keyword :
Page 1 of 16
PROPOSAL PRAKTEK KERJA USAHA PERTANIAN Budidaya Tanaman Terung (Solanum melongena L.) Di Desa Wilalung Kecamatan Gajah Kabupaten Demak Mata kuliah Praktek Kerja Usaha Pertanian Dosen Pengampu Ir. Untung Sudjianto, MS. Di Susun Oleh : 1. Maqbul Fidha Farobby 2012 41 045 2. Mirza Kaulama 2012 41 028 3. Ruby Auditya 2012 41 054 4. Awaludin Afadh Hasbullah 2012 41 007 5. Arifah Ayuara Nasution 2012 41 014 PROGRAM STUDI AGROTEKNOLOGI FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS MURIA KUDUS TAHUN 2015
Page 2 of 16
LEMBAR PENGESAHAN Kami menyatakan bahwa proposal Praktek Kerja Usaha Pertanian (PKUP) yang disusun oleh : Nama : Maqbul Fidha Farobby 2012 41 045 Mirza Kaulama 2012 41 028 Ruby Auditya 2012 41 054 Awaludin Afadh Hasbullah 2012 41 007 Arifah Ayuara Nasution 2012 41 014 Judul : Budidaya Tanaman Terung Terung (Solanum melongena L.) Diterima sebagai persyaratan untuk melaksanakan PKUP di Desa Wilalung Kecamatan Gajah Kabupaten Demak Kudus, 27 Maret 2015 Mengetahui, Dosen Pembimbing Ir. Hadi Supriyo, M.S Dosen Pengampu Ir. Untung Sudjianto, MS.
Page 3 of 16
KATA PENGANTAR Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah swt, Tuhan Yang Maha Esa yang telah melimpahkan rahmat serta hidayah-Nya, sehingga kami dapat menyusun Proposal Praktek Kerja Usaha Pertanaian. Proposal Praktek Kerja Usaha Pertanaian ini tersusun oleh bantuan dari berbagai pihak, tidak lupa kami ucapkan terima kasih kepada : 1. Ir. Untung Sudjianto, MS. selaku selaku dosen pembimbing Mata kuliah Praktek Kerja Usaha Pertanian. 2. Berbagai pihak yang telah membantu dalam menyusun proposal ini. Dengan segala kemampuan yang ada, penyusun berusaha semaksimal mungkin untuk dapat menyusun Proposal Praktek Kerja Usaha Pertanaian ini dengan sebaik-baiknya. Namun bila ada kekurangan, semata-mata hanyalah karena keterbatasan pengetahuan penyusun, untuk itulah segala saran dan masukan dari berbagai pihak sangat kami harapkan. Kudus, Maret 2015 Penyusun
Page 4 of 16
DAFTAR ISI LEMBAR PENGESAHAN ii KATA PENGANTAR iii DAFTAR ISI iv I. PENDAHULUAN 1 1.1 Latar Belakang 1 1.2 Rumusan Masalah 2 1.3 Tujuan 2 II. TINJAUAN PUSTAKA 3 2.1 Karakteristik Tanaman Terung 3 2.2 Syarat Tumbuh Terung 2 2.3 Jenis Terung 3 III. TEKNIK BUDIDAYA 4 3.1 Tempat dan Waktu Pelaksanaan 4 3.2 Bahan dan Alat 4 3.3 Kultur Teknis 4 a) Pembibitan 4 b) Pengolahan Lahan 4 c) Penanaman 4 d) Pemeliharaan dan Perawatan 5 e) Pemanenan 6 IV. ANALISIS USAHA 7 4.1 Rancangan Biaya 7 4.2 Rekapitulasi Estimasi Dana 8 4.3 Input Yang Diperoleh 8 4.4 Laba Yang Diperoleh 8 DAFTAR PUSTAKA 9
Page 5 of 16
I. PENDAHULUAN I.1 Latar Belakang Praktek Kerja Usaha Pertanian (PKUP) merupakan mata kuliah yang tujuannya menerapkan teori ilmu yang di dapatkan di bangku perkuliahan untuk di aplikasikan dilapangan. Dengan begitu mahasiswa dapat membandingkan kebiasaan petani dilapangan dengan teori yang mahasiswa dapatkan di bangku perkuliahan. Dengan adanya mata kuliah PKUP mahasiswa diharapkan mempunyai bekal berwirausaha dalam bidang pertanian. Karena dengan matakuliah PKUP mahasiswa mempunyai pengalaman terjun langsung dilapangan. Dengan pengalaman yang telah didapatkan diharapkan mahasiswa mampu memanajemen sistem pertanian yang lebih baik. Terung (Solanum melongena) merupakan tanaman setahun berjenis perdu yang dapat tumbuh hingga mencapai tinggi 60-90 cm. Tanaman terung berasal dari Sri Lanka dan India, dan berhubungan erat dengan tomat dan kentang. Di Indonesia, buah terung sering disajikan dalam berbagai hidangan, mulai dari sayuran berkuah hingga lalapan. Buah terung mempunyai komposisi gizi yang baik yakni mengandung 1,5% protein, 0,2 gr lemak, 5,5 gr hidrat arang, 15 gr kalsium, 37 mg fosfor, 0,4 mg besi, Vit A 30 SI, Vit B1 0,04 mg dan Vit C 5 mg. Dengan komposisi seperti itu terung sangat cocok dikonsumsi untuk perbaikan gizi. Tanaman terung mempunyai beragam jenis, mulai dari warna, bentuk dan ukuran. Masing-masing jenis terung baik dibudidayakan pada kondisi tanah lempung berpasir dengan kisaran pH 6,5-7 dan berproduksi maksimal pada kisaran suhu 22-30oC. Tanaman terung membutuhkan sinar matahari yang cukup, oleh karena itu cocok ditanam pada musim kemarau. Menurut Badan Pusat Statistik (2013), produktivitas tanaman terung di Indonesia pada tahun 2012 yaitu 518.827 ton/ha mengalami kenaikan sejak tahun
Page 6 of 16
1997 sampai tahun 2012 sebesar 1,43%. Meskipun produksi terung nasional tiap tahun cenderung meningkat namun produksi terung di Indonesia masih rendah dan hanya menyumbang 1% dari kebutuhan dunia (Simatupang, 2010). Disamping itu, bertambahnya penduduk, sejalan dengan perubahan gaya hidup menjadikan banyak masyarakat khususnya kalangan muda enggan untuk mengkonsumsi terung. Banyak alasan yang dikemukakan mulai dari rasa dan tekstur yang tidak disukai. Akibat dari pergeseran pola konsumsi tersebut adalah ketidakseimbangan asupan gizi sehingga menyebabkan berbagai macam penyakit di dalam tubuh. Dengan demikian, maka jelas bahwa produksi terung di Indonesia harus ditingkatkan. Salah satu cara yaitu dengan cara budidaya terung. Namun untuk membudidayakan terung ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dan dipersiapkan mulai dari tanam sampai panen. I.2 Rumusan Masalah 1. Bagaimana cara budidaya tanaman terung ? 2. Bagaimana cara menganalisis Usaha Praktek Kerja Usaha Pertanaian dengan budidaya tanaman terung ? I.3 Tujuan Pelaksanaan praktek kerja usaha pertanian ini bertujuan untuk: 1. Mengetahui dan melaksanakan cara budidaya tanaman terung. 2. Analisis Usaha Praktek Kerja Usaha Pertanaian dengan budidaya tanaman terung.
Page 7 of 16
II. TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Karakteristik Tanaman Terung Tanaman terung (Solanum molongena L), termasuk dalam family solanceae yang menghasilkan biji, (Spermatophyta) dan biji yang di hasilkan berkeping dua. Beberapa jenis terung yang sangat di kenal oleh masyarakat indonesia yaitu terung kopek yang mempunyai buah besar dan berbentuk bulat agak memanjang dengan ujung buah tumpul, terung craigi dan yang mempunyai buah berukuran sedang dan berbentuk bulat memanjang sehingga tampak lebih langsung dengan ujung buah meruncing, terung yang berbentuk bulat yang memiliki bentuk buah yang bulat seperti terung pendek. Klasifikasi tanaman terung sebagai berikut : ΅ ΅ Divisio : plantae ΅ Sub-divisi : spermatopyta ΅ Kelas : dicotyledonae ΅ Famili : solanaceae ΅ Genus : solanum ΅ Spesies : Solanum melongena L Tanaman terung tumbuh tegak hingga mencapai ketinggian tertentu, selanjutnya mebentuk percabangan yang di sebut batang sekunder. Batang tanaman terung di bedakan menjadi dua macam, yaitu batang utama (batang primer) dan percabang (batang sekunder). Dalam perkemban perkembangan batang sekunder ini akan mempunyai percabangan baru. Batang utama merupakan penyangga berdirinya tanaman, sedang percabangan adalah bagian tanaman yang mengeluarkan bunga. batang utama bentuknya persegi (angularis), sewaktu muda berwarna ungu kehijauan, setelah dewasa menjadi ungu kehitaman (Imdad, 2001). Daun terung terdiri atas tangkai daun (petiolus) dan helaian daun (lamina). Daun seperti ini lazim disebut daun bertangkai. Tangkai daun berbentuk slindris
Page 8 of 16
dengan sisi agak pipih dan menebal di bagian pangkal, panjang berkisar antara 5-8 cm. Helaian daun terdiri dari ibu tulang daun,terdiri atas ibu tulang daun, tulang cabang dan urat-urat daun. Ibu tulang daun merupakan perpanjangan dari tangkai daun yang makin mengecil kearah pucuk. Lebar helaian daun 7-9 cm atau lebih sesuai varietasnya. Panjang daun antara 12-20 cm. Bangun daun berupa belah ketupat hingga oval, bagian ujung daun tumpul, pangkal daun mruncing, dan sisi bertoreh. Bunga terung merupakan bunga banci atau bunga berkelamin dua, dalam satu bunga terdapat alat kelamin jantan (benang sari) dan alat kelamin wanita (putik). Bunga seperti ini dinamakan bunga lengkap. Perhiasan bunga yang di miliki adalah kelopak bunga, mahkota bunga, dan tangkai bunga. Buah terung merupakan buah sejati tuggal dan berdaging tebal, lunak, serta tidak akan pecah bila buah telah masak. Daging buah lunak dan berair. Daging buah ini merupakan bagian yang enak di makan. Biji-biji terdapat bebas dalam daging buah. Daun kelopak melekat pada dasar buah, dan berwarna hijau atau keunguan. Buah terung bentuknya beraneka ragam sesuai vareietasnya (Soetasad dkk, 2003). 2.2 Syarat Tumbuh Terung a) Iklim Tanaman terung dapat tumbuh dan berproduksi baik di dataran rendah sampai dataran tinggi ±1000m dpl. Selama pertumbuhannya, terung menghendaki suhu antara 22o-23oC sehingga sangat cocok di tanam pada musim kemarau pada keadaan cuaca panas akan merangsangdan mempercepat proses pembungaan ataupun pembuahan. Untuk mendapat produksi yang tinggi, tempat penanaman terung harus terbuka (mendapat sinar matahari) yang cukup. Di tempat yang terlindung pertumbuhan tanaman terung akan kurus dan kurang produktif (Rukmana, 1994).
Page 9 of 16
b) Tanah Kondisi tanah yang ideal untuk penanaman terug yaitu tanah yang remah, lempung berpasir, dan cukup bahan organik. Dengan kondisi tersebut, biasanya aeeasi dan drainasenya baik, tidak mudah tergenang air. Sebenarnya terung dapat di tanam di segala jenis tanah, asal cukup bahan organik. Keasaman (pH) tanah yang sesuai untuk tanaman terung sekitar 6,0-6,5 (Pracaya, 2002). 2.3 Jenis Terung Menurut Nazzarudin (2003). Buah terung cukup banyak jenisnya. Penampilan bervariasi dari soal warna, bentuk, ukuran. Berikut ini beberapa jenis terung di tanam yang sangat di kenal oleh masyarakat indonesia yaitu : Terung kopek Bentuknya bulat panjang, lurus, berwarna ungu atau hijau muda. Ujungnya tumpul, kulit licin dan mulus. Rasanya agak manis dan daging buahnya lunak. Terung craigi Mirip terung kopek yang bulat panjang, tetapi ujungnya runcing, terung ini juga tak selalu lurus, ada yang bengkok. Warnanya ungu. Terung bogor atau terung kelapa Ukuran buah lebih besar dari terung umumnya. Bentuk bulat pendek, Warna putih atau putih kehijau-hijauan. Meskipun ukuran buahnya besar, terung ini kurang di sukai konsumen karena rasanya agak getir. Terung glatik Buahnya kecil, bulat, dan berwarna unggu. Terung ini di kenal juga dengan nama terung lalap karena lebih enak di makan mentah. Terung jepang Terung jepang mempunyai bentuk yang beraneka ragam, tergantung varietasnya. Bentuk buah yang di kenal adalah bulat bulat panjang slindris,
Page 10 of 16
panjang lonjong, lonjong (oval) bulat lebar, dan bulat. Kulit buahnya berupa lapisan tipis berwarna unggu hingga unggu gelap mengilap. Daging buahnya tebal, lunak, dan berair. Biji- bijinya terdapat bebas dalam daging buah.
Page 11 of 16
III. TEKNIK BUDIDAYA 3.1 Tempat dan Waktu Pelaksanaan Praktek Kuliah Usaha Pertanian (PKUP) akan dilaksanakan di Desa Wilalung Kecamatan Gajah Kabupaten Demak, yang akan dilaksanakan pada bulan April 2015 sampai bulan Juni 2015, dengan jenis tanah lempung berpasir. 3.2 Bahan dan Alat Adapun bahan yang digunakan dalam PKUP adalah bibit terung hijau, pupuk kandang dan pestisida. Adapun alat yang digunakan dalam PKUP ini adalah : cangkul, ajir, ember, dan pompa semprot. 3.3 Kultur Teknis a) Pembibitan Diperoleh dari permbelian bibit terung hijau di Desa Wilalung, dengan ciri-ciri bibit berdaun 4 helai, tinggi bibit seragam, umur bibit ±3minggu. Pembelian bibit sebanyak 800 bibit. b) Pengolahan Lahan Pengolahan tanah pertama yang dilakukan adalah membuang rumput- rumput yang ada dilahan. Kedua pengolahan tanah dilakukan dengan cara membalik tanah dan memecah bongkah tanah agar diperoleh tanah yang gembur untuk memperbaiki aerasi. Tanah yang akan ditanami dicangkul sedalam 15-30 cm. c) Penanaman Penentuan Pola Tanaman Membuat lubang tanam sedalam 10 cm dengan jarak 50 x 50 cm. Jarak tanam hendaknya teratur, agar tanaman memperoleh ruang tumbuh yang seragam dan mudah disiangi. Apabila jarak tanam terlalu rapat, akar tanaman yang satu akan masuk kedalam perakaran tanaman yang lainnya sehingga saling berebut dalam penyerapan zat hara dan disamping itu cahaya yang diperoleh tanaman menjadi lebih sedikit karena saling
Page 12 of 16
menutupi sehingga hasil fotosintesis tidak maksimal. Penanaman dengan jarak tanam yang lebih lebar maka pertumbuhannya akan baik karena kebutuhan tanaman tercukupi, namun demikian apabila penanaman terlalu lebar maka tidak efisien dalam memanfaatkan ruang tempat tumbuh/lahan. Penanaman Penanaman dilakukan sore hari untuk menghindari stress. Caranya dengan memasukkan bibit beserta tanahnya kedalam tanah. Kemudian dilakukan penyiraman. d) Pemeliharaan dan Perawatan ΅ Pemupukan, pertama dilakukan satu minggu sekali dengan menggunakan pupuk organik cair “ Hantu“ sebanyak 2cc/liter air dan pemupukan ke kedua dilakukan satu bulan sekali dengan menggunakan pupuk organik “Petrobio” sebanyak 120 g untuk semua tanaman. ΅ Penyiraman, dilakukan 3 hari sekali apabila matahari tidak terik. Apabila matahari bersinar terik, penyiraman dilakukan setiap hari. Penyiraman dilakukan sampai tanaman terung berbunga, setelah tanaman berbunga frekuensi penyiraman ditingkatkan yaitu 2 hari sekali. ΅ Penyiangan, dilakukan 2-3 minggu sekali dengan mencabut gulma disekitar tanaman terung menggunakan cangkul atau tangan. ΅ Perempelan, dilakukan pada semua tunas yang keluar di ketiak daun, baik di bawah cabang utama maupun di bawah cabang-cabang produktif. Perempelan daun di bawah cabang utama dilakukan pada saat tajuk tanaman telah menutupi seluruh daun bagian bawah, karena pada saat ini daun sudah tidak berfungsi secara optimal. ΅ Penyulaman, dilakukan apabila ada tanaman yang terlihat layu dan pertumbuhannya abnormal. Caranya dengan mencabut tanaman yang terlihat layu dan pertumbuhannya abnormal dan mengganti dengan bibit yang baru agar pertumbuhan tanaman cabai seragam.
Page 13 of 16
΅ Pengajiran, dilakukan setelah tanaman berumur 3 minggu dengan cara mentancapkan ajir ke dalam tanah dengan jarak 5-7 cm dari pangkal batang. Ajir berguna untuk menopang tanaman agar berdiri tegak. ΅ Hama dan penyakit, penggunaan pestisida hanya dilakukan apabila tanaman terlihat terserang hama atau sakit. e) Pemanenan Panen pertama dilakukan setelah 70-80 hari sejak bibit ditanam. Selanjutnya, panen dilakukan setiap 3-7 hari sekali. Dalam satu kali musim tanam, bisa mencapai 13-15 kali panen, bahkan bisa lebih. Waktu yang tepat untuk panen adalah pagi dan sore hari. Buah dipetik dengan tangkainya, buah terung tidak tahan lama. Oleh karena itu harus segera dipasarkan begitu selesai panen. Sortasi untuk budidaya terung dilakukan berdasarkan ukuran dan warna buah. Kriteria panen buah terung yang baik adalah daging belum keras, warna buah mengkilat, ukuran tidak terlalu kecil atau terlalu besar. Bila dipotong belum tampak biji yang berwarna kuning keemasan dan warna daging keemasan dan warna daging buah masih putih bersih.
Page 14 of 16
IV. ANALISIS USAHA 4.1 Rancangan Biaya NO Keperluan Rincian Pengeluaran Banyak Harga Satuan (Rp) Jumlah (Rp) I. Bahan Habis Pakai 1 Bibit Terung 800 bibit 100 80.000 2 Pupuk Kandang 80 Kg 1.000 80.000 3 Pestisida 2 botol 25.000 50.000 Sub Total Rp. 210.000,00 II. Peralatan Penunjang 1 Sewa Lahan 500.000 2 Bambu 15 batang 7.000 105.000 Sub Total Rp. 605.000,00 III. Transportasi 1 - Pembelian benih 20.000 - Pembelian alat-alat 20.000 2 Transportasi ke Lokasi 5 30.000 150.000 Sub Total Rp. 190.000,00 IV. Lain-lain 1 Pembuatan Proposal 2 10.000 20.000 2 Biaya penanaman 1 kali 30.000 30.000 3 Biaya Penyiangan 3 Kali 25.000 75.000 4 Biaya Pengolahan Tanah 1 kali 500.000 500.000
Page 15 of 16
5 Biaya Pemanenan @ 1 orang 3 kali 30.000 90.000 6 Pembuatan Laporan Akhir 2 10.000 20.000 Sub Total Rp. 735.000,00 Total Keseluruhan Biaya Rp. 1.740.000,00 4.2 Rekapitulasi Estimasi Dana No Keperluan Jumlah (Rp) I. Bahan Habis Pakai Rp. 210.000,00 II. Peralatan Penunjang Rp. 605.000,00 III. Transportasi Rp. 190.000,00 IV. Lain-lain Rp. 735.000,00 Total Rp. 1.740.000,00 4.3 Input Yang Diperoleh NO Penjualan hasil Rincian Penjualan Banyak Harga Satuan (Rp) Jumlah (Rp) Harga Terung 1 Hasil panen 4.4 Laba Yang Diperoleh Laba = Input yang Diperoleh – Total Estimasi Dana = =
Page 16 of 16
DAFTAR PUSTAKA 16 of 16 Displaying pak untung pkup - Copy - Copy - Copy.docx.
Links
No comments:
Post a Comment