Tuesday, 27 October 2015

LAPORAN PRAKTIKUM BIOKIMIA2




 keyword :
laporan praktikum biokimia disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah biokima dosen pengampu ir.hj rukmi disusun oleh kelompok 6 ketua mohamad farid rifaldi 2012 41 039 sekretaris shoviatun nikmah 2012 41 013 anggota jamal harir 2012 41 031 akbar adi priyono 2012 41 006 sapta widya 2012 41 021 program studi agroteknologi fakultas pertanian universitas muria kudus 2013 page 2 of 22 2 bab 1 pendahuluan i latar belakang dulu biokomia dipandang sebagai cabang dari ilmu fisiologi kesehatan atau pengobatan dan ilmu kimia organic semenjak tahun 1940an biokomia berkembang dengan pesatnya berkat perkembangan ilmu lain yang mampu menciptakan alat-alat analitik atau penera yang sangat peka dan menghasilkan bahan-bahan pelacak isotopic sehingga memungkinkan para ahli untuk lebih mendalami dan dapat menerangkan fenomena-fenomena biologik tiga perkembangan yang menyebabkan biokimia diakui sebagai ilmu yang berdiri sendiri dan bukan lagi merupakan cabang ilmu lain pertama adalah pengakuan atas system multi enzim yang bertindak katalik pada jalur metabolism kedua ialah bahwa selama proses metabolisme terjadi pemindahan energy di dalam sel hidup ketiga ialah bahwa sifat turun temurun merupakan suatu proses biologic yang dapat diterangkan secara molekular karbohidrat merupakan senyawa karbon yang mengandung hidrogen dan oksigen yang secara empiris memiliki rumus cx h2o y karbohidrat adalah polihidroksi dari aldehida atau keton beran 2000 kelompok karbohidrat tersusun atas hidroksi aldehid alkohol asam berupa turun-turunannya dan beberapa komponen yang dapat dihidrolisis menjadi seperti gugusnya beberapa senyawa dibagi menjadi 3 gologan yaitu monosakarida oligosakarida dan polisakarida 1 monosakarida adalah bentuk paling sederhana dari karbohidrat senyawa ini tidak mengalami hidrolisa dikenal sebagai gula sederhana karena memiliki rasa manis contohnya gula dan glukosa 2 oligosakarida senyawa ini terdiri dari dua atau lebih monosakarida dan dapat mengalami hidrolisa menjadi bentuk monosakarida bila senyawa ini tersusun atas dua monosakarida disebut disakarida 3 polisakarida senyawa merupakan gabungan dari banyak molekul monosakarida page 3 of 22 3 dengan ikatan glukosakarida oligosakaraida merupakan bentuk sederhana dari polisakarida namun tidak ada batasan yang jelas antara keduanya senyawa yang termasuk dalam golongan ini antaralain pati dektrin dan selulosa gilvery 1996 reaksi monosakarida dapat dilihat dari reaksi kimianya radikal formil radikal karbonil radikal hidroksil yang terdapat di dalam struktur kimia monosakarida memegang pernana penting dalam menentukan sifat-sifat monosakarida dengan hidrogen pada penekanan dan memepergunakan katalisator atau dengan natrium amalgam baik aldosa atau ketosa dapat mengalami reduksi seperti halnya alkanal aldosa dapat mengalami oksidasi hasil oksidasi aldosa tergantung pada kuat atau lemahnya oksidator yang digunakan dengan oksidator lemah aldosa akan mengalami oksidasi menjadi asam berbasa satu atau yang disebut basa aldonat oksidasi oladosa dengan oksidator kuat akan menghasilkan asam berbasa dua yaitu asam aldarat atau asam sakarat heksosa dan beberapa pentosa dapat mengalami proses dehidrasi oleh pengaruh asam mineral kuat dan pemanasan dehidrasi pentosa akan menghasilkan furfural sedangkan dehidrasi kesosa kan menghasilkan hidroksimetil furfural ribosa akan mengalami dehidrasi menjadi furfural atau furaldehida bila dipanaskan dengan hcl 17 monosakarida atau disakarida pereduksi apabila dipanaskan dengan fenilhidrazin akan membentuk kristal berwarna kuning yang sukar larut dalam air yang disebut osazon lemak dan minyak merupakan zat makanan yang penting untuk menjaga kesehatan tubuh manusia selain itu lemak dan minyak juga merupakan sumber energi yang lebih efektif dibandingdengan karbohidrat dan protein satu gram minyak atau lemak dapat menghasilkan 9 kkal sedangkan karbohidrat dan protein hanya menghasilkan 4 kkal gram minyak atau lemak khususnya minyak nabati mengandung asam-asam lemak esensial seperti asam linoleat lenoleat dan arakidonat yang dapat mencegah penyempitan pembuluh darah akibat penumpukan kolesterol minyak dan lemak juga berfungsi sebagai sumber dan pelarut bagi vitamin-vitamin a d e dan k protein merupakan salah satu unsur terpenting penyusun makhluk hidup seperti halnya unsur lainnya seperti karbohidrat protein juga memiliki sifat dan fungsi sifat-sifat dan fungsi protein ditentukan oleh jenis dan urutan asam amino beberapa fungsi utama protein dalam organisme kehidupan antara lain sebagai page 4 of 22 4 bahan penyusun selaput sel dan dinding sel jaringan pengikat pembentuk membran sel mengangkut molekul-molekul lain hemoglobin dan sebagai zat antibodi di dalam kehidupan protein memegang peranan yang penting pula proses kimia dalam tubuh dapat berlangsung dengan baik karena adanya enzim suatu protein yang berfungsi sebagai biokatalisator kita dapat memperoleh protein dari bahan makanan yang banyak mengandung protein misalnya pada hewan terkandung protein hewani sedangkan pada tumbuhan terkandung protein nabati protein merupakan polipeptida berbobot molekul tinggi yang terdapat secara alami polipeptida yang memiliki hanya asam amino saja digolongkan sebagai protein sederhana protein terkonjugasi mengandung komponen bukan asam amino yang dikenal sebagai gugus prostetik di samping kerangka utama asam amino dalam ilmu kimia pencampuran atau penambahan suatu senyawa dengan senyawa yang lain dikatakan bereaksi bila menunjukkan adanya tanda terjadinya reaksi yaitu adanya perubahan warna timbul gas bau perubahan suhu dan adanya endapan pencampuran yang tidak disertai dengan tanda demikian dikatakan tidak terjadi reaksi kimia ada beberapa reaksi khas dari protein yang menunjukkan efek tanda terjadinya reaksi kimia yang berbeda-beda antara pereaksi yang satu dengan pereaksi yang lainnya semisal reaksi uji protein albumin dengan biuret test yang menunjukkan perubahan warna belum tentu sama dengan pereaksi uji lainnya ii tujuan 1 mengetahui adanya gugus reduksi pada karbohidrat mengetahui pengaruh asam pada karbohidrat identifikasi karbohidrat mengetahui adanya gugus keton fruktosa pada karbohidrat acara i 2 menguji kelarutan minyak atau lemak pada suatu larutan acara ii 3 untuk mengidentifikasi adanya protein dalam larutan albumin telur acara iii page 5 of 22 5 bab ii data i alat dan bahan  alat a tabung reaksi b tabung reaksi kecil g penyaring c pipet h sendok kecil d gelas ukur i stopwatch e pembakar spiritus f waterbath g penjepit  bahan untuk praktikum karbohidrat a cairan buah masak h pereaksi selliwanof b cairan buah mentah i pereaksi barfoed c cairan gula pasir j larutan jod d cairan pati k asam cuka glacial fenilhidrazin padat e preaksi molish natrium asotat padat f h2so4 g pereaksi benedict  bahan untuk praktikum lipida a khso4 b minyak kelapa c kloroform d jod e asam palmitat asam stearat asam asam oleat aquades f air g sabun h koh alkoholis page 6 of 22 6  bahan untuk praktikum protein a proteina albumin i larutan 0 1 n hcl b pereaksi millon j larutan 0 1 n naoh c hno3 pekat k asetat buffer ph 4 7 d naoh pekat l aquades e larutan 0 01 m cuso4 m alkohol 95 f 0 1 larutan ninhidrin n larutan 1 n asam cuka g larutan 0 2 n mgcl2 h larutan 0 2 n pb- asetat ii metode acara i karbohidrat 1 uji moliseh  siapkan 4 tabung reaksi yang bersih  masukkan ke dalam masing – masing tabung 2 ml cairan a b c dan d  tambahkan ke dalam masing – masing tabung 2 tetes pereaksi molisch dan di gojok  tambahkan kemudian 4 ml h2so4 pekat melalui dinding dengan hati– hati  amati perubahan yang terjadi 2 uji benedict  siapkan 4 tabung reaksi bersih  masukkan ke dalam masing – masing tabung 2 ml larutan a b c dan d  tambahkan 3 ml pereaksi benedict  panaskan dalam wterbath selama 3 menit  diamkan tabung sampai dingin pada suhu ruang dan amati perubahan yang terjadi page 7 of 22 7 3 uji selliwanof  siapkan 4 tabung reaksi bersih  masukkan ke dalam masing – masing tabung 2 ml pereaksi selliwanoff  tambahkan kemudian 2 tetes larutan a b c dan d  panaskan dalam waterbath sampai nampak perubahan warna 4 uji barfoed  siapkan 4 buah tabung reaksi yang bersih  masukkan ke dalam masing – masing tabung 2 ml cairan a b c d  tambahkan 3 tetes pereaksi barfoed dan panaskan di atas api spiritus selama 5 menit mendidih  diamkan pada suhu kamar sampai dingin 5 uji jod  siapkan 4 buah tabung reaksi bersih  masukkan masing – masing 3 ml cairan a b c dan d  tambahkan 2 tetes larutan 0 01 m jod  tabung ditutup dan dikocok kuat – kuat selama 10 detik  amati perubahan warna yang terjadi 6 uji fenilhidrazin  siapkan 4 buah tabung reaksi bersih  isilah masing – masing tabung reaksi dengan 5 ml cairan a b c dan d ditambah dengan 10 tetes asam cuka glacial dan sedikit fenilhidrazin padat serta natrium asotat padat dua kalinya fenilhidrazin  panaskan kemudian saringlah ke dalam tabung yang bersih  masukkan tabung ke dalam waterbath selama 30 menit  kemudian biarkan dingin maka jika positif akan terjadi endapan kuning page 10 of 22 10 2 pengendapan dengan garam-garam logam berat  isikan ke dalam tabung reaksi sebanyak 5 ml larutan protein  tambahkan tetes demi tetes larutan 0 2 n mgcl2 sampai terbentuk endapan  coba juga dengan menggunakan larutan 0 2 n pb-asetat 3 pengendapan dengan alkohol  siapkan 4 buah tabung reaksi yang bersih buat perlakuan sebagai berikut tabel 1 pengendapan dengan alkohol tabung reaksi no 1 no 2 no 3 no 4 larutan albumin telur 5 ml 5 ml 5 ml 5 ml 0 1 n hcl 1 ml - - - 0 1 n naoh - 1 ml - - asetat buffer ph 4 7 - - 1 ml - aquades - - - 1 ml alcohol 95 5 ml 5 ml 5ml 5 ml  amati apa yang terjadi pada setiap tabung 4 pengendapan oleh asam-asam  3 ml larutan hno3 pekat di dalam tabung reaksi ditambahkan 3 ml larutan proteina melalui dinding tabung di bidang batas akan terjadi lapisan putih yang merupakan modifikasi endapan protein  5 ml larutan protein ditambahkan 2 tetes larutan 1 n asam cuka  tabung dipanaskan dalam penangas air yang mendidih selama 5 menit  amati apakah endapan yang terjadi ini larut dalam air page 11 of 22 11 bab iii hasil dan pembahasan i acara i karbohidrat tabel 2 hasil uji karbohidrat larutan kenampakan kesimpulan 1 ungu 1 ada amilopketin 2 kuning 2 ada gula reduksi cairan a 3 kuning 3 tidak ada gugus keton buah mentah 4 biru 4 ada monosakarida 5 biru 5 ada polisakarida 6 kuning 6 ada osazon 1 ungu 1 ada amilopektin 2 ungu 2 ada gula reduksi cairan b 3 ungu 3 ada gugus keton buah masak 4 biru 4 ada monosakarida 5 kuning 5 ada polisakarida 6 kuning 6 ada osazon 1 ungu 1 tidak ada amilopektin 2 biru 2 tidak ada gula reduksi cairan c 3 ungu 3 ada gugus keton gula pasir 4 biru 4 ada monosakarida 5 bening 5 tidak ada polisakarida 6 kuning 6 ada osazon 1 ungu 1 ada amilopektin 2 biru 2 tidak ada gula reduksi cairan d 3 kuning 3 tidak ada gugus keton pati 4 keruh 4 tidak ada monosakarida 5.biru 5 ada polosakarida 6 kuning 6 ada osazon 1 uji molisch pada tabung a yang berisi 2 ml cairan buah mentah 2 tetes pereaksi molisch 4 ml h2so4 pekat menunjukkan kenampakan warna ungu page 12 of 22 12 menandakan adanya amilopektin pada tabung b yang berisi 2 ml cairan buah masak 2 tetes pereaksi milosch 4 ml h2s04 pekat menunujkkan kenampakan warna ungu menandakan adanya amilopektin pada tabung c yang berisi 2 ml cairn gula pasir 2 tetes pereaksi milosch 4 ml h2s04 pekat menunjukkan kenampakan warna ungu menandakan tidak adanya amilopektin pada tabung d yang berisi 2 ml cairan pati 2 tetes pereaksi molisch 4 ml h2so4 pekat menunjukkan kenampakan warna ungu menandakan adanya amilopektin hal ini disebabkan glukosa yang merupakan monosakarida harus terdehidrasi terlebih dahulu menjadi furfural sedangkan selulosa dan pati yang merupakan polisakarida harus menjadi monosakarida terlebih dahulu agar dapat terdehidrasi menjadi furfural dan hal tersebut memerlukan waktu yang lebih lama sehingga dalam jangka waktu yang sama furfural lebih memiliki warna ungu yang lebih pekat dari pada glukosa pati maupun selulosa hasil dari percobaan yang sesuai dengan teori yang ada 2 uji benedict uji ini dilakukan bertujuan untuk menggetahui adaya gugus reduksi pada karbohidrat hal ini dibuktikan dengan adanya endapan berwarna merah bata yang terdapat pada larutan yang digunakan pada percobaan tabung reaksi a berisi 2 ml larutan buah mentah 3 ml pereaksi benedict menunjukkan kenampakan kuning menandakan adanya gula reduksi pada tabung b berisi 2 ml larutan buah masak 3 ml pereaksi benedict menunjukkan kenampakan kuning menandakan adanya gula reduksi pada tabung c berisi 2 ml larutan gula pasir 3 ml pereaksi benedict menunjukkan kenampakan biru menandakan tidak adanya gula reduksi pada tabung d berisi 2 ml larutan pati 3 ml pereaksi benedict menunjukkan kenampakan biru menandakan tidak adanya gula reduksi prinsip kerja percobaan ini karena larutan benedict mengandung ion cu yang dapat direduksi oleh gugus reduksi yang dimiliki oleh karbohidrat gugus aldehid dan keton menjadi ion cu dan diendapkan dalam bentuk cu2o berwarna merah bata ini membuktikan bahwa glukosa mempunyai gugus pereduksi perbedaan jumlah endapan maupun kepekatan warna larutan dipengaruhi oleh jenis larutan seperti percobaan yang dilakukan larutan buah masak dengan page 13 of 22 13 memberikan endapan terbanyak dan warna larutan terpekat dari percobaan ini diketahui bahwa glukosa merupakan gula pereduksi 3 uji selliwanof tabung a b c dan d masing-masing diberi 2 ml perekasi selliwanoff kemudian tabung a diberi 2 tetes larutan buah mentah tabung b diberi 2 tetes larutan buah masak tabung c diberi 2 tetes larutan gula pasir dan tabung d diberi 2 tetes larutan pati pada tabung a menunjukkan kenampakan kuning menandakan tidak adanya gigus keton pada tabung b menunjukkan kenampakan ungu menandakan adanya gugus keton pada tabung c menunjukkan kenampakan ungu menandakan adanya gugus keton pada tabung d menunjukkan kenampakan kuning menandakan tidak adanya gugus keton gugus keton berasal dari fruktosa sedangkan di dalam glukosa tidak terdapat keton melainkan aldehid oleh karena itu apada tabung berisi glukosa tidak terjadi perubahan warna merah karena dengan tidak adanya gugus keton maka resorsinol tidak bereaksi dan tidak terjadi senyawa yang berwarna merah 4 uji barfoed pada tabung a berisi 2 ml cairan buah mentah 3 tetes pereaksi barfoed menunjukkan kenampakan warna biru menandakan ada monosakarida pada tabung b berisi 2 ml cairan buah masak 3 tetes pereaksi barfoed menunjukan kenampakan warna biru menandakan ada monosakarida pada tabung c berisi 2 ml cairan gula pasir 3 tetes pereaksi barfoed menunjukkan kenampakan warna biru menandakan ada monosakarida pada tabung d berisi 2 ml cairan pati 3 tetes pereaksi barfoed menunjukkan kenampakan warna keruh menandakan tidak ada monosakarida pada tabung d tidak adanya warna merah atau biru atau hijau menandakan bahwa pati tidak mengandung monosakarida 5 uji jodine pada tabung a berisi 3 ml cairan buah mentah 2 tetes larutan 0 01 m jod menunjukkan kenampakan warna biru menandakan ada polisakarida pada tabung b berisi 3 ml cairan buah masak 2 tetes larutan 0 01 m jod menunjukkan kenampakan warna kuning menandakan ada polisakarida pada tabung c berisi 3 ml cairan gula pasir 2 tetes larutan 0 01 m jod menunjukan page 14 of 22 14 kenampakan warna bening menandakan tidak ada polisakarida pada tabung d berisi 3 ml cairan pati 2 tetes larutan 0 01 m jod menunjukkan kenampakan warna biru menandakan ada polisakarida pada tabung c tidak terjadi perubahan warna menandakan gula pasir tidak mengandung polisakarida melainkan disakarida 6 uji fenilhidrazin pembentukan osazon pengujian fenilhidrazina untuk menguji pembentukan osazon didapatkan kristal fruktosa dan arabinosa pada tabung a berisi 5 ml cairan buah mentah 10 tetes asam cuka glacial dan sedikit fenilhidrazin padat serta natrium asotat padat dua kalinya fenilhidrazin menunjukkan kenampakan warna kuning menandakan ada osazon pada tabung b berisi cairan yang sama menunjukkan adanya warna kuning menandakan adanya osazon pada tabung c berisi cairan yang sama menunjukkan adanya warna kuning menandakan adanya osazon pada tabung d berisi cairan yang sama menunjukkan adanya warna kuning menandakan ada osazon semua tabung ada osazon menadakan adanya endapan fenilosazon page 15 of 22 15 ii acara ii lipida tabel 3 hasil uji lipida no uji kenampakan kesimpulan 1 uji akrolein khso4 minyak kelapa ada endapan hitam lemak → asam lemak gliserol 2 uji kreis berubah warna merah jambu minyak kelapa tengik 3 adsorbsi jod oleh asam lemak a asam palmitat 3 ml kloroform 2 tetes jod 4 asam palmitat b asam stearat 3 ml kloroform 2 tetes jod 4 asam stearat c asam oleat 3 ml kloroform 2 tetes jod 4 asam oleat d aquades 3 ml kloroform 2 tetes jod 4 aquades ungu ungu ungu ungu jod tidak diserap jod tidak diserap jod diserap ikatan rangkapan jod tidak diserap 4 uji buih air sabun terjadi buih buih asam lemak bercampur dengan udara 5 uji penyabunan sabun alkohol aquades terjadi buih kembali asam lemak bercampur dengan udara 1 uji akrolein pada tabung reaksi yang berisi larutan khso4 setinggi ½ cm 3 tetes minyak kelapa menunjukkan adanya endapan hitam menandakan lemak berubah menjadi asam lemak gliserol hal ini menunjukkan khso4 dapat melarutkan minyak kelapa endapan hitam yang ada jika dicium baunya sangat kecut page 16 of 22 16 2 uji kreis tabung yang berisi 2 ml minyak kelapa 2 ml phloroglucinol 1 2 ml hcl pekat terjadi perubahan warna menjadi merah jambu oleh senyawa aldehida oplindrin menyebabkan minyak kelapa menjadi tengik 3 adsorbsi jod oleh asam lemak tidak jenuh pada tabung 1 berisi 3 ml khloroform 2 tetes jod 4 tetes asam palmitat menunjukkan kenampakan warna ungu menandakan jod tidak diserap pada tabung 2 berisi 3 ml khloroform 2 tetes jod 4 tetes asam stearat menunjukkan kenampakan warna ungu menandakan jod tidak diserap pada tabung 3 berisi 3 ml khloroform 2 tetes jod 4 tetes asam oleat menunjukkan kenampakan warna ungu menandakan jod diserap oleh ikatan rangkapan pada tabung 4 berisi 3 ml khloroform 2 tetes jod 4 tetes aquades menunjukkan kenampakan warna ungu menandakan jod tidak diserap dari percobaan tersebut mengindikasikan asam oleat menyebabkan jod diserap oleh ikatan rangkapan ditunjukkan dengan warna tidak jenuh sendiri 4 uji buih untuk sabun sedikit ml air yang ditambah dengan sedikit sabun setelah dikocok dengan cepat maka akan terjadi buih buih yaitu asam lemak yang bercampur dengan udara 5 uji penyabunan hubungannya dengan asam lemak bebas tabung yang berisi 10 ml dari 10 koh alkoholis 3 gram sabun 10 ml air sedikit aquades dipanaskan dalam waterbath maka lama kelamaan alcohol akan terusir menguap hal ini menunjukkan terjadi buih kembali berarti asam lemak bercampur dengan udara page 22 of 22 22 daftar pustaka hinayanti warsana 1987 biokimia umum i fakultas pertanian universitas sebelas maret surakarta shoeharsono martohartono 1983 biokimia jilid i gadjah mada university press yogyakarta wiryawan 1987 biokimia umum ii fakultas pertanian universitas sebelas maret surakarta 22 of 22 displaying laporan biokimia.docx  

No comments:

Post a Comment