Tuesday, 27 October 2015

PENGARUH KONSENTRASI KOLKISIN DAN LAMA PERENDAMAN TERHADAP PENGGANDAAN KROMOSOM TANAMAN KENCUR



Download File

 keyword :
laporan hasil praktikum pengaruh konsentrasi kolkisin dan lama perendaman terhadap penggandaan kromosom tanaman kencur disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah pemuliaan tanaman dosen pengampu ir shodiq eko ariyanto kelompok d 1 disma nurul h 2011-41-005 2 rian adri nugroho 2011-41-007 3 nafiatul khoyriyah 2011-41-017 4 muhammad sofian 2011-41-018 5 purwanto widodo 2011-41-000 6 okky dian saputra 2011-41-039 7 relung widiatmoko 2011-41-051 program studi agroteknologi fakultas pertanian universitas muria kudus 2013 page 2 of 10 kata pengantar puji syukur penyusun panjatkan kehadirat allah swt yang senantiasa melimpahkan karunia-nya sehingga penyusun dapat menyelesaikan penyusunan laporan praktikum dengan judul pengaruh konsentrasi kolkisin dan lama perendaman terhadap penggandaan kromosom tanaman kencur dengan lancar tanpa halangan apapun penyusun menyadari terselesaikannya laporan ini tidak terlepas dari bantuan dan bimbingan dari berbagai pihak oleh karena itu penyusun sampaikan terima kasih kepada 1 bapak ir hadi supriyo m.si selaku dekan fakultas pertanian umk 2 bapak ir shodiq eko ariyanto selaku dosen pengampu mata kuliah pemuliaan tanaman 3 orang tua yang telah membantu penyusun dalam hal moral maupun materiil 4 rekan-rekan seperjuangan di fakultas pertanian universitas muria kudus terkhusus angkatan tahun 2011 5 semua pihak yang tidak dapat penyusun sebutkan satu persatu yang telah membantu penyusunan laporan ini semoga laporan ini dapat bermanfaat bagi penyusun khususnya dan bagi pembaca pada umumnya penyusun menyadari dalam penyusunan laporan ini masih jauh dari kesempurnaan untuk itu penyusun mohon maaf atas kesalahan yang penyusun lakukan penyusun mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun dari pembaca demi kesempurnaan penyusunan laporan kami kudus 12 januari 2013 penyusun page 3 of 10 bab i pendahuluan 1 latar belakang kencur kaempferia galanga l adalah salah satu jenis empon-empon tanaman obat yang tergolong dalam suku temu-temuan zingiberaceae rimpang atau rizoma tanaman ini mengandung minyak atsiri dan alkaloid yang dimanfaatkan sebagai stimulan kolkisin merupakan alkaloid toksik dan karsinogenik yang diperoleh dari ekstrak tumbuhan colchicum autumnale dan beberapa anggota suku colchicaceae lainnya seperti gloriosa superba rumus kimianya c22h25no6 kolkisina merupakan inhibitor mitosis karena dapat mengikat tubulin suatu protein konstituen utama mikrotubula mikrotubula memainkan peran penting dalam pembentukan benang spindel pada mitosis selain itu kolkisina juga merupakan inhibitor motilitas dan aktivitas neutrofil salah satu partikel penyusun darah sehingga memiliki efek anti-radang anti inflamatori kolkisina dipakai luas di bidang biologi pertanian untuk menghasilkan sel-sel poliploid buatan karena pemisahan set kromosom terganggu dan sel-sel memiliki set kromosom yang berlipat aplikasi kolkisin biasanya dilakukan dengan mencelupkan bagian tanaman dalam larutan kolkisin selama satu hari tumbuhan poliploid seringkali memiliki ukuran yang lebih besar daripada tumbuhan normal sehingga disukai oleh petani maupun konsumen poliplodi memiliki peranan penting dalam mekanisme evolusi sekitar 70 tumbuhan angiosperma mengalami proses poliplodisasi dan lebih tinggi lagi sekitar 95 terjadi pada tumbuhan paku-pakuan soltis soltis 1999 menurut gupta 2007 poliplodi dikelompokkan menjadi autopoliploidi dan allopoliploidi namun kedua kelompok tersebut masih dapat dibagi lagi menjadi empat kelas yakni autopoliploidi alloploidi alloploidi segmental autoalloploidi amphiploidi senyawa antimitotik yang sering digunakan dalam proses poliploidisasi adalah kolkisin yang merupakan senyawa alkaloid yang berasal dari umbi tanaman berbunga famili liliaceae yang dikenal sebagai rumput-rumputan yang tumbuh pada musim gugur colchicum autumnale l kolkisin sering dipakai untuk pemuliaan tanaman untuk menghasilkan varietas baru kolkisin dapat menyebabkan beberapa tanaman menghasilkan bunga atau umbi yang lebih besar walaupun efeknya tidak dapat diperkirakan namun hasil poliploidisasi sering menunjukkan efek peningkatan terhadap sifat fenotip suatu tanaman gÅ‚owacka et al 2009 2 rumusan masalah page 4 of 10 dalam budidaya kencur 3 tujuan penelitian penelitian bertujuan untuk mengetahui a untuk mengetahui jumlah kromosom per akar tanaman kencur b untuk mengetahui pengaruh konsentrasi kokisin terhadap tanaman kencur c untuk mengetahui pengaruh lama perendaman tanaman kencur pada kolkisin b page 5 of 10 bab ii bahan dan metode  waktu dan tempat pelaksanaan praktikum dimulai tanggal 2012 sampai dengan tanggal 2012 di laboratorium fakultas pertanian universitas muria kudus  alat 1 pisau 2 gelas ukur 3 pipet 4 pinset 5 gunting 6 kulkas 7 pemanas oven 8 pot 9 piring plastik 10 preparat 11 mikroskop 12 cat kuku warna bening 13  bahan 1 pasir 2 rimpang kencur 3 kolkisin 4000 ppm 4 es batu 5 aquades 6 pewarna 7 hcl 8 asam cuka  metode 1 menyiapkan eksplan berupa rimpang kencur yang telah bertunas kira-kira 0 2 – 0 5 cm 2 merendam eksplan kedalam kolkisin dengan konsentrasi 4000 ppm dengan perendaman selama 20 jam page 6 of 10 bab iii hasil pembahasan 1 rerata pengamatan daun kencur panjang daun perlakuan rerata kontrol 3 876 2000 ppm 20 jam 3 2000 ppm 24 jam 3 95 4000 ppm 20 jam 2 32 4000 ppm 24 jam 3 5000 ppm 20 jam 2 9 5000 ppm 24 jam 2 3 lebar daun perlakuan rerata kontrol 2 778 2000 ppm 20 jam 2 24 2000 ppm 24 jam 3 78 4000 ppm 20 jam 1 4 4000 ppm 24 jam 2 5000 ppm 20 jam 1 79 5000 ppm 24 jam 1 8 jumlah daun perlakuan rerata kontrol 2 4 2000 ppm 20 jam 2 4 2000 ppm 24 jam 2 4 4000 ppm 20 jam 2 8 4000 ppm 24 jam 3 5000 ppm 20 jam 2 6 5000 ppm 24 jam 3 4 page 7 of 10 pembahasan dari pengamatan yang dilakukan panjang daun yang melebihi control hanya pada konsentrasi 2000 ppm dengan perendaman 24 jam dan lainnya memiliki panjang daun dibawah control hal ini menunjukkan bahwa pemberian kolkisin dengan konsentrasi 2000 ppm 24 jam adalah yang paling mendekati ploidi dari pengamatan lebar daun didapatkan konsentrasi 2000 ppm dengan perendaman 24 jam adalah yang paling efektif menghasilkan tanaman poliploidi dari pengamatan jumlah daun didapatkan konsentrasi 4000 ppm dengan perendaman 24 jam menunjukkan jumlah daun yang paling banyak page 8 of 10 kesimpulan 1 penggunaan colchicines mengakibatkan pembelahan sel yang bersifat poliploidi yaitu kromosom anakan yang mengganda 2 poliploidi belum dapat dioeroleh jika konsentrasi larutan colchicines lama waktu perendaman serta jaringan yang diperlukan kurang tepat 3 colchicine efektif untuk poliploidisasi jika diberikan pada sel yang sedang membelah page 10 of 10 daftar pustaka http id.wikipedia.org wiki kencur http id.wikipedia.org wiki kolkisina 10 of 10 displaying laporan hasil praktikum kencur.docx  

No comments:

Post a Comment