keyword :
laporan pengamatan hama penggulung daun pisang erionota thrax linnaeus dosen pengampu ir adri haris sasongko anggota kelompok 1 musthofa afifi 2012 41 002 2 aditya candra w 2012 41 029 3 sri setiawan b s 2012 41 026 4 akbar adi p 2012 41 005 5 jati widnu c 2012 41 051 program studi agroteknologi fakultas pertanian universitas muria kudus 2014 page 2 of 6 bab i pendahuluan 1.1 latar belakang pisang adalah nama umum yang diberikan pada tumbuhan terna raksasa berdaun besar memanjang dari suku musaceae beberapa jenisnya musa acuminata m balbisiana dan m ×paradisiaca menghasilkan buah konsumsi yang dinamakan sama buah ini tersusun dalam tandan dengan kelompok-kelompok tersusun menjari yang disebut sisir hampir semua buah pisang memiliki kulit berwarna kuning ketika matang meskipun ada beberapa yang berwarna jingga merah hijau ungu atau bahkan hampir hitam buah pisang sebagai bahan pangan merupakan sumber energi karbohidrat dan mineral terutama kalium salah satu hama yang menyerang tanaman pisang adalah erionota thrax l lepidoptera hesperidae larva yang baru menetas memakan daun pisang dengan membuat gulungan daun seluruh siklus hidupnya terjadi di dalam gulungan daun daun terpotong-potong karena tergulung dan jika dibiarkan tanaman akan menjadi gundul cara pengendaliannya adalah secara fisik telur ulat dan daun yang terkumpul kemudian dilenyapkan selain itu dilakukan dengan memangkas daun yang terserang kemudian dibakar secara teknis daun pisang muda dirobek-robek agar ulat tidak bisa menggulung daun dan secara kimia dilakukan dengan penyemprotan insektisida beracun kontak maupun beracun perut yang dilakukan saat telur baru saja menetas 1.2 tujuan tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat serangan hama erionota thrax pada tanaman pisang di tempat-tempat yang ketinggiannya berbeda dan mengetahui jenis- jenis musuh alaminya 1.3 manfaat hasil penelitian ini diharapkan dapat menyediakan informasi tentang ada tidaknya perbedaan serangan hama penggulung daun pisang di tempat-tempat yang ketinggiannya berbeda dan mengetahui peran musuh alaminya dalam mengatur populasi hama tersebut di lapangan page 3 of 6 bab ii tinjauan pustaka hama penggulung daun pisang erionota thrax linnaeus 2.1 morfologi dan biologi erionota thrax linnaeus termasuk ke dalam famili hesperidae ordo lepidoptera telur berwarna kuning dan menetas setelah mencapai umur 5-8 hari setelah diletakkan satuhu supriyadi 1999 imago meletakkan telur secara berkelompok kira-kira 25 butir pada permukaan bawah daun yang utuh pada malam hari kalshoven 1981 larva yang masih muda warnanya sedikit kehijauan dan tubuhnya tidak dilapisi lilin larva yang ukurannya lebih besar berwarna putih kekuningan dan tubuhnya dilapisi lilin larva muda yang baru menetas memotong daun pisang secara miring mulai dari bagian tepi daun lalu menggulung potongan tersebut kalshoven 1981 satu larva hidup dalam satu gulungan daun feakin 1972 stadium larva berlangsung selama 28 hari larva makan dari bagian dalam gulungan tersebut kemudian membentuk gulungan yang lebih besar sesuai dengan perkembangan larva sampai instar akhir mortalitas larva cukup tinggi pada larva muda karena pada permukaan tubuhnya belum ditutupi lilin dan gulungan daunnya masih terbuka kalshoven 1981 stadium prapupa lamanya adalah tiga hari sedangkan stadium pupa selama tujuh hari serangga berkepompong dalam gulungan daun samoedi indarto 1969 dalam nurzaizi 1986 pupa berada di dalam gulungan daun berwarna kehijauan dan dilapisi lilin panjang pupa lebih kurang 6 cm dan mempunyai belalai probosis imago e thrax adalah kupu-kupu berwarna coklat dengan bintik kuning pada kedua sayapnya panjang rentangan sayapnya kira-kira 7.5 cm feakin 1972 imago menghisap madu atau nektar bunga pisang imago aktif pada sore hari dan pagi hari siklus hidup e thrax di bogor 5 – 6 minggu kalshoven 1981 2.1 musuh alami berbagai spesies parasitoid yang menyerang e thrax telah ditemukan yaitu tiga spesies yang menyerang telur ooencyrtus erionotae fenriere hymenoptera encyrtidae pediobius erionotae kerrich hymenoptera eulophidae agiommatus sumatraensis crawford hymenoptera pteromalidae tiga spesies parasitoid larva palexorista solensis walker diptera tachinidae charops sp hymenoptera ichneumonidae cotesia apanteles erionotae wilkinson hymenoptera braconidae dan dua spesies parasitoid pupa xanthopimpla gampsura krieger hymenoptera ichneumonidae brachymeria thracis crawford hymenoptera chalcididae page 4 of 6 bab iii metodologi 3.1 tempat dan waktu untuk pengambilan sampel ulat dilaksanakan di desa gulang kec mejobo kab kudus lalu pengamatan dilanjutkan di rumah selama 2 minggu 3.2 alat dan bahan alat bahan - pisau - tanaman pisang yang terinfeksi - toples transparan page 5 of 6 bab iv hasil dan pembahasan 4.1 gejala daun tergulung karena serangan erionota thrax di lapangan ditemukan gulungan yang berukuran kecil maupun gulungan yang berukuran besar gulungan yang berukuran kecil biasanya berisi larva yang berukuran kecil 3 cm dan tidak jauh dari gulungan kecil tersebut biasanya terdapat kelompok telur gulungan yang berukuran besar berisi larva yang berukuran besar atau pupa serangan e thrax ditemukan di semua lokasi pengamatan dengan tingkat serangan yang berbedabeda jumlah gulungan dalam satu daun bervariasi antara 0 sampai 20 gulungan telur e thrax ditemukan pada permukaan atas dan permukaan bawah daun telur diletakkan dalam kelompok yang jumlahnya bervariasi berkisar antara 1 sampai 40 telur per kelompok telur yang ditemukan terkadang ada yang telah menetas dan biasanya masih terlihat bekasnya bahwa telur telah menetas 4.2 larva erionota thrax larva e thrax ditemukan di dalam gulungan daun baik yang berukuran besar maupun kecil gulungan yang berisi larva rekatannya kurang kencang dan daunnya masih berwarna hijau larva yang ditemukan biasanya masih hidup dan tubuhnya berwarna hijau dan ditutupi tepung berwarna putih gambar3a larva yang berukuran kecil 3 cm tubuhnya belum ditutupi oleh tepung berwarna putih di lapangan ditemukan larva yang telah terparasit hal ini dapat diketahui dengan terdapatnya kokon parasitoid di dekat bangkai larva larva yang ditemukan terparasit tersebut berukuran kurang dari 3 cm gambar 3b mortalitas larva biasanya cukup tinggi pada larva yang masih muda karena permukaan tubuhnya belum ditutupi lilin dan gulungan masih terbuka kalshoven 1981 larva e thrax yang terparasit dan yang tidak terparasit dapat dibedakan dari warnanya biasanya larva yang tidak terparasit masih berwarna hijau dan kemudian berkembang menjadi pupa larva yang terparasit warnanya berubah menjadi hitam larva yang terparasit biasanya masih hidup kemudian lama kelamaan akan mati parasitoid keluar dari dalam tubuh larva e thrax kemudian membentuk kokon berwarna putih dan keluar imago parasitoid page 6 of 6 bab v kesimpulan musuh alami e thrax antara lain pada parasit telur ooencyrtus erionatae ferriere anastatus sp euphelmidae dan trichogramma spp trichogrammatidae untuk parasit larva apanteles erionatae wilkinson scenocharops spp ecthromorpha fuscator fabricius ichneumonidae dan obscurata brachymeria walker chalcididae apabila ada tersedia si musuh alami dekat dengan si penggulung daun maka kita tidak perlu mengendalikannya dengan pemberian insektisida namun pada kondisi lain pengendaliannya dapat dilakukan dengan cara memangkas daun yang terserang kemudian dibakar menggunakan musuh alami seperti casinaria sp parasitoid larva dan penyemprotan insektisida berbahan aktif kuinalfos dan triklorfon insektisida yang bersifat sistemik akan lebih efektif mengingat ulat daun ini tersembunyi dalam gulungan daun daftar pustaka http cybex.deptan.go.id penyuluhan hama-utama-tanaman-pisang-dan-cara-pengendaliannyanya http id.wikipedia.org wiki pisang http digilib.sith.itb.ac.id gdl.php mod browse op read id jbptitbbi-gdl-s3-2005-redswaytdm-1121 6 of 6 displaying entung.docx
No comments:
Post a Comment