaman kedelai karakteristik tinggi
tanaman kedelai akan berubah-ubah menurut waktu atau berbeda-beda
menurut tempat hasil tanaman harga pendapatan temperatur dan lain
sebagainya notasi untuk menunjukkan suatu variabel dipergunakan huruf
latin misal x y z suatu variabel dengan nilai yang dapat dihitung atau
terbatas disebut variabel diskrit misal jumlah daun per tanaman jumlah
tanaman terserang hama jumlah gulma per petak variabel dengan nilai
tidak terbatas yang dapat diukur dan dicatat sampai pada suatu tingkatan
ketepatan yang diperlukan disebut variabel kontinu tinggi tanaman bobot
biji per petak page 5 of 63 bahan kuliah statistika fp umk 5disusun
oleh endang dewi murrinie 4 pengorganisasian data setelah data terkumpul
kemudian dilakukan pengorganisasian data dengan skema sebagai berikut
tidak ya gambar 1 skema pengorganisasian data b metodologi pemecahan
masalah secara statistika langkah-langkah dasar dalam pemecahan masalah
secara statistika adalah 1 mengidentifikasi masalah 2 mengumpulkan fakta
atau data yang relevan terhadap permasalahan 3 mengklasifikasikan dan
mengikhtisarkan data setelah data terkumpul langkah selanjutnya adalah
mengorganisasikan atau mengelompokkan data untuk tujuan penelaahan mulai
kumpulkan data mentah organisasikan data mentah apakah data sebaiknya
disederhanakan siapkan distribusi frekuensi siapkan penyajian grafik
hitung ukuran untuk menggambarkan karakteristik kelompok data rata-rata
median modus varian simpangan baku analisis karakteristik yang sedang
ditelaah selesai page 6 of 63 bahan kuliah statistika fp umk 6disusun
oleh endang dewi murrinie 4 menyajikan data dalam bentuk tabel grafik
dan ukuran kuantitatif yang penting rata-rata median modus simpangan
standar standar deviasi yang bertujuan agar lebih informatif dan mudah
dipahami 5 menganalisis data menginterpretasikan hasil dari
langkah-langkah sebelumnya untuk menarik kesimpulan secara statistik
dengan menggunakan ukuran deskriptif yang telah dihitung page 7 of 63
bahan kuliah statistika fp umk 7disusun oleh endang dewi murrinie ii
distribusi frekuensi untuk dapat memahami data dengan mudah maka baik
data kualitatif maupun data kuantitatifharus disajikan dalam bentuk yang
ringkas dan jelas salah satu cara untuk meringkas data adalah dalam
bentuk distribusi frekuensi yaitu pengelompokan data ke dalam beberapa
kelompok kelas dan kemudian dihitung banyaknya data yang masuk ke dalam
tiap kelas a distribusi frekuensi data kualitatif berikut ini adalah
data kualitatif 60 orang petani penanam kedelai dari lima varietas
berbeda dari data tersebut kita kesulitan untuk mengetahui dengan cepat
varietas yang paling banyak ditanam petani untuk mejawab pertanyaan
tersebut maka datanya perlu disajikan dalam distribusi frekuensi tabel
2.1 data 60 orang petani penanam kedelai dari beberapa varietas tidar
kerinci tidar wilis kerinci tidar wilis tidar pangrango kerinci tidar
slamet kerinci slamet tidar wilis tidar pangrango slamet wilis kerinci
pangrango slamet tidar pangrango wilis wilis kerinci wilis tidar wilis
kerinci tidar wilis tidar kerinci wilis pangrango slamet tidar wilis
pangrango tidar pangrango wilis tidar pangrango wilis kerinci slamet
pangrango wilis kerinci tidar tidar kerinci tidar pangrango tidar
kerinci tabel 2.2 distribusi frekuensi petani penanaman varietas kedelai
no varietas frekuensi petani frekuensi relatif petani frekuensi
persentase petani 1 2 3 4 5 tidar wilis kerinci slamet pangrango 18 14
12 6 10 jumlah 60 1 00 100 distribusi frekuensi relatif dan persentase
data kualitatif distribusi frekuensi menunjukkan jumlah atau banyaknya
item dalam setiap kategori atau kelas meskipun demikian kita sering
tertarik untuk mengetahui proporsi atau persentase item dalam setiap
kelas frekuensi relatif dari suatu kelas adalah proporsi item dalam
setiap kelas terhadap jumlah keseluruhan item dalam data tersebut jika
sekelompok data memiliki n observasi maka frekuensi relatif dari setiap
kategori atau kelas adalah sebagai berikut frekuensi kelas frekuensi
relatif dari suatu kelas n page 8 of 63 bahan kuliah statistika fp umk
8disusun oleh endang dewi murrinie sedangkan frekuensi persentase dari
suatu kelas adalah frekuensi relatif kelas tersebut dikalikan dengan 100
distribusi frekuensi relatif adalah ringkasan dalam bentuk tabel dari
sekelompok data yang menunjukkan frekuensi relatif bagi setiap kelas
distribusi frekuensi persentase adalah ringkasan dalam bentuk tabel dari
sekelompok data yang menunjukkan frekuensi persentase bagi setiap kelas
hasil perhitungan frekuensi relatif dan frekuensi persentase tabel 2.2
dapat dilihat pada tabel 2.3 tabel 2.3 distribusi frekuensi relatif dan
persentase petani penanaman varietas kedelai no varietas frekuensi
relatif petani frekuensi persentase petani 1 2 3 4 5 tidar wilis kerinci
slamet pangrango 0 30 0 23 0 20 0 10 0 17 30 23 20 10 17 jumlah 1 00
100 b distribusi frekuensi data kuantitatif definisi distribusi
frekuensi untuk data kualitatif berlaku juga untuk data kuantitatif
tetapi pada distribusi frekuensi data kuantitatif ada tiga hal yang
perlu diperhatikan dalam menentukan kelas yaitu jumlah kelas lebar kelas
dan batas kelas serta titik tengah kelas tanda kelas 1 jumlah kelas
banyaknya kelas sebaiknya antara 7 dan 15 atau paling banyak 20 jumlah
kelas lebih dari 20 akan memberi gambaran yang sangat jelas tentang
ciri-ciri individu tetapi tidak menunjukkan dengan tajam karakteristik
grup sebaliknya jika jumlah kelas kurang dari 5 gambaran tentang
karakteristik grup akan sangat menonjol tetapi ciri-ciri individu
menjadi kabur sama sekali h.a sturges 1926 mengemukakan suatu rumus
untuk menentukan banyaknya kelas sebagai berikut k 1 3 322 log n dimana k
banyaknya kelas n banyaknya observasi misal data dengan n 100 maka
banyaknya kelas adalah sebagai berikut k 1 3 322 log 100 1 3 322 2 1 6
644 7 644 jadi banyaknya kelas sebaiknya 7 – 8 2 interval kelas lebar
kelas disarankan interval atau lebar kelas adalah sama untuk setiap
kelas pemilihan interval kelas dan jumlah kelas tidak independen semakin
banyak kelas berarti semakin kecil interval kelas dan sebaliknya untuk
menentukan interval atau lebar kelas digunakan rumus xn – x1 i dimana i
interval atau lebar kelas k k banyaknya kelas page 9 of 63 bahan kuliah
statistika fp umk 9disusun oleh endang dewi murrinie xn nilai observasi
terbesar x1 nilai observasi terkecil untuk memudahkan analisis pilih
lebar kelas yang merupakan bilangan ganjil gasal seperti 1 3 5 7 dst
atau jika mungkin ambil bilangan-bilangan kelipatan 5 seperti 5 10 15 20
dst.nya 3 batas kelas batas kelas adalah nilai batas dari tiap kelas
dalam sebuah distribusi dan dipergunakan sebagai pedoman guna memasukkan
angka-angka hasil observasi ke dalam kelas-kelas yang sesuai tiap kelas
mempunyai dua batas kelas yaitu batas bawah kelas dan batas atas kelas
untuk memudahkan pekerjaan dalam menentukan batas-batas kelas diambil
ketentuan batas bawah kelas adalah bilangan kelipatan interval lebar
kelas kelipatan i batas nyata adalah bilangan-bilangan yang membatasi
kelasnya dengan kelas- kelas lainnya batas nyata diperoleh dari
jumlah-jumlah bilangan batas yang berdekatan dibagi dua 4 titik tengah
kelas tanda kelas titik tengah kelas atau tanda kelas diperoleh dari
penjumlahan batas atas dan batas bawah suatu kelas dibagi dua untuk
keperluan perhitungan-perhitungan statistika semua observasi yang
termasuk dalam suatu kelas dipandang diwakili oleh titik tengah kelas
tata kerja membuat tabel distribusi frekuensi data kuantitatif 1
menyiapkan blanko tabulasi sebagai berikut x jari-jari f
............................. .............................
.............................
.............................................
.............................................
............................................. .................
................. ................. x interval kelas jari-jari untuk
menghitung frekuensi kelas f untuk menyalin frekuensi dalam bentuk
jari-jari ke dalam bentuk angka 2 mencari angka pengamatan tertinggi dan
terendah kemudian kurangkan beda antara angka tertinggi dan terendah
disebut range atau jarak nilai 3 bagi range menjadi sejumlah kelas yang
layak antara 5 dan 20 untuk memudahkan analisis pilih interval kelas
gasal ganjil atau jika mungkin ambil bilangan kelipatan 5 4 masukkan
angka-angka pengamatan dalam kolom jari-jari dengan turus jari-jari pada
kelas-kelas yang sesuai 5 hitung jari-jari dalam kolom kedua tersebut
dan salin dalam bentuk angka dalam kolom ketiga kolom f jumlah seluruh
angka dalam kolom f harus sesuai dengan jumlah seluruh individu yang
diamati 6 ganti blanko tabulasi dengan tabel distribusi frekuensi yang
sebenarnya dalam tabel distribusi frekuensi kolom jari-jari tidak
diperlukan page 10 of 63 bahan kuliah statistika fp umk 10disusun oleh
endang dewi murrinie contoh tabel 2.4 hasil padi kering per hektar dalam
kuintal dari 100 desa 71 29 64 118 74 86 53 38 70 64 48 39 78 72 33 64
41 36 78 58 60 42 96 48 43 39 63 71 43 69 39 72 120 102 26 86 39 28 64
61 78 82 78 96 38 63 71 43 53 86 56 83 103 64 64 78 96 54 48 50 112 136
48 73 63 63 123 62 36 58 108 27 73 42 71 54 28 96 81 63 67 48 100 62 48
62 71 72 63 71 83 28 28 43 39 38 36 83 62 60 distribusi frekuensi
relatif adalah ringkasan dalam bentuk tabel dari sekelompok data yang
menunjukkan frekuensi relatif bagi setiap kelas distribusi frekuensi
persentase adalah ringkasan dalam bentuk tabel dari sekelompok data yang
menunjukkan frekuensi persentase bagi setiap kelas distribusi frekuensi
kumulatif frekuensi kumulatif dari suatu kelas adalah frekuensi yang
dihitung secara meningkat ke atas dari frekuensi kelas yang terbawah
sampai kelas yang bersangkutan suatu tabel yang berisi frekuensi
kumulatif disebut tabel frekuensi kumulatif frekuensi kumulatif dari
kelas yang teratas harus sama dengan jumlah frekuensi dalam distribusi
latihan suatu penelitian dilakukan terhadap 100 usaha kecil dan menengah
salah satu karakteristik yang ditanyakan adalah besarnya modal yang
dimiliki perusahaan-perusahaan tersebut kalau x adalah modal dalam
jutaan rupiah maka nilai x adalah sebagai berikut 75 86 66 86 50 78 66
79 68 60 80 83 87 79 80 77 81 92 57 52 58 82 73 95 66 60 84 80 79 63 80
88 58 84 96 87 72 65 79 80 86 68 76 41 80 40 63 90 83 94 76 66 74 76 68
82 59 75 35 34 65 63 85 87 79 77 76 74 76 78 75 60 96 74 73 87 52 98 88
64 76 69 60 74 72 76 57 64 67 58 72 80 72 56 73 82 78 45 75 56 a berapa
perusahaan yang memiliki modal antara rp 30 – rp 39 juta dan berapa yang
memiliki modal antara rp 90 – rp 99 juta b berapa persen perusahaan
yang modalnya antara rp 90 – rp 99 juta c berapa perusahaan yang
modalnya kurang dari rp 79 juta page 11 of 63 bahan kuliah statistika fp
umk 11disusun oleh endang dewi murrinie iii penyajian grafik seringkali
untuk keperluan analisis selain dibuat tabel frekuensi juga dibuat
tabel frekuensi relatif dan kumulatif kemudian dibuat grafiknya grafik
merupakan gambar-gambar yang menunjukkan secara visual data berupa angka
mungkin juga dengan simbol-simbol yang biasanya juga berasal dari
tabel-tabel yang telah dibuat grafik berupa gambar pada umumnya lebih
mudah diambil kesimpulannya secara cepat daripada tabel itulah sebabnya
data seringkali disajikan dalam bentuk grafik bentuk grafik yang dapat
digunakan antara lain adalah grafik batang histogram poligon frekuensi
poligon a grafik batang histogram misal histogram grafik batang untuk
data berikut tabel 3.1 distribusi frekuensi modal dari 100 perusahaan
dalam jutaan rupiah kelas frekuensi f frekuensi relatif prosentase
frekuensi frekuensi kumulatif 30 – 39 2 40 – 49 3 50 – 59 11 60 – 69 20
70 – 79 32 80 – 89 25 90 – 99 7 jumlah 100 0 5 10 15 20 25 30 35
34.444.554.564.574.584.594.5 frekuensi gambar 3.1 histogram modal dari
100 perusahaan dalam jutaan rupiah contoh lain histogram grafik batang
tunggal adalah untuk data di bawah ini tabel 3.2 produksi kacang tanah
indonesia tahun 1993 – 1997 ribu ton no tahun produksi ribu ton 1 1993
638 7 2 1994 631 9 3 1995 760 1 4 1996 737 8 5 1997 688 3 page 12 of 63
bahan kuliah statistika fp umk 12disusun oleh endang dewi murrinie 0 100
200 300 400 500 600 700 800 19931994199519961997 produksi gambar 3.2
histogram produksi kacang tanah indonesia tahun 1993 – 1997 ribu ton
selain grafik batang tunggal seringkali diperlukan grafik batang ganda
untuk menunjukkan data berkala atau data dua arah sebagaimana contoh
pada tabel 3.3 berikut ini tabel 3.3 pengeluaran per kapita penduduk
indonesia menurut jenis pengeluaran 1990 – 1996 persen jenis pengeluaran
1990 1993 1996 makanan pokok makanan lainnya makanan jadi bukan makanan
16 63 35 33 7 09 40 92 14 67 34 51 7 68 43 14 13 45 33 34 8 48 44 73
total 100 00 100 00 100 00 0 5 10 15 20 25 30 35 40 45 199019931996
makanan pokok makanan lainnya makanan jadi bukan makanan gambar 3.3
histogram produksi kacang tanah indonesia tahun 1993 – 1997 ribu ton b
grafik poligon grafik poligon adalah grafik yang dibuat dengan
menghubungkan titik-titik pengamatan dengan menggunakan garis lurus
contoh adalah poligon untuk data pada tabel 3.1 diatas page 13 of 63
bahan kuliah statistika fp umk 13disusun oleh endang dewi murrinie 0 5
10 15 20 25 30 35 34.544.554.564.574.584.594.5 frekuensi gambar 3.4
poligon frekuensi modal dari 100 perusahaan dalam jutaan rupiah c ogive
ogive adalah grafik yang dibuat untuk distribusi frekuensi kumulatif
sebagai contoh adalah frekuensi kumulatif untuk data yang berasal dari
tabel 3.1 tabel 3.4 frekuensi kumulatif modal dari 100 perusahaan dalam
jutaan rupiah kelas frekuensi frekuensi kumulatif kurang dari 40 2 2
kurang dari 50 3 5 kurang dari 60 11 16 kurang dari 70 20 36 kurang dari
80 32 68 kurang dari 90 25 93 kurang dari 100 7 100 jumlah 100 gambar
3.5 poligon frekuensi ogive modal dari 100 perusahaan dalam jutaan
rupiah 0 20 40 60 80 100 120 405060708090100 frekuensi kumulatif page 14
of 63 bahan kuliah statistika fp umk 14disusun oleh endang dewi
murrinie iv pengukuran nilai sentral dan variasi a pengukuran nilai
sentral ukuran pemusatan untuk mengadakan deskripsi sesuatu grup
kelompok kita dapat mencari suatu bilangan yang dapat mewakili grup itu
misal bilangan rata-rata nilai sentral adalah suatu bilangan yang
menunjukkan tendensi menjadi pemusatan sentral dari bilangan- bilangan
lainnya dalam distribusi bilangan-bilangan sentral yang sering digunakan
adalah rata-rata hitung arithmetic mean atau sering disingkat mean saja
median dan modus 7 rata-rata hitung mean rata-rata hitung yang
selanjutnya disingkat sebagai rata-rata sering digunakan sebagai dasar
perbandingan antara dua kelompok nilai data atau lebih mean diperoleh
dari menjumlahkan seluruh nilai dan kemudian membaginya dengan jumlah
individu yang mendukung jumlah tersebut notasi untuk mean populasi μ
notasi untuk mean contoh x a mean data belum tersusun dalam tabel
distribusi frekuensi x1 x2 x3 .. xn 1 n x σ xi n n i 1 b mean data
tersusun dalam tabel distribusi frekuensi x1 f1 x2 f2 .. xk fk 1 n x σ
xi fi f1 f2 .. fk n i 1 8 median median adalah bilangan yang membatasi
separo frekuensi bagian bawah distribusi dengan separo bagian atasnya
untuk menetapkan bilangan median data harus disusun terlebih dahulu
menjadi array atau tabel distribusi frekuensi median untuk data tersusun
dalam tabel distribusi frekuensi 1 2 ft – fsm me bb i fm dimana me
median bb batas bawah kelas median kelas dimana frekuensi ke ½ n
terletak ft frekuensi total page 15 of 63 bahan kuliah statistika fp umk
15disusun oleh endang dewi murrinie fsm total frekuensi kelas-kelas
sebelum kelas median fm frekuensi kelas median i lebar interval selang
kelas 9 modus modus adalah suatu nilai atau suatu golongan gejala yang
paling banyak terjadi paling besar frekuensinya kadang-kadang juga
dikatakan bahwa modus adalah nilai atau kelas yang paling populer modus
untuk data tersusun dalam tabel distribusi frekuensi a mo bb i a b
dimana mo modus mode bb batas bawah kelas modus kelas dengan frekuensi
terbesar a fm – fbm selisih frekuensi kelas modus dengan kelas
sebelumnya b fm – fsm selisih frekuensi kelas modus dengan kelas
sesudahnya i lebar interval selang kelas 4 kedudukan mean median dan
modus kedudukan tiga tendensi sentral sangat tergantung pada bentuk
distribusi dalam praktek pada umumnya akan dijumpai tiga kemungkinan
bentuk distribusi yaitu a bentuk distribusi normal - kurvanya menyerupai
bentuk genta - kedudukan dari mean median dan modus bersekutu atau x me
mo b bentuk distribusi juling positif - kurva hampir menyerupai genta
dengan ekor di sebelah kanan - kedudukan mode di bawah puncak kurva
median terletak di sebelah kanannya dan mean terletak di sebelah
kanannya lagi atau mo me x c bentuk distribusi juling negatif - kurva
menyerupai genta dengan ekor di sebelah kiri - mode terletak di bawah
kiri dari puncak median di sebelah kirinya dan mean terletak paling kiri
atau mo me x page 16 of 63 bahan kuliah statistika fp umk 16disusun
oleh endang dewi murrinie 0 20 40 60 80 100 0246 east gambar 4.1 grafik
bentuk normal 0 20 40 60 80 100 0510 east gambar 4.2 grafik bentuk
juling positif 0 20 40 60 80 100 0246 east gambar 4.3 grafik bentuk
juling negatif 5 persentil desil dan kuartil dalam seluruh distribusi
akan ada 100 persentil dan diberi simbul p1 p2 p3 .. p100 persentil ini
sebagaimana juga tendensi sentral merupakan suatu bilangan atau nilai
persentil yang ke-n atau pn adalah suatu nilai bilangan yang membatasi n
frekuensi bagian bawah distribusi dari frekuensi sisanya jadi misalnya
p25 adalah suatu bilangan nilai yang membatasi 25 frekuensi bagian bawah
distribusi dari 75 frekuensi bagian atas distribusi misal akan dicari
p25 distribusi tabel 4.1 di bawah ini tabel 4.1 distribusi frekuensi
modal dari 100 perusahaan dalam jutaan rupiah kelas frekuensi 30 – 39 2
40 – 49 3 50 – 59 11 60 – 69 20 70 – 79 32 80 – 89 25 90 – 99 7 jumlah
100 page 17 of 63 bahan kuliah statistika fp umk 17disusun oleh endang
dewi murrinie 1 kita tetapkan berapa 25 n dalam hal ini 25 n 25 100 100
25 2 sampai modal 59 5 juta rupiah telah terisi 16 perusahaan diperlukan
tambahan 9 perusahaan yang harus diambil dari kelas 60 – 69 juta rupiah
yang beranggotakan 20 perusahaan 3 karena lebar kelas 60 – 69 sama
dengan 10 maka 9 perusahaan yang diperlukan itu akan menduduki modal 9
20 10 4 5 4 jadi p25 59 5 4 5 64 bilangan modal 63 5 ini membatasi 25
perusahaan yang mempunyai modal 29 5 juta rupiah sampai 63 5 juta rupiah
dengan 75 perusahaan yang mempunyai modal di atas 63 5 juta rupiah
desil adalah persentil yang ke-puluhan karena itu d1 p10 d4 p40 atau
secara umum dn p n 10 dengan dasar pengertian yang sama kita dapat
menangkap arti kuartil k1 p25 k2 p50 d5 me dan k3 p75 b pengukuran
variasi seperti diketahui bahwa salah satu landasan pokok dari
statistika adalah landasan variasi oleh karena itu karakteristik suatu
gejala tidaklah cukup bila hanya dilihat dari tendensi sentralnya saja
keadaan variasinya juga harus diteliti misalnya saja diketahui bahwa
rata-rata mean nilai ujian antara dua kelompok mahasiswa adalah sama
informasi ini sama sekali kurang mencukupi tanpa mengetahui bagaimana
variasi nilai ujian dua kelompok tersebut misal nilai ujian kelompok a
60 65 50 60 65 60 kelompok b 30 90 50 70 60 60 rata-rata nilai kelompok a
360 6 60 rata-rata nilai kelompok b 360 6 60 bila dilihat dari
rata-ratanya maka kedua kelompok tersebut mempunyai nilai yang sama
tetapi bila dilihat variasinya maka kelompok a lebih homogen
dibandingkan dengan kelompok b makin besar variasi sesuatu gejala makin
jauh gejala itu dari keadaan homogen sebab besar kecilnya variasi juga
mencerminkan besar kecilnya homogenitas istilah- istilah variasi
variabilita dan dispersi dalam statistika mempunyai arti yang sama yaitu
keadaan penyebaran nilai-nilai dari tendensi sentralnya beberapa
pengukuran variasi akan di bahas di bawah ini 1 range jarak antara nilai
tertinggi dengan nilai terendah disebut range misal kelompok a 60 65 50
60 65 60 kelompok b 30 90 50 70 60 60 rata-rata nilai kelompok a 360 6
60 rata-rata nilai kelompok b 360 6 60 page 18 of 63 bahan kuliah
statistika fp umk 18disusun oleh endang dewi murrinie range nilai
kelompok a 65 – 50 15 range nilai kelompok b 90 – 30 60 apabila ada dua
kelompok dengan nilai rata-rata sama dimana range kelompok i 15 dan
range kelompok ii 60 maka kita dapat mendiskripsi bahwa kelompok ii
variasinya lebih besar daripada kelompok i atau dikatakan bahwa kelompok
i lebih homogen dibandingkan kelompok ii 2 mean deviasi deviasi
simpangan adalah penyimpangan suatu nilai dari mean rata-rata
kelompoknya mean deviasi atau rata-rata deviasi atau rata-rata simpangan
adalah rata-rata mean dari harga mutlak semua deviasi simpangan
nilai-nilai individual untuk mencari mean deviasi harus dicari terlebih
dahulu mean rata-ratanya lebih dahulu kemudian ditentukan berapa besar
penyimpangan tiap-tiap nilai terhadap mean tersebut misal seorang siswa
mempunyai iq 110 sedangkan mean rata-rata iq 100 maka deviasi iq orang
tersebut adalah 110 – 100 10 sedangkan jika orang lain dalam kelompok
tersebut mempunyai iq 85 maka deviasi iq orang tersebut adalah 85 – 100 −
15 deviasi yang bertanda plus menunjukkan deviasi di atas mean sedang
yang bertanda minus menunjukkan deviasi di bawah mean tetapi dalam
perhitungan mean deviasi ini tanda plus dan minus ditiadakan sebab yang
dipakai hanya deviasi dalam harga mutlak misal data pengamatan x1 x2 x3
.. xn memiliki rata-rata x maka deviasi nilai-nilai pengamatan tersebut
dari rata-rata meannya adalah x1 – x x2 – x .. xn – x 1 n mean deviasi
dx σ xi – x n i 1 contoh kelompok a 60 65 50 60 65 60 mean 360 6 60 mean
deviasi dx 1 6 60-60 65-60 50-60 60-60 65-60 60-60 1 6 0 5 -10 0 5 0 1 6
20 3 33 sedangkan mean deviasi dari data yang telah tersusun dalam
tabel distribusi frekuensi adalah sebagai berikut _ k _ dx 1 σ fi xi – x
n i 1 dimana fi frekuensi dari kelas ke-i k jumlah kelas _ page 19 of
63 bahan kuliah statistika fp umk 19disusun oleh endang dewi murrinie xi
– x harga mutlak deviasi kelas ke-i contoh tabel 4.2 distribusi
frekuensi modal dari 100 perusahaan dalam jutaan rupiah kelas frekuensi
titik tengah kelas _ xi – x _ f xi – x 30 – 39 2 34 5 38 40 – 49 3 44 5
28 50 – 59 11 54 5 18 60 – 69 20 64 5 8 70 – 79 32 74 5 2 80 – 89 25 84 5
12 90 – 99 7 94 5 22 jumlah 100 x1 f1 x2 f2 .. xk fk 1 n x σ xi f1 f2
.. fk n i 1 3 standar deviasi simpangan baku standar deviasi hampir sama
dengan mean deviasi bila pada mean deviasi dipakai tanda mutlaknya maka
pada standar deviasi semua deviasinya dikuadratkan kemudian dijumlahkan
dan akhirnya ditarik akar pangkat duanya a standar deviasi untuk data
belum tersusun dalam tabel distribusi frekuensi 1 n s σ xi – x 2 n i 1
bila standar deviasi dikuadratkan akan didapatkan besaran yang disebut
varians s2 1 n s2 σ xi – x 2 n i 1 b standar deviasi untuk data yang
telah tersusun dalam tabel distribusi frekuensi k _ s 1 σ fi xi – x 2 n i
1 page 20 of 63 bahan kuliah statistika fp umk 20disusun oleh endang
dewi murrinie varians data yang telah tersusun dalam tabel distribusi
frekuensi k _ s2 1 σ fi xi – x 2 n i 1 rumus lain yang juga dapat
digunakan untuk mencari standar deviasi adalah a data belum tersusun
dalam distribusi frekuensi σ xi2 σxi s − 2 n n b data yang telah
tersusun dalam tabel distribusi frekuensi σ fxi2 σfxi s − 2 n n contoh 1
data belum tersusun dalam tabel distribusi frekuensi iq dari 10 siswa
sebuah smp berikut ini 113 102 95 103 113 97 102 110 101 109 2 data
tersusun dalam tabel distribusi frekuensi tabel 4.3 distribusi frekuensi
modal dari 100 perusahaan dalam jutaan rupiah kelas frekuensi titik
tengah kelas 30 – 39 2 34 5 40 – 49 3 44 5 50 – 59 11 54 5 60 – 69 20 64
5 70 – 79 32 74 5 80 – 89 25 84 5 90 – 99 7 94 5 jumlah 100 4 arti
standar deviasi dalam hampir semua analisis statistika terhadap
hasil-hasil penelitian standar deviasi merupakan salah satu pengukuran
variasi yang penting jika yang digunakan untuk mendiskripsikan tendensi
sentralnya adalah mean maka standar deviasi digunakan untuk
mendiskripsikan variasi standar deviasi membagi range menjadi beberapa
bagian yang sama lebarnya pembagian pertama dimulai dari mean distribusi
kemudian membentang ke atas dan ke bawah dengan tanda-tanda plus dan
minus page 21 of 63 bahan kuliah statistika fp umk 21disusun oleh endang
dewi murrinie 34 48 50 2 14 34 _ - 4s - 3s - 2s - 1s x 1s 2s 3s 4s
gambar 4.4 grafik distribusi normal dalam penelitian kemungkinan
dijumpai bentuk distribusi normal tersebut jika suatu distribusi
berbentuk normal maka banyaknya individu yang mendapatkan nilai - dari
mean sampai 1 s kira-kira ada 34 - dari mean sampai 2 s kira-kira ada 48
- dari mean sampai 3 s kira-kira ada 50 persentase adalah pembulatan
demikian juga - dari mean sampai -1 s kira-kira ada 34 - dari mean
sampai -2 s kira-kira ada 48 - dari mean sampai -3 s kira-kira ada 50
atau tepatnya - dari mean sampai -1 s 34 13 - dari mean sampai -2 s 47
72 - dari mean sampai -3 s 49 87 jika kita hitung sebelah menyebelah
dari mean hasilnya sebagai berikut - dari -1 s sampai 1 s 68 - dari -2 s
sampai 2 s 96 - dari -3 s sampai 3 s 100 page 22 of 63 bahan kuliah
statistika fp umk 22disusun oleh endang dewi murrinie v teori
probabilitas dalam kehidupan sehari-hari seringkali kita tidak
mengetahui dengan pasti tentang terjadinya suatu kejadian peristiwa
apalagi kalau kejadian tersebut berhubungan dengan sesuatu di masa yang
akan datang pertanyaan berikut ini adalah contoh mengenai kejadian-
kejadian yang tidak dapat dijawab dengan pasti - kalau kita melempar
sebuah mata uang logam ke atas gambar apakah yang akan keluar sisi muka
atau belakang - kalau kita mengambil satu kartu dari satu set kartu
bridge apakah kita akan memperoleh as - apakah di masa mendatang hasil
penjualan akan naik - apakah produksi padi akan naik tahun ini untuk
menjawab pertanyaan-pertanyaan di atas kita akan membahas apa yang
disebut probabilitas a pengertian probabilitas kata probabilitas sering
disebut juga dengan istilah lain seperti peluang dan kemungkinan secara
umum probabilitas merupakan peluang bahwa sesuatu akan terjadi secara
lengkap probablitas didefinisikan sebagai suatu nilai yang digunakan
untuk mengukur tingkat terjadinya suatu kejadian yang acak dalam
mempelajari probabilitas ada tiga kata kunci yang harus diketahui yaitu
eksperimen hasil outcome dan kejadian atau peristiwa event sebagai
contoh sebuah eksperimen dilakukan dengan menanyakan kepada 50 orang
petani apakah mereka menggunakan pupuk majemuk atau tidak dari
eksperimen ini akan terdapat beberapa kemungkinan hasil misalnya
kemungkinan hasil pertama adalah sebanyak 20 orang akan menggunakan dan
sisanya tidak menggunakan kemungkinan lain adalah bahwa 35 orang akan
menggunakan sedang sisanya tidak menggunakan contoh lain dari eksperimen
adalah pelemparan sebuah koin hasil outcome dari pelemparan sebuah koin
tersebut adalah muka atau belakang kumpulan dari beberapa hasil
tersebut dikenal sebagai kejadian event probabilitas biasanya
dinyatakan dengan bilangan desimal seperti 0 50 0 25 atau 0 70 atau
bilangan pecahan seperti 5 10 25 100 atau 70 100 nilai dari
probabilitas berkisar antara 0 dan 1 semakin dekat nilai probabilitas ke
nilai 0 semakin kecil kemungkinan suatu kejadian akan terjadi
sebaliknya semakin dekat nilai probabilitas ke nilai 1 semakin besar
peluang suatu kejadian akan terjadi pendekatan perhitungan probabilitas
ada dua pendekatan dalam menghitung probabilitas yaitu pendekatan yang
bersifat objektif dan subjektif probabilitas objektif dibagi menjadi dua
yaitu pendekatan klasik dan pendekatan frekuensi relatif 10 pendekatan
klasik perhitungan probabilitas secara klasik didasarkan pada asumsi
bahwa seluruh hasil dari suatu eksperimen mempunyai kemungkinan peluang
yang sama pada pendekatan ini harus diketahui terlebih dahulu seluruh
kejadian yang akan muncul yang dalam praktek sulit untuk dilaksanakan
berikut diberikan gambaran untuk memudahkan pemahaman suatu kejadian a
yang dapat terjadi sebanyak x cara dari seluruh n cara misalnya ada n
barang x rusak n – x tidak rusak kalau kita mengambil suatu barang
secara acak random page 26 of 63 bahan kuliah statistika fp umk
26disusun oleh endang dewi murrinie vi distribusi probabilitas binomium
pada pokok bahasan sebelumnya kita pelajari distribusi probabilitas yang
bersifat umum pada bab ini dan berikutnya akan dipelajari distribusi
probabilitas yang paling banyak dipakai dalam ilmu statistika yang
terdiri dari distribusi untuk data diskrit dan kontinyu sebaran ini
bukan berasal dari pengalaman empiris tetapi dari pertimbangan-
pertimbangan teoritis sehingga dipakai istilah distribusi teoritis tiga
buah distribusi teoritis yang akan dibahas adalah distribusi binomium
dan distribusi poisson untuk data diskrit dan distribusi normal untuk
data kontinyu a distribusi binomium dasar dari distribusi binomium
adalah bernoulli trials atau percobaan bernoulli yaitu - suatu
eksperimen atau observasi yang dilakukan berulang-ulang sebanyak n kali
dimana tiap pengulangan disebut trial - hanya ada dua hasil yang mungkin
dalam setiap trial yaitu peristiwa a dan bukan a ac atau secara umum
disebut peristiwa sukses dan bukan sukses gagal catatan pengertian
sukses dan gagal tidak sukses disini tidak harus selalu untuk eksperimen
yang menghasilkan dua kemungkinan saja tetapi hasilnya dikelompokkan
menjadi dua dan disebut sukses bila hasilnya sesuai dengan yang
dikehendaki oleh peneliti sedangkan tidak sukses untuk hasil-hasil yang
lain - contoh pada pelemparan sebuah dadu peneliti ingin mengamati
tertarik pada munculnya mata 1 dan 2 maka peristiwa sukses munculnya
mata 1 dan 2 peristiwa tidak sukses munculnya mata 3 4 5 dan 6 -
pengertian sukses dan tidak sukses ini juga tidak selalu sama dengan
pengertian dalam kehidupan sehari-hari hasil eksperimen observasi yang
menjadi perhatian pertama pembuat eksperimen disebut sebagai sukses
meskipun bisa berarti bencana sifat-sifat bernoulli trials a tiap trial
menghasilkan satu dari dua hasil yang mungkin yang disebut sebagai
peristiwa sukses s dan tidak sukses t b untuk setiap trial probabilitas
terjadinya sukses sama dan ditulis p s p sedangkan probabilitas tidak
sukses atau p t q 1 – p sehingga p q 1 c trial-trial tersebut
independent satu dengan yang lain berarti peluang akan sukses dan tidak
sukses dalam suatu trial tidak berubah meskipun diperoleh informasi
tentang hasil trial yang lain dalam distribusi binomium - kita lakukan
bernoulli trials berulang-ulang sebanyak n kali - probabilitas sukses
dalam tiap trial atau p s p dan probabilitas tidak sukses atau p t q 1 –
p - misal dalam n kali trial tersebut terjadi sukses sebanyak x kali
maka peristiwa tidak sukses terjadi sebanyak n – x kali - salah satu
probabilitas terjadinya cara tersebut ppp … p qqq … q px q n-x page 27
of 63 bahan kuliah statistika fp umk 27disusun oleh endang dewi murrinie
x kali n-x kali n kali - kalau hanya ingin memperhatikan terjadinya
sukses sebanyak x kali dan tidak sukses sebanyak n-x kali dari n trial
tanpa memperhatikan urutan terjadinya maka peristiwa x kali sukses dan
n-x kali tidak sukses dapat terjadi dalam n x cara yang masing-masing
mempunyai probabilitas px q n-x sehingga probabilitas terjadinya x kali
sukses dari n kali percobaan dapat ditulis sebagai n n n p x n px q n-x
dimana x x n – x x - rumus di atas disebut sebagai distribusi
probabilitas binomium yaitu probabilitas bahwa dari n trial terjadi x
kali sukses - istilah distribusi binomium diturunkan dari satu sifat
penting dalam matematika yaitu teorema ekspansi binomial yang
mempelajari rumus ekspansi untuk a b n sebagai berikut a b 1 a b a b 2
a2 2 ab b2 a b 3 a3 3 a2b 3 ab2 b3 n n n n a b n an 1 a1 bn-1 2 a2
bn-2 … x ax bn-x … n-1 an-1 b bn - x dapat menjalani harga-harga 0 1 2
.. n dan n n σ x px q n-x 1 x 0 - bukti untuk n 3 3 3 σ x px q n-x x 0 3
3 3 3 0 p0 q 3-0 1 p1 q 3-1 2 p2 q 3-2 3 p3 q 3-3 3 3 3 3 q3 p q2 p2 q
p3 3-0 0 3-1 1 3-2 2 3-3 3 3.2.1 3.2.1 3.2.1 3.2.1 q3 p q2 p2 q p3 3.2.1
2.1.1 1.2.1 3.2.1 page 28 of 63 bahan kuliah statistika fp umk
28disusun oleh endang dewi murrinie q3 3 p q2 3 p2 q p3 p q 3 13 1
rata-rata mean varians dan deviasi standar distribusi binomium -
rata-rata mean distribusi binomium μ μ n p - varians s2 distribusi
binomium s2 n p 1-p n p q - deviasi standar simpangan baku distribusi
binomium s √ n p q contoh setelah diadakan penyelidikan terhadap hasil
pengemasan sebuah mesin diketahui bahwa pada tiap pengemasan sebanyak
3600 produk akan terjadi kerusakan kemasan sebanyak 360 produk bila akan
dilakukan pengemasan 5 produk berapa probabilitasnya akan ditemukan 0 1
… 5 produk rusak jawab probabilitas kemasan produk rusak atau tidak
memenuhi standar kualitas adalah 360 3600 1 10 bila dianggap probablitas
tersebut konstan maka p 1 10 sesuai rumus distribusi binomium maka n 5 p
1 10 x 0 1 .. 5 sedangkan q 1 – p 9 10 untuk x 0 5 p 0 5 0 1 10 0 9 10 5
0 59049 untuk x 1 5 p 1 5 1 1 10 1 9 10 4 0 32805 untuk x 2 5 p 2 5 2 1
10 2 9 10 3 0 0729 untuk x 3 5 p 3 5 3 1 10 3 9 10 2 0 0081 untuk x 4 5
p 4 5 4 1 10 4 9 10 1 0 00045 untuk x 5 5 p 5 5 5 1 10 5 9 10 0 0 00001
bila digambarkan dalam bentuk grafik page 29 of 63 bahan kuliah
statistika fp umk 29disusun oleh endang dewi murrinie 0 0.1 0.2 0.3 0.4
0.5 0.6 012345 probabilitas gambar 6.1 probabilitas ditemukan 0 sampai 5
produk rusak - rata-rata mean dari distribusi binomium tersebut μ n p 5
1 10 0 5 - varians s2 n p q 5 1 10 9 10 0 45 - standar deviasi
simpangan baku s √ n p q √ 0 45 0 671 soal 1 bila kemungkinan melahirkan
anak laki-laki dan anak perempuan adalah sama berapakah probabilitasnya
suatu keluarga dengan 6 anak akan terdiri dari 0 1 … 6 anak laki-laki
gambarkan dalam bentuk grafik serta hitung rata-rata varians dan
simpangan bakunya 2 bila sekeping uang logam yang setimbang dilempar
sebanyak 6 kali a berapakah probabilitasnya memperoleh 5 sisi muka dan b
berapakah probabilitas memperoleh paling sedikit 5 sisi muka b
penyelarasan distribusi binomial pada distribusi frekuensi sampling
distribusi binomial yang telah dibahas merupakan distribusi binomial
teoritis pada perhitungan teoritis di atas nilai p selalu diketahui bila
p tidak diketahui maka nilai p harus ditaksir secara eksperimental
contoh angkatan udara mengadakan percobaan menembak suatu target sasaran
tertentu dengan 5 pucuk meriam penangkis pesawat udara tiap kali
penembakan selalu dilakukan oleh kelima pucuk meriam tersebut percobaan
tembak ini dilakukan secara berturut-turut sebanyak 100 kali hasil
percobaan sebagai berikut tabel 1 distribusi frekuensi dari nilai x
jumlah target yang tertembak sebagai hasil eksperimental sebanyak 100
kali dengan 5 pucuk meriam x fi xfi 0 1 2 3 4 3 10 25 40 15 0 10 50 120
60 page 40 of 63 bahan kuliah statistika fp umk 40disusun oleh endang
dewi murrinie z1 − 1 96 μ z2 1 96 x – 1 96 δ √n ≤ μ ≤ x 1 96 δ √n selang
tersebut disebut sebagai selang kepercayaan interval confidensi 95
untuk μ atau probabilitas peluangnya 95 bahwa selang tersebut akan
memuat μ populasi dan 5 lainnya tidak memuat μ angka 95 disebut sebagai
taraf kepercayaan coefficient confidence selang kepercayaan akan
berubah-ubah karena taraf kepercayaan juga berubah-ubah tergantung si
peneliti dari harga selang kepercayaan tersebut karena biasanya tidak
diketahui harga δ simpangan baku deviasi standar populasi maka dapat
digunakan penduga δ yaitu s sehingga rumus dapat ditulis p x – z α 2 s
√n ≤ μ ≤ x z α 2 δ √n 1 – α keterangan bila dipilih α 0 01 berarti 1 – α
0 99 99 0 5 0 5 z1 − 2 57 μ z2 2 57 z1 − 2 57 dan z2 2 57 maka kita
peroleh suatu selang yang memuat μ sebagai berikut x – 2 57 δ √n ≤ μ ≤ x
2 57 δ √n bila n 30 digunakan distribusi t sebagai berikut x – t α 2 n –
1 s √n ≤ μ ≤ x t α 2 n – 1 s √n nilai dari tabel t nilai dari tabel t
contoh 1 untuk n ≥ 30 untuk menentukan rata-rata pendapatan per kapita
dilakukan survei terhadap 100 keluarga secara random dari hasil survei
diketahui rata-rata pendapatan rp 250.000 - jika pendapatan rata-rata
tersebut tersebar secara normal dengan simpangan baku rp 20.000 -
buatlah penduga selang untuk pendapatan tersebut dengan taraf
kepercayaan 5 2 untuk n 30 untuk menentukan hasil padi per satuan luas
dilakukan pengukuran pada 20 daerah per tanaman padi yang ditentukan
secara acak hasil pengukuran adalah sebagai berikut t ha x1 5 2 x6 5 2
x11 3 4 x16 4 1 x2 5 5 x7 2 2 x12 3 2 x17 4 3 x3 2 8 x8 3 7 x13 3 9 x18 3
5 x4 4 6 x9 6 0 x14 5 4 x19 4 6 page 41 of 63 bahan kuliah statistika
fp umk 41disusun oleh endang dewi murrinie x5 3 0 x10 4 0 x15 2 8 x20 3 8
tentukan selang kepercayaan 90 95 dan 99 untuk μ 2 penduga selang
parameter proporsi pendugaan parameter proporsi p dapat dilakukan dengan
menggunakan proporsi sampel x n a untuk n ≥ 30 dengan interval
keyakinan 1 – α maka p x n – z α 2 √ x n 1 – x n ≤ p ≤ x n z α 2 √ x n 1
– x n 1 – α n n catatan x n adalah penduga p p contoh untuk n ≥ 30 dari
contoh acak yang diambil dalam pemilihan ketua suatu organisasi dari
250 pemilih ternyata 150 orang memilih a dari contoh tersebut tentukan
selang kepercayaan 0 90 dan 0 95 untuk proporsi pemilih a dalam populasi
b untuk n 30 p x n – t α 2 db √ x n 1 – x n ≤ p ≤ x n t α 2 db √ x n 1 –
x n 1 – α n n contoh dari suatu perusahaan akan diselidiki proporsi
perokok pegawai pria guna keperluan tersebut diambil 25 orang pegawai
pria dan ternyata 12 orang diantaranya adalah perokok dengan selang
kepercayaan 0 95 dan 0 99 buatlah penduga selang untuk proporsi perokok
pria pada perusahaan tersebut 3 penduga selang selisih perbedaan dua
rata-rata perbedaan dua mean a untuk n ≥ 30 a.1 jika δ12 ≠ δ22 p x1– x2 –
zα 2√ δ12 δ22 ≤ μ1 – μ2 ≤ x1– x2 z α 2 √ δ12 δ22 1 – α n1 n2 n1 n2 page
42 of 63 bahan kuliah statistika fp umk 42disusun oleh endang dewi
murrinie a.2 jika δ12 δ22 δ2 p x1– x2 – z α δ √ 1 1 ≤ μ1 – μ2 ≤ x1– x2 z
α δ √ 1 1 1 – α n1 n2 n1 n2 contoh 1 dua metode mengajar akan
dibandingkan efektivitasnya metode a diterapkan terhadap 40 murid
sedangkan metode b diterapkan untuk 35 murid hasil akhir memberikan
rata-rata evaluasi sebesar 7 0 dan 6 5 untuk metode a dan b
berturut-turut jika ragam varian populasi diketahui sebesar 0 9 dan 0 8
berturut-turut tentukan selang kepercayaan 0 95 untuk selisih hasil
rata-rata evaluasi metode a dan metode b 2 dua metode mengajar akan
dibandingkan efektivitasnya metode a diterapkan terhadap 40 murid
sedangkan metode b diterapkan untuk 35 murid hasil akhir memberikan
rata-rata evaluasi sebesar 7 0 dan 6 5 untuk metode a dan b
berturut-turut jika ragam varian kedua populasi diketahui sebesar 0 9
tentukan selang kepercayaan 0 95 untuk selisih hasil rata-rata evaluasi
metode a dan metode b b untuk n 30 b.1 jika δ12 ≠ δ22 p x1– x2 – t α 2
n1 n2–2 √ δ12 δ22 ≤ μ1 – μ2 ≤ x1– x2 t α 2 n1 n2–2 √ δ12 δ22 1 – α n1 n2
n1 n2 dari tabel t a.2 jika δ12 δ22 δ2 p x1– x2 – t α 2 n1 n2–2 δ √1 1 ≤
μ1 – μ2 ≤ x1– x2 t α 2 n1 n2–2 δ √1 1 1 – α n1 n2 n1 n2 contoh kasus
sama untuk n ≥ 30 dengan n1 15 dan n2 10 4 penduga selang selisih
perbedaan dua proporsi a n ≥ 30 p p1–p2 – z α 2 √p1 1-p1 p2 1-p2 ≤p1 –
p2≤ p1–p2 z α 2 √p1 1-p1 p2 1-p2 1 – α n1 n2 n1 n2 keterangan p1 penduga
p1 x1 n1 p2 penduga p2 x2 n2 contoh page 43 of 63 bahan kuliah
statistika fp umk 43disusun oleh endang dewi murrinie suatu penelitian
dilakukan untuk mengetahui perbedaan proporsi perokok pria dan wanita
dari contoh yang terdiri dari dua kelompok yaitu pria dan wanita
ternyata dari 500 pria 200 diantaranya adalah perokok dan dari 500
wanita ternyata 50 diantaranya adalah perokok tentukan selang
kepercayaan 95 untuk menduga selisih proporsi perokok pria dan wanita
pada populasi tersebut b n 30 p p1–p2 – t α 2 n1 n2 – 2 √p1 1-p1 p2 1-p2
≤ p1 – p2 ≤ n1 n2 p1–p2 t α 2 n1 n2 – 2 √p1 1-p1 p2 1-p2 1 – α n1 n2
contoh sama dengan kasus n ≥ 30 dengan n1 16 x1 4 dan n2 10 x2 2 page 44
of 63 bahan kuliah statistika fp umk 44disusun oleh endang dewi
murrinie ix pengujian hipotesis a pendahuluan dalam kehidupan
sehari-hari hampir setiap saat kita dihadapkan pada suatu keharusan
untuk menentukan sikap atau mengambil keputusan terhadap sesuatu
tindakan yang akan kita lakukan tergantung pada bobot masalah yang
hendak diputuskan sebelum sampai pada pengambilan keputusan suatu proses
telah terjadi pada kita dan proses tersebut akan melibatkan data atau
fakta-fakta yang berhubungan dengan masalah yang hendak diputuskan
hampir setiap tindakan kita memerlukan suatu keputusan yang didahului
suatu proses pengumpulan data meski dalam bentuk sederhana kemudian
dianalisis digunakan sebagai dasar pertimbangan dan akhirnya diputuskan
dalam setiap pengambilan keputusan apapun bentuknya tentu mengandung
resiko yaitu apa yang diputuskan tidak sebagaimana yang diharapkan
meskipun pengambilan keputusan tersebut didasarkan atas data fakta yang
dapat dipercaya kebenarannya tetapi resiko masih tetap ada baik karena
kondisinya yang berubah berbeda ataupun hal-hal lain yang tidak kita
pertimbangkan sebelumnya resiko pengambilan keputusan tersebut dalam
statistika selalu dipertimbangkan atau kita tetapkan terlebih dahulu
apabila keputusan tersebut merupakan keputusan yang bersifat ilmiah
tentunya harus diterapkan metode ilmiah mulai dari pengumpulan data
fakta sampai pengambilan keputusan metode ilmiah garis besarnya adalah
penerapan logika dan objektivitas dalam mempelajari atau memahami
fenomena-fenomena pengumpulan data tersebut dapat melalui percobaan
maupun pengamatan misal survei studi kasus selanjutnya data yang
terkumpul dianalisis diuji keserasiannya dengan hipotesis yang diajukan
dan kemudian ditarik kesimpulannya dengan resiko yang telah ditetapkan
sebelumnya b pengertian hipotesis istilah hipotesis berasal dari
kata-kata yunani hipo dan thesis hipo berarti di bawah kurang atau
lemah hupo thesis tesa berarti teori atau proposisi yang disajikan
sebagai bukti atau pernyataan hipotesis adalah pernyataan yang masih
lemah kebenarannya dan masih perlu dibuktikan kenyataannya jika suatu
hipotesis telah dibuktikan kebenarannya namanya menjadi thesis perumusan
hipotesis harus didasarkan pada pengetahuan-pengetahuan tertentu yang
dapat diperoleh dari - pustaka - berpikir rasional atau - dari hasil
penelitian serta problematik dalam penelitian sebelumnya kebenaran
hipotesis bersifat sementara artinya harus diadakan pengujian secara
empirik melalui kegiatan pengujian hipotesis bila kebenaran teoritik
kebenaran empirik maka hipotesis yang dirumuskan dalam penelitian dapat
diterima sebaliknya kalau tidak sama maka kebenaran teoritiknya gugur
atau ditolak dengan demikian akan muncul kebenaran baru berasal dari
kebenaran empirik sehingga dapat dikatakan bahwa hipotesis merupakan
alat untuk memperoleh pengetahuan yang perlu ditelaah kebenarannya c
hipotesis nol dan alternatif dalam perumusan hipotesis perlu
diperhatikan hal-hal sebagai berikut 12 hendaknya hipotesis bertautan
antara dua variabel atau lebih 13 dinyatakan dalam bentuk kalimat
deklaratif pernyataan 14 dirumuskan secara jelas 15 hipotesis dapat
diuji artinya data dapat dikumpulkan guna pengujian page 45 of 63 bahan
kuliah statistika fp umk 45disusun oleh endang dewi murrinie dalam
pengujian hipotesis selalu diperoleh dua kemungkinan jawaban yaitu
menolak atau menerima hipotesis hipotesis ditolak tidak berarti
penelitiannya gagal yang penting peneliti dapat memberi alasan yang kuat
mengenai kemungkinan- kemungkinan ditolaknya hipotesis atau dapat juga
keadaan tersebut justru membuka cakrawala baru ada dua macam hipotesis
yaitu 1 hipotesis nol ho 2 hipotesis alternatif ha ho merupakan
hipotesis pegangan sementara yang akan dilakukan pengujian ha merupakan
alternatif dari ho yaitu keputusan apa yang harus ditentukan bila ho
ditolak pemilihan ho dan ha tergantung pada arah yang diberikan oleh
landasan teoritik yang digunakan jika landasan teoritik mengarah pada
tidak ada hubungan antara variabel satu dengan yang lain atau tidak ada
perbedaan antara keadaan sampel satu dengan lainnya maka hipotesisnya
merupakan ho jika landasan teoritik mengarah pada keadaan yang terdapat
hubungan atau ada perbedaan maka hipotesis penelitiannya akan merupakan
hipotesis alternatif ha dalam praktek penelitian kebanyakan hipotesis
yang dirumuskan adalah dalam bentuk hipotesis alternatif beberapa contoh
berikut akan dijadikan dasar penentuan ho dan ha dalam pengujian
hipotesis 1 penelitian dilakukan untuk mengetahui apakah perubahan
sistem penyuluhan program kb memberikan keberhasilan yang lebih tinggi
dibandingkan dengan cara-cara terdahulu atau tidak 2 penelitian
dilakukan untuk mengetahui apakah hasil padi per satuan luas untuk tahun
ini lebih tinggi dari hasil padi per satuan luas tahun-tahun sebelumnya
3 ingin diteliti apakah dengan penambahan sesuatu alat pada unit
pemrosesan dapat mengurangi persentase produk cacat pada produk yang
dihasilkan dalam proses produksi tersebut pada contoh 1 kita mempunyai
keyakinan bahwa metode baru metode penyuluhan tersebut akan meningkatkan
program kb misal jika diketahui persentase keberhasilan kb sebelumnya
20 maka rumusan ho dan ha sebagai berikut ho p 0 2 ha p 0 2 pada contoh 2
kita tidak tahu pasti apakah hasil padi per satuan luas akan meningkat
atau tidak karena banyak hal yang berkaitan dengan lingkungan yang tidak
dapat kita kendalikan jadi hasil padi tahun ini mungkin lebih tinggi
atau mungkin lebih rendah misal diketahui hasil tahun sebelumnya 2 5 t
ha maka dapat dirumuskan ho dan ha sebagai berikut ho μ 2 5 ha μ ≠ 2 5
pada contoh 3 kita percaya bahwa dengan menambah sesuatu alat pada unit
pemrosesan akan dapat mengurangi persentase produk cacat misal produk
cacat sebelumnya 10 maka ho p 0 1 ha p 0 1 page 46 of 63 bahan kuliah
statistika fp umk 46disusun oleh endang dewi murrinie d pengujian
hipotesis 1 tipe kesalahan keputusan yang diambil dalam pengujian
hipotesis menerima menolak ho tidak didasarkan bahwa kita yakin 100 ho
benar atau salah melainkan ho diterima karena fakta yang diperoleh dalam
sampel menunjukkan kemungkinan besar ho benar dan menolak ho karena
fakta menunjukkan kemungkinan ho salah berarti dalam setiap pengambilan
keputusan menolak atau menerima ho kemungkinan terdapat kesalahan macam
kesalahan yang mungkin terjadi sebagai berikut 2 level of significance
agar dapat memperoleh kesimpulan ho diterima atau ditolak berdasar
penelitian sampel harus dipunyai pedoman peraturan pengujian kriteria
yaitu dengan membandingkan antara harga statistik nilai sampel dengan
harga parameter yang dihipotesiskan - untuk n ≥ 30 pedoman pengujian
dalam bentuk persentase kurve normal misal diambil luas kurve normal 90
95 atau 99 - untuk n 30 digunakan distribusi student tabel t misal
untuk n ≥ 30 dengan α 5 - daerah antara –z s d z disebut daerah terima -
daerah sebelah kiri –z atau sebelah kanan z disebut daerah tolak -
daerah tolak tersebut diberi simbul α alpha 2 5 95 2 5 α taraf
kepercayaan level of significance - z μo z perlu dicatat bahwa selang
kepercayaan 1 – α untuk sesuatu parameter berkaitan erat dengan
pengujian hipotesis jika ho ditolak dengan taraf nyata α maka selang
kepercayaan 1 – α tidak akan mengandung parameter sebagaimana
dispesifikasikan dalam ho 3 kriteria pengujian kapan menerima atau
menolak ho tergantung pada formulasi ho dan ha - bila ha ≠ digunakan uji
2 sisi two tailed test - bila ha digunakan uji 1 sisi kanan - bila ha
digunakan uji 1 sisi kiri hipotesis ho benar ho salah kesimpulan ho
ditolak kesalahan kesimpulan tipe i benar ho diterima kesimpulan
kesalahan benar tipe ii page 47 of 63 bahan kuliah statistika fp umk
47disusun oleh endang dewi murrinie uji 2 sisi daerah α 2 terima α 2 −
ho daerah daerah tolak tolak uji 1 sisi kanan uji 1 sisi kiri daerah
daerah terima α α terima ho − ho daerah daerah tolak tolak 4
langkah-langkah pengujian hipotesis a menentukan formulasi ho dan ha b
menentukan alternatif pengujian uji 2 sisi uji 1 sisi kanan atau uji 1
sisi kiri dengan menggunakan level of significance tertentu c menentukan
kriteria pengujian daerah terima dan daerah tolak dengan menggunakan
tabel d mengadakan perhitungan dari sampel contoh dengan rumus formulasi
yang digunakan e menarik kesimpulan pengujian menerima atau menolak ho
e macam-macam pengujian hipotesis 1 pengujian hipotesis rata-rata 2
pengujian hipotesis proporsi 3 pengujian hipotesis beda dua rata-rata 4
pengujian hipotesis beda dua proporsi 1 pengujian hipotesis rata-rata
mean langkah-langkah pengujiannya 1 menyusun formulasi ho dan ha a ho µ
µ0 ha µ ≠ µ0 b ho µ µ0 ha µ µ0 c ho µ µ0 ha µ µ0 2 menentukan alternatif
pengujian a bila formulasi ha µ ≠ µ maka digunakan uji 2 sisi b bila
formulasi ha µ µ maka digunakan uji 1 sisi kanan page 63 of 63 bahan
kuliah statistika fp umk 63disusun oleh endang dewi murrinie harga r
tabel tergantung pada n banyaknya sampel dan taraf kepercayaan pada
contoh di atas r hitung 0 941 r tabel dengan n 10 taraf kepercayaan 5 r
tabel 0 5760 berarti r hitung r tabel 5 sehingga kesimpulannya ada
korelasi positif antara variabel x dan variabel y ada korelasi positif
antara jauh loncatan dengan tinggi loncatan 63 of 63 displaying
statistika utk mhs.doc
No comments:
Post a Comment