keyword :
alat mesin pengolahan tanah dalam konteks budidaya tanaman pengolahan tanah atau land treadmean di artikan sebagai setiap proses pengubahan struktur lapisan olah lapisan tanah atas di sekitar daerah perakaran guna mendapatkan sifat-sifat fisik tanah yang optimum bagi pertumbuhan bibit benih yang akan ditanam berdasarkan tahap pengubahan struktur lapisan olah tersebut pengolahan tanah dibagi menjadi pembajakan penggaruan pelumpuran penyiangan mekanis pengolahan tanah secara umum dapat dibedakan menjadi dua tahap yaitu pengolahan tanah primer dan pengolahan tanah skunder 1 pengolahan tanah primer pembajakan pengolahan tanah primer adalah proses pemecahan pemotongan bongkah asli lapisan arah dan pembalikan hasil potongan guna membenankan sis tanaman sedalam 15 – 20 cm pengolahan primer yang sering pula di sebut pembajakan lazim dilakukan dengan cangkul bajak singkal mldboard plow atau bajjak piringan disk plow dengan penarik hewan kerbau lembu kuda atau traktor kapasitas dan hasil pembajakan ditentukan oleh a sifat fisik tanah olah b lebar dan kedalaman kerja bajak jumlah bajak yang digunakan c tenaga tarik yang tersedia 2.pengolahan tanah sekunder pengolahan tanah sekunder adalah kelanjutan proses pengolahan tanah primer dengan tujuan menyiapkan sifat-sifat fisik lapisan olah hamparan tanah sesuai dengan kebutuhan tanaman yang akan dibudidayakan pengolahan tanah sekunder tersebut meliputi penggaruan harrowing dan pembersihan gulma weeddling untuk jenis-jenis tanaman lahan kering serta pelumpuran puddling untuk tanaman padi sawah penggaruan penggaruan adalah proses penghancuran bongkah tanah hasil bajakan agar lebih halus yang di ikuti dengan pembongkaran dan pencacahan sisa-sisa tanaman terdahulu penggaruan ini dapat dilakukan dengan banyak cara seperti dengan garu sisir spike-both barrow atau garu piring disk narraw yang ditarik hewan traktor atau dengan cangkul secara manual page 2 of 8 penyiangan penyiangan weeding adalah pembersihan tumbuhan penggangu gulma dari hamparan tanah guna mengurangi ancaman kompetisi penyerapan hara air dan sinar matahari atas tanaman yang dibudidayakan penyiangan umumnya dilakukan secara berkala sejak bibit tanaman tumbuh dengan memakai alat penyiang ditarik traktor hewan kerbau sapi kuda dengan mencabut gulma dengan tangan atau rotovator pisau rotari yang ditarik hand-tractor pelumpuran seperti namanya proses pelumpuran adalah proses penghancuran struktur tanah olah menjadi butiran partikel tanah tunggal yang lepas-lepas loose satu sama lain dalam keadaan jenuh air lumpur yang dipersyaratkan bagi medium tanam padi sawah pelumpuran dapat dilakukan dengan penghancur tanah yang ditarik hewan memakai pisau rotari hand-tractor rotovator maupun traktor beroda 4 pada kedua cara yang terakhir ini dipakai roda apung floating wheel guna mengatasi slip yang dapat memperlambat atau menghentikan gerakan maju traktor ii alat mesin penanam penanaman pada prinsipnya adalah penempatan benih bibit tanaman pada permukaan di dalam tanah baik yang dilakukan dengan pengaturan kedalaman dan tata letak benih bibit tertentu atau tidak agar tanaman tumbuh baik mudah pemeliharaan dan pemanenan hasilnya kelak ditilik menurut cara peletakan benih biji ataupun bibitnya proses penanaman itu dapat dibedakan menjadi 3 macam cara yakni a penebaran benih biji broadcasting b pembenaman benih biji seed drilling c penanaman bibit tanaman muda transplanting 1 penebaran benih broadcasting penebaran benih dapat dilakukan dengan tangan manmal atau dengan alat penebar broadcaster tunggal barisan yang ditarik hewan traktor penebaran benih umumnya dilakukan pada budidaya rumput penyemaian padi dan lain-lain yang tidak memerlukan pengaturan tata letak tanaman 2 pembenaman benih seed drilling berbeda dengan penebaran benih pembenaman benih mencakup proses pembuatan alur lubang tanaman dengan mengatur tata letak baris dan lubang tanam benih yang dapat diatur an diubah-ubah sesuai dengan kehendak petani penanam pembenaman benih dapat dilakukan dengan tenaga manusia dengan alat pembuat lubang tugal ditarik hewan semi mekanis atau traktor mekanis penuh page 3 of 8 bentuk tugal sangat beragam antar daerah maupun negara bentuk tugal di indonesia sangat sederhana dibandingkan dengan yang lazim dipakai di inggris ataupun india karena yang lazim dipakai di indonesia tidak memiliki meklanisme pengatur pelepas benih tugal sederhana seperti yang lazim dipakai di indonesia itu hanya berfungsi membuat lubang benih sedangkan peletakan benih dan penutupan lubangnya dilakukan secara terpisah pada tugal semi mekanis seperti yang lazim dipergunakan di inggris india itu mekanisme pembuatan lubang peletakan benih maupun penutupan lubang terjadi secara berurutan sebagai suatu rangkaian kerja sewaktu tugal tersebut digunakan dengan tangan saat mata tugal masuk kedalam tanah alat pengatur pelepasan benih akan didesak ke atas oleh permukaan tanah dan mendorong tangkai pegas untuk membuka lubang benih di tanah yang dibuat oleh dan benih jatuh ke lubang tersebut saat tugal diangkat pengatur pelepasan benih kembali akibat reaksi balik pegas dan gerakan ini menyebabkan pula penutupan lubang benih semua adapun bagian-bagian utama tugal semi-mekanis adalah a tangkai pegangan kendali b tempat benih c saluran benih d pengatur pelepasan benih perkembangan benih pertumbuhan bibit hasil seed-drilling di lahan dipengaruhi oleh berbagai faktor antara lain a jumlah benih biji yang ditanam dan daya kecambahnya b keseragaman ukuran dan perlakuan awal atas benih biji c mekanisme pelepasan benih biji dan keseragaman penebarannya d jenis pembuka dan penutup alur serta kedalaman penanamannya e sifat tanah jenis lengas drainase dan saat penanaman f penambatan tanah di sekitar biji dan keterampilan operatornya g ketahanan benih biji terhadap serangan hama dan penyakit prinsip kerja tugal semi-mekanis dan seed driller pada prinsipnya fungsi tugal semi mekanis dan seed-driller sama yaitu a membuka alur lubang tanam b menjatuhkan melepas benih c menutup kembali alur lubang tanam page 4 of 8 iii alat mesin pemupukan pemupukan adalah salah satu mata rantai tahapan budidaya tanaman yang berfungsi menyediakan pupuk kelapisan permukaan tanah disekitar kedalaman akar guna menjaga kesediaan anasir unsur hara agar tanaman tumbuh dan berproduksi optimal agar efektif efisien sebelum pemupukan perlu diketahui - kadar unsur anasir hara tanah di sekitar perakaran tanaman - kadar unsur anasir hara yang diperlukan agar tanaman tumbuh berproduksi seperti yang diharapkan proses pemupukan dapat dilakukan dengan beberapa macam cara sesuai dengan sifat fisik pupuk itu khususnya disampaing cara penempatannya dan alat mesin yang digunakan untuk pupuk padat atau cairan kental pemupukan lazimnya dilakukan dengan cara ditebar pada muka tanah atau dibenamkan di dalam tanah disekitar kedalaman akar tanaman.adapun untuk pupuk cair yang berupa larutan encer biasanya disemprotkan ke permukaan daun khususnya bagian bawah karena sampai saat ini pupuk yang paling dominan digunakan adalah jenis butiran kering padat yang biasa diberikan melalui tanah maka uraian selebihnya tentang alat mesin pemupukan ini akan lebih terpusat pada pemakaian pupuk butiran kering padat yang diberikan melalui tanah penggolongan cara pemupukan dan alat mesin yang digunakan menilik pada cara peletakan pupuk itu di tanah pemupukan untuk bentuk pupuk butiran kering adalah dengan cara penebaran broadcast application di muka tanah atau dengan pembenaman dalam alur band application untuk pupuk kandang manure adalah dengan cara di tebar yang lalu ditutup diaduk dengan tanah memakai cangkul atau garu yang ditarik hewan traktor ditilik menurut sumber tenaga dan konstruksi alat mesin yang dipakai dikenal adanya 3 kelompok cara pemupukan yakni 1 pemupukan dengan tenaga manusia dengan cara ditebar dengan tangan manual atau menggunakan broadcaster driller yang ditarik tenaga manusia semi mekanis 2 pemupukan dengan hewan penarik memakai broadcaster driller 3 pemupukan mekanis penuh dimana pupuk diberikan mamakai broadcaster driller untuk pupuk butiran kering trailler pupuk pupuk kandang atau tangki ditarik traktor cair gas pada prinsipnya cara kerja alt mesin pemupukan baik yang semi mekanis maupun mekanis penuh sebenarnya sama dengan cara kerja alat mesin penanam benih baik untuk jenis yang dilebar maupun yang dibenamkan untuk jenis penebar broadcast-application prinsip kerja alatnya terdiri dari atas proses pengadukan pupuk dalam wadah dan mengalirkanya ke piring penebar di bawah wadah pupuk lalu piring page 5 of 8 penebar melemparkan butiran pupuk itu ke tanah sekitar yang dialui akibat gaya sentrifugal putaran piring penebar yang sumber tenaga geraknya roda broadcaster sendiri alat pemupuk dengan tenaga manusia pemupukan tebar langsung dengan tangan cara pemupukan paling sederhana ini sampai saat ini masih lazim dilakukan oleh petani negara- negara berkembang diman lahan pertanian berukuran sempit dominan pupuk yang lazim digunakan umumnya berupa pupuk butir kering yang diangkut kelahan oleh petani yang bersangkutandengan mengunakan wadah karung keranjang yang kemudian cukup ditebar langsung dengan tangan ke semua bagian lahan yang diharapkan ataupun diikuti dengan diaduk ditutup dengan menggunakan cangkul kapasitas tebar pupuk kering pada areal padi sawah di indonesia umumnya sekitar 6 jam hektar bagi 5 orang petani pria dewasa bekerja bersama walaupun sebaran pupuknya relatif tidak selalu merata pemupukan semi mekanis bertenaga manusia pemupukan semi mekanis bertenaga manusia umumnya dilakukan dengan alat pembenam pupuk dalam alur band-applicator yang didorong oleh operatornya dengan tangan lewat tangkai kemudi adapun pembuatan alur pupuk pelepasan pupuk maupun penutupan kembali alurnya berlangsung sebagai serangkaian proses mekanis yang cepat dengan memakai putaran roda sebagai sumber tenaga yang disalurkan melalui hubungan rantai roda gigi pulley-belt bagian-bagian penting band-applicator adalah 1 tangkai kendali 2 wadah dan corong pupuk 3 roda penggerak 4 pengatur pelepasan pupuk 5 pembuka alur 6 penutup alur 7 saluran pupuk kapasitas brand-applicator yang didorong manusia bervariasi antar 100 sampai dengan 1400 kg pupuk ha untuk jarak antara alur 30 cm dengan lama kerja pemupukannya bagi kondisi lahan kering 12- 13 jam ha sedangkan untuk lahan padi sawah adalah 15-16 jam ha alat pemupukan dengan tenaga hewan prinsip kerja pemupukan yang bertenaga hewan sama dengan pemupukan semi mekanis yang menggunakan tenaga manusia namun jenis pupuknya dapat berupa butiran kering ataupun pupuk kandang untuk pupuk butiran kering digunakan band appicator beroda dua sedangkan untuk pupuk kandang dipakai band-applicator beroda empat page 6 of 8 lebar kerja alat dapat mencapai 250 meter dengan 1-2 orang operator untuk yang mengunakan 2 orang operator salah seorang petugas untuk mengatur jalannya hewan penarik kerja alat sedangkan seorang yang lain mengawasi pelepasan pupuknya alat penebar pupuk kandang mekanis traller pupuk pupuk kandang yang merupakan hasil samping peternakan pada akhir-akhir ini semakin populer dipakai sebagai pupuk khususnya dikawasan pertanian negara-negara maju sebagai salah satu upaya pengendalian pencemaran bahan-bahan kimia terhadap lingkungan hidup bagian-bagian pokok trailer pupuk kandang dan fungsinya adal ah sebagai berikut 1 kerangka frame menahan beban dan menjaga kelancaran rangkaian proses kerja bagian- bagiannya 2 bak box pupuk menampung pupuk kandang yang akan digunakan 3 ban berjalan menyalurkan pupuk kandang kebagian belakang conveyor trailer untuk dihaluskan dan siap di keluarkan 4 temukul memukul dan menghaluskan pupuk kandang yang siap ditebar 5 penebar menebar pupuk ke muka tanah di bawah dinding belakang bak penampung catatan - trailer pupuk ukuran kecilberoda 2 dan yang besar beroda 4 - penggunaan lat inisering dirangkai bersama lat pembenam penebar benih atau dengan alt penyiang weeder alat pemupukan untuk pupuk cair dan gas pemupukan dengan pupuk berupoa cairan atau gas digunakan diberbagai negara maju setelah populer digunakan oleh sejumlah petani amerika serikat sejak 1947 meskipun kemudian pemakaian pupuk gas itu banyak ditinggalkan pada penerapannya pupuk cair gas dapat diberikan melalui penuangan ke permukaan tanah dibawah permukaan tanah atau dilarutkan dalam air irigasi pelepasan pupuk dapat dilakukan dengan tekanan tanpa tekanan baik dengan tekanan rendah ataupun tinggi untuk larutan urea pelepasan pupuk umumnya tanpa tekanan adapun bagi larutan ammonia dipakai tekanan rendah sedangkan untuk gas ammonia kering asap anhydrous ammonia dipergunakan tekanan tinggi iv alat mesin pemanen pemanenan harvesting adalah ahir dariseluruh rangkaian kegiatan budidaya tanaman dimana sebagian atau seluruh tubuh tanamanyang ada diambil dan diangkut dari tempat penanamannya untuk diproses lebih lanjut atau langsung dipasarkan kepada pihak yang membutuhkan perlu diketahui bahwqa page 7 of 8 bagian tanamanutama yang diharapkan untuk diperoleh saat pemanenan disebut hasil pokok atau hasil utama main product tanaman sedang bagian lain tanaman yang ikutterambil terangkut dinamakan hasil samping by product mengigat beragamnya wujud sifat hasil panen itu sesuai dengan sifat tanamannya cara budidaya dan kebiasaan penggunaan hasil tanamannya maka baik cara pemanenan maupunalat mesin pemanenannyajuga sangat beragam menilik pentingnya kedudukan tanaman familia rumput- rumputan gramineae penghasil biji-bijian yang sering pula disebut serealia sebagai pemasok bahan pangan utama didunia maka pembahasan tentang alat mesin pemanen dalam bab ini akan terpusat pada alat mesin pemanen serealia penggolongan alat mesin pemanen serealia dan cara pemanenannya secara umum jenis-jenis alat mesin pemanen serealia terdiri atas 3 kelompok yaitu 1 alat pemanen tradisional tenaga manusia seperti ani-ani sabit sabit gerigi 2 alat pemanen semi mekanis bertenaga hewan seperti combine harvester bertenaga hewan sekarang tidak lagi populer 3 mesin pemanen bertenaga mekanis seperti reaper binder dan combine harvester 1 pemanenan dengan tenaga manusia untuk pemanenan tradisional bertenaga manusia pada mulanya dipakai ani-ani dimana tangkai malai dipotong lalu malai serta bulir dan butir bijinya diangkut petani yang memanen.pada perkembanggannya ani –ani tidak lagi populer dipakai karena pemanenannya dianggap lambat dibandingkan dengan menggunakan sabit sabit gerigi pemanenan dengan sabit sabitbergerigi dilakukan dengan memotong rumpun tanaman yang memiliki biji malai yang masak dengan cara ini pemanenan lebih cepat namun karena hasil panenan mengandung jerami diperlukan perontokan guna memisahkan gabah dari jerami 2 pemanenan secara mekanis proses pemanenan secara mekanis serealia lazim dilakukan dengan mesin pemanenn yang disebut reaper binder atau combine harvester baik reaper dan binder pada prinsipnya adalah paduan antara traktor dengan pemotong jerami mekanis sebagai satu sistem mekanis rakitan dimana pemotong jerami yang dipasang dimuka traktor pendorong bila diperlukan adapun untuk combine harvester sesuai dengan kontruksi serta rumitnya rangkaian hubungan antar bagiannya lebih bersifat sebagai mesin pemanen yang kompak terpadu prinsip kerja reaper rindere dan combine harvester 1 reaper reaper dengan bagian-bagian utamanya sebagai mana yang tampak pada gambar 6.2 mempunyai prinsip mekanisme kerja sebagai berikut 1 saat reaper bergerak maju rumpun jerami akan terkena pisau pemotong c dan terpotong page 8 of 8 2 rumpun jerami yang telah terpotong oleh gerak putar pisau berkecepatan tinggi itu selanjutnya akan terlempar kewadah penampung b catatan - reaper hanya memiliki jalur potong rumpun tunggal dan biasanya digunakan pada pemanenan dengan hand-tractor - kapasitas kerja reaper tergantung pada lebar kerja efektif pisau daya kerja traktor dan kemampuan kerja operator 2 binder prinsip pokok kerja binder seperti tampak pada gambar 6.3 adalah sebagai berikut 1 saat binder bergerak rumpun yang masuk diantara bentang-bentang pembuka jalan e akan dipotong oleh pemotong a 2 pada saat yang hampir sama jari-jari pengait b menarik rumpun yang terpotong keatas untuk diikat oleh pengikat c lalu dilempar ke penampung dikanan belakang binder catatan - kapasitar kerja binder ditentukan oleh ukuran binder jumlah jalur potong daya traktor serta keahlian kerja operator - binder dengan jalur potong tunggal dapat dipasang pada bagian muka hand-tractor seperti halnya reaper sedanga untuk jalur potong yang banyak harus didorong oleh traktor besar beroda empat 3 combine harvester prinsip kerja combine harvester gambar 6.4-6.6 adalah sebagia berikut 1 menari dan memotong rumpun jerami 2 merontokkan butiran biji dari tangkai penampung biji untuk combine harvester bertangki biji atau menyalurkan biji hasil rontokan ke bak truk penampung yang bergerak seiring dengan combine harvester untuk combine harvester tampa tangki biji 3 menebar kembali rumpun jerami hasil pemotongan ketanah kapasitas kerja combine harvester bervariasi sesuai dengan daya motor penggeraknya karenanya dikenal jenis mini combine ukuran kecil medium-combine sedang dan large-combine besar baik yang berpenggerak roda atau berpenggerak
No comments:
Post a Comment