Thursday, 17 December 2015

LAPORAN PRAKTIKUM TEKNOLOGI BENIH





 keyword :
 Page 1 of 29 1 HALAMAN JUDUL LAPORAN PRAKTIKUM TEKNOLOGI BENIH (BENIH KACANG HIJAU, DAYA KECAMBAH BENIH, UJI VIGOR BENIH, DAN KADAR AIR BENIH) Disusun Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Pebiakan Generatif Dosen Pengampu : Ir. Untung Sudjianto, MS Disusun Oleh : Kelompok 9 1. Khoirus Somi’ NIM : 2010-41-022 2. Arifah Ayuara Nasution NIM : 2012-41-014 3. Nashirotus Sa’adah NIM : 2012-41-017 4. Raka Meida Nuriman NIM : 2012-41-018 PROGRAM STUDI AGROTEKNOLOGI FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS MURIA KUDUS 2014 Page 2 of 29 2 KATA PENGANTAR Puji syukur kita panjatkan ke hadirat Allah Yang Maha Pemberi Rahmat karena atas kehendak-Nya juga laporan praktikum ini dapat selesai. Laporan praktikum yang berjudul laporan praktikum teknologi benih (benih kacang hijau, daya kecambah benih, uji vigor benih, dan kadar air benih) ini disusun dalam rangka memenuhi tugas mata kuliah Pembiakan Generatif. Kami menyadari bahwa dalam menyusun laporan praktikum ini banyak mendapat bantuan dari berbagai pihak, maka kami ucapkan terima kasih kepada: 1. Ir. Untung Sudjianto, MS selaku dosen pengampu mata kuliah Pembiakan Generatif yang telah membimbing kami semua. 2. Teman-teman yang telah banyak memberi masukan serta saran-saran yang membangun. 3. Semua pihak yang telah membantu hingga selesainya penyusunan laporan praktikum ini. Kami menyadari bahwa laporan praktikum ini masih sangat jauh dari kesempurnaan. Oleh karena itu, kami mohon maaf atas kekurangan yang terdapat pada laporan praktikum ini. Kami mengharapkan kritikan, masukan, dan saran yang membangun dari berbagai pihak. Semoga laporan praktikum ini dapat menambah wawasan dan bermanfaat dalam perkembangan ilmu pertanian. Kudus, 09 November 2014 Penyusun Page 3 of 29 3 DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL i KATA PENGANTAR ii DAFTAR ISI iii ACARA I BENIH KACANG HIJAU 1 A. Latar Belakang 1 B. Tujuan 1 C. Waktu dan Tempat 1 D. Bahan dan Alat 2 E. Prosedur 2 F. Hasil dan Pembahasan 2 G. Kesimpulan 7 H. Daftar Pustaka 8 ACARA II DAYA KECAMBAH BENIH 9 A. Latar Belakang 9 B. Tujuan 9 C. Waktu dan Tempat 9 D. Bahan dan Alat 10 E. Prosedur 10 F. Hasil dan Pembahasan 11 G. Kesimpulan 12 H. Daftar Pustaka 12 ACARA III UJI VIGOR BENIH 13 A. Latar Belakang 13 B. Tujuan 14 C. Waktu dan Tempat 14 D. Bahan dan Alat 14 E. Prosedur 14 F. Hasil dan Pembahasan 14 G. Kesimpulan 15 Page 4 of 29 4 H. Daftar Pustaka 15 ACARA IV KADAR AIR BENIH 16 A. Latar Belakang 16 B. Tujuan 17 C. Waktu dan Tempat 17 D. Bahan dan Alat 17 E. Prosedur 17 F. Hasil dan Pembahasan 18 G. Kesimpulan 19 H. Daftar Pustaka 19 Page 5 of 29 5 Page 6 of 29 6 ACARA I BENIH KACANG HIJAU A. Latar Belakang Kacang hijau merupakan tanaman budidaya dan palawija yang dikenal luas di daerah tropika. Kacang hijau termasuk dalam suku polong-polongan yang memiliki banyak manfaat, salah satunya adalah sumber protein nabati yang tinggi. Bagian terpenting dari kacang hijau adalah bijinya yang bernilai ekonomi. Biji tersebut apabila tumbuh akan menjadi kecambah yang mempunyai kandungan enzim amylase sebagai pembantu metabolism karbohidrat. Pembiakan tanaman terbagi menjadi 2, yaitu seksual (menggunakan biji/vegetative) dan aseksual (tanpa biji/vegetative). Pembiakan generatif adalah cara yang paling umum untuk membiakkan tanaman menyerbuk sendiri, dan juga digunakan oleh tanaman menyerbuk silang secara meluas. Biji bagi tanaman merupakan alat untuk mempertahankan eksistensi jenisnya. Di dalam biji terdapat cadangan makanan yang berfungsi sebagai sumber energi untuk kelangsungan hidup kecambah dan digunakan oleh organisme lain termasuk manusia sebagai sumber makanan. Biji atau benih secara morfologis sama yaitu sama-sama berasal dari hasil pembuahan yang merupakan peleburan gamet jantang dan betina, demikian pula secara fisiologis dan biokimia adalah sama namun secara fungsional antara biji dan benih berbeda. Perbedaan itu terletak pada tujuannya biji diperuntukkan untuk tujuan konsumsi sedangkan benih ditujukan untuk penanaman (memper-banyak tanaman) baik secara ekologis maupun agronomis. Salah satu tanaman yang menggunakan pembiakan generative (menggunakan biji) adalah kacang hijau. B. Tujuan Untuk mengetahui pertumbuhan dan perkembangan kacang hijau. C. Waktu dan Tempat Praktikum benih kacang hijau dilaksanakan hari rabu, 01 Oktober 2014 di Lahan Fakultas Pertanian Universitas Muria Kudus. Page 7 of 29 7 D. Bahan dan Alat ҉ ҉ Benih kacang hijau 243 butir ҉ Rafia ҉ Taju 1 buah ҉ Penggaris ҉ Cangkul 1 buah ҉ Ajir 4 batang E. Prosedur 1. Mengukur rafia dengan ukuran 20cmx20cm untuk membuat jarak tanam. 2. Menggemburkan lahan ukuran 2mx2m yang sudah disiapkan dari pihak fakultas. 3. Menancapkan bambu ke 4 ujung bagian lahan dan mengikat masing-masing bambu dengan rafia yang telah di beri ukuran jarak tanam. 4. Memberikan lubang pada lahan sesuai ukuran jarak tanam, dengan awalan setengah jarak tanam, sehingga dihasilkan 81 lubang. 5. Mengisi masing-masing lubang dengan 3 benih kacang hijau. 6. Menutup lubang yang telah berisi benih kacang hijau dengan tanah dan menyiram lahan dengan rata. 7. Menyiangi lahan 1 dan 5 minggu setelah tanam. 8. Menyiraman lahan setiap hari sampai berbunga dan berbuah. 9. Melakukan pengamatan yang meliputi: prosentase muncul lapangan 1 MST, perkembangan bunga dan buah, memanen buah contoh dan pengaruh periode pembentukan buah. Berikut langkah-langkah masing-masing pengamatan : a) Presentase Muncul Lapangan Pengamatan prosentase kemampuan muncul lapangan dilakukan pada saat 1 minggu setelah tanam kacang hijau dengan cara menghitung jumlah benih kacang hijau yang tumbuh dan dihitung dengan rumus: x 100% Page 8 of 29 8 b) Mengamati perkembangan bunga dan buah 1. Pada saat berbunga pertama menandai paling sedikit 10 bunga dengan benang berwarna. Satu tanda untuk satu tanaman. 2. Selang 1 minggu menandai lagi 10 bunga dengan benang yang berbeda warnanya dengan warna benang minggu lalu. Melakukan langkah ini sampai dengan periode minggu keempat setelah berbunga. 3. Mengamati bunga-bunga pada setiap warna benang dan menggambarkan perkembangan bunga-bunga tersebut sampai dengan akhir perkembangan buah/polong. 4. Mengukur panjang polong yang tumbuh dari masing-masing bunga yang diamati dan gambar kurvanya dengan kertas mm. c) Memanen buah contoh 1. Memanen kacang hijau 5 kali dengan mencabut 3 tanaman pada selang 3 hari sejak polong yang ditandai pertama kali berisi penuh. Setiap tanaman merupakan satu ulangan. 2. Memisah dan menghitung polong masak, polong muda dan polong sangat muda. 3. Mengupas, menghitung dan menimbang biji yang sudah masak. d) Pengaruh Periode Pembentukan Buah 1. Perlakuan : a. panen saat masak fisiologi kelompok pertama; b. panen saat masak fisiologi kelompok kedua; c. panen saat masak fisiologi kelompok ketiga. 2. Polong yang paling cepat masak fisiologi (panen pertama) termasuk perlakuan a. 3. Masing-masing biji hasil panen ditimbang dan diuji daya kecambah, kadar air dan muncul lapangannya. F. Hasil dan Pembahasan ᘟ Hasil a) Presentase Muncul Lapangan Tabel 1. Data Pengamatan Tanaman Muncul Lapangan 1 MST Page 9 of 29 9 3 3 3 3 3 3 3 3 2 2 2 3 3 3 3 3 3 2 2 2 3 3 3 3 3 2 3 3 3 2 3 3 3 3 2 2 3 3 2 3 3 3 3 3 3 2 3 3 2 3 2 3 3 3 2 3 3 3 3 3 3 3 3 3 2 3 3 3 3 2 3 3 2 3 2 3 3 2 3 3 3 Jumlah lubang tanam = 81 Jumlah benih yang ditanam = 81 x 3 = 243 Jumlah benih yang tumbuh = 223 x 100% = = 91,77 % b) Mengamati perkembangan bunga dan buah Tabel 2. Data Pengamatan Panjang Polong Kacang Hijau Di Mulai Pada Minggu Pertama Setelah Berbunga Dengan Benang Warna Orange Tanda I Tanggal Bunga (cm) 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 23-Nov-2014 7 8.5 4 6 5.5 3.5 7 5.5 8.5 7.5 30-Nov-2014 10.5 10.5 5 7 6 5.5 9 7 10 9 7-Dec-2014 8.3 9.5 3.5 8.5 6.3 4 8.5 7.5 9.3 7.5 14-Dec-2014 8 7.5 0 6.5 8.1 0 7.3 6.25 6.5 5 Tabel 3. Data Pengamatan Panjang Polong Kacang Hijau Di Mulai Pada Minggu Ke-2 Setelah Berbunga Dengan Benang Warna Kuning Tanda II Page 10 of 29 10 Tanggal Bunga (cm) 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 30-Nov-2014 8.5 11 11.5 8.5 9 8.5 9 10 9.5 7.5 7-Dec-2014 9.67 10.5 9.5 7.5 10.5 9.8 9.5 9 8.5 8.5 14-Dec-2014 8.33 8.5 7.7 6 6 9.5 7.8 8.2 6.7 6.25 21-Dec-2014 6.5 6 5.5 4 5.83 7 5 7.5 4 3 c) Memanen buah contoh Tabel 4. Data Hasil 5 Kali Pencabutan 3 Tanaman Kacang Hijau Per Petak, Dengan Selang Waktu 3 Hari Tanggal 29 November 2014 Tanaman 1 Tanaman 2 Tanaman 3 Jumlah polong sangat muda 0 3 1 Jumlah polong muda 7 4 5 Jumlah polong tua 6 0 0 Jumlah biji 12 0 0 Bobot biji 0.6 0 0 Tanggal 3 Desember 2014 Tanaman 1 Tanaman 2 Tanaman 3 Jumlah polong sangat muda 0 0 2 Jumlah polong muda 3 5 7 Jumlah polong tua 5 4 2 Jumlah biji 35 15 5 Bobot biji 0.17 0.05 0.12 Tanggal 7 Desember 2014 Tanaman 1 Tanaman 2 Tanaman 3 Jumlah polong sangat muda 3 0 6 Jumlah polong muda 0 4 6 Jumlah polong tua 5 3 4 Jumlah biji 43 22 15 Bobot biji 0.21 0.13 0.08 Page 11 of 29 11 Tanggal 11 Desember 2014 Tanaman 1 Tanaman 2 Tanaman 3 Jumlah polong sangat muda 2 7 1 Jumlah polong muda 0 3 0 Jumlah polong tua 7 3 9 Jumlah biji 42 18 48 Bobot biji 2.54 0.14 1.39 Tanggal 15 Desember 2014 Tanaman 1 Tanaman 2 Tanaman 3 Jumlah polong sangat muda 7 14 0 Jumlah polong muda 5 1 0 Jumlah polong tua 16 2 5 Jumlah biji 54 6 34 Bobot biji 3.15 0.1 1.67 d) Pengaruh Periode Pembentukan Buah Tabel 5. Data Hasil Panen Kacang Hijau Per Petak Panen Bobot Biji Per Petak Bobot 100 Biji Rata- rata I II III Panen I 94.81 gr 4.76 gr 4.8 gr 4.61 gr 4.72 gr Panen II 104.54 gr 5.06 gr 5.92 gr 4.62 gr 5.20 gr Panen III 148.79 gr 6.02 gr 5.08 gr 5.31 gr 5.47 gr ᘟ Pembahasan Pada minggu pertama setelah tanam, belum ada tanda-tanda tumbuh gulma sehingga penyiangan tidak dilakukan. Menginjak minggu kelima gulma sudah mulai tumbuh, sehingga dilakukan pencabutan gulma langsung dengan tangan pada tanggal 5 november 2014. a) Presentase Muncul Lapangan Page 12 of 29 12 Dari tabel terlihat bahwa dalam 1 minggu setelah tanam dihasilkan 91.77% benih kacang hijau sudah tumbuh. Ini dapat dikatakan bahwa benih tersebut baik. b) Mengamati perkembangan bunga dan buah Pengikatan tanda bunga dilakukan 2 kali, karena setelah pengikatan yang ke-2 sudah tidak berbunga lagi. Pengikatan pertama menggunakan benang warna orange dan yang ke-2 menggunakan benang warna kuning. Pada masing-masing bunga untuk tanda pertama, ada yang mengalami pemanjangan polong di tiap minggunya, dan ada yang mengalami penyusutan bahkan mengalami kematian. Namun rata-rata mengalami pemanjangan pada minggu ke-3 setelah berbunga, kemudian menyusut atau menurun. Berbeda dengan tanda pertama, tanda ke-2 mengalami pemanjangan maksimal pada minggu ke-2 setelah itu menyusut, namun masing-masing bunga tidak ada yang mengalami kematian. c) Memanen buah contoh Pencabutan 3 tanaman di awali tanggal 29 November 2014, kemudian dilakukan pencabutan susulan selang 3 hari. Dan dilakukan penghitungan polong sangat muda, muda, tua, serta jumlah biji tua dan bobotnya. Pada pencabutan awal untuk tanaman pertama tidak terdapat polong sangat muda, namun terdapat 7 polong muda dan 6 polong tua, sedangkan untuk tanaman 2 dan 3 terdapat polong sangat muda namun masing-masing tidak terdapat polong tua. Tanggal 3 Desember 2014, untuk tanaman 1 dan 2 tidak terdapat polong sangat muda, sedangkan tanaman ke-3 ada polong sangat muda sebanyak 2 buah. Bobot biji tanaman 1 dan 3 tidak jauh beda, sedangkan tanaman ke 2 hanya 0.05 gram. Ini lebih sedikit di antara ke dua tanaman. Tanggal 7 Desember 2014, tanaman 1 tidak ada polong muda, yang ke-2 tidak ada polong sangat muda dan yang ke-3 ada polong sangat mudan, Page 13 of 29 13 muda dan tua. Untuk bobot biji yang tebanyak adalah pada tanaman 1 dengan angka 0.21 gram, sedangkan tanaman ke-2 0.13, dan ke-3 0.08 gram. Tanggal 11 Desember 2014, tanaman 1 dan 3 sama-sama tidak ada polong muda. Namun untuk jumlah polong tua tidak berbeda jauh, yaitu 42 untuk tanaman 1 dan 48 untuk tanaman 3. Walaupun jumlah biji tanaman ke-3 lebih banyak, tetapi dalam untuk bobot biji tanaman 1 lebih banyak yaitu 2.54 gram. Tanggal 15 Desember 2014, tanaman ke-3 tidak terdapat polong sangat muda dan polong muda, hanya terdapat polong tua dengan jumlah biji 34 dan bobot biji 1.67 gram. Untuk tanaman 1 jumlah biji 54 dengan bobot 3.15 gram dan tanaman ke 2 jumlah biji 6 dengan bobot hanya 0.1 gram. d) Pengaruh Periode Pembentukan Buah Panen I dilakukan pada tanggal 8 Desember 2014, dengan ciri-ciri polong kacang hijau per petak sudah coklat merata. Setelah pemanenan, dilakukan pengeringan untuk mempermudah pemisahan kulit polong dengan biji. Kemudian baru dilakukan penimbangan polong dan penimbangan 100 biji. Panen ke-2 dilakukan 1 minggu setelah panen pertama, yaitu tanggal 15 Desember 2014. Dan panen ke-3 dilakukan tanggal 27 Desember 2014. Dari panen ke-2 menuju ke-3 cukup lama, karena menunggu seluruh polong yang tersisa berwarna coklat. Dan dari tabel terlihat bahwa dari tiap pemanenan mengalami kenaikan hasil. Yang paling tinggi adalah panen terakhir (ke-3) yaitu 148.79 gr. Ini disebabkan karena selang waktu panen yang cukup lama, kemudian awal pemanenan banyak hama yang menghisap polong kacang hijau sehingga hasilnya kurang maksimal. Dan menjelang akhir pemanenan baru diberikan pestisida untuk memberantas hama tersebut, sehingga panen ke-3 hasilnya lebih tinggi. Page 14 of 29 14 Untuk bobot 100 biji, pada panen pertama menghasilkan rata-rata 4.72 gram, sedang untuk panen ke-2 dan ke-3 yaitu 5.20 gram dan 5.47 gram. Sama dengan hasil panen, bahwa dari bobot 100 biji dari panen pertama sampai ke-3 mempunyai bobot tertinnggi adalah ke-3. G. Kesimpulan Pada minggu pertama benih kacang hijau sudah mulai tumbuh hingga 91.77%. Setelah benih mulai berbunga dilakukan pemberian tanda bunga dan diamati panjang polongnya. Masing-masing bunga ada yang mengalami pemanjangan polong ada juga yang turun. Kemudian dilakukan juga pencabutan 3 tanaman sampai 5 kali selang 3 hari. Dan yang terakhit dilakukan pemanenan hasil kacang hijau dengan 3 kali panen dan masing-masing ditimbang bobot 100 biji. H. Daftar Pustaka Fedy. 2013. Laporan praktikum pertanian. http://fedygeneral.blogspot.com/2013/12/budidaya-kacang-hijau.html (26 Desember 2014) Wendy.2013.Laporan Praktikum Pertumbuhan Kacang Hijau. http://czillagoz.blogspot.com/2013/11/laporan-praktikum-pertumbuhan- kacang.html (25 Desember 2014) Page 15 of 29 15 ACARA II DAYA KECAMBAH BENIH A. Latar Belakang Perkecambahan merupakan serangkaian peristiwa penting sejak benih dorman sampai kebibit yang sedang tumbuh tergantung dari viabilitas benih, lingkungan yang cocok dan pada beberapa tanaman tergantung pada usaha pemecahan dormansi. Oleh karena itu perlu dilaksanakan pengujian benih untuk mengetahui viabilitas benih atau kemampuam benih untuk tumbuh menjadi bibit pada kondisi lingkungan yang optimum. Uji perkecambahan itu meliputi uji daya kecambah, yang erat kaitanya dengan viabilitas benih dan uji kecepatan berkecambah yang berhubungan erat dengan vigor benih. Daya tumbuh atau daya berkecambah ialah jumlah benih yang berkecambah dari sejumlah benih yang di kecambahkan pada media tumbuh optimal (kondisi laboratorium) pada waktu yang telah ditentukan, dan dinyatakan dalam persen. Pengujian daya kecambah adalah mengecambahkan benih pada kondisi yang sesuai untuk kebutuhan perkecambahan benih tersebut, lalu menghitung presentase daya berkecambahnya. Persentase daya berkecambah merupakan jumlah proporsi benih- benih yang telah menghasilkan perkecambahan dalam kondisi dan periode tertentu. Pengujian benih dilakukan untuk menentukan baik mutu fisik maupun mutu fisiologik suatu jenis atau kelompok benih. Pengujian perkecambahan benih yang sering dilakukan adalah dengan menggunakan substratum kertas dan pasir. Beberapa metode yang dikenal antara lain : pada kertas (PK), pada pasir (PP), dalam pasir (DP), antar kertas (AK), dan pada kertas digulung dalam plastic (PKDp). B. Tujuan Untuk mengetahui cara dan hasil uji daya kecambah benih kacang tanah. C. Waktu dan Tempat Praktikum daya kecambah benih dilaksanakan hari senin, 20 Oktober 2014 di Laboratorium Produksi Fakultas Pertanian Universitas Muria Kudus. Page 16 of 29 16 D. Bahan dan Alat ҉ ҉ Benih kacang tanah 80 butir ҉ Kertas ҉ Bak perkecambahan ҉ Gunting ҉ Cawan petridish ҉ Pipet E. F. Prosedur 1. Metode Uji Pada Kertas (PK) o Menggunting kertas seukuran diameter cawan petridish. o Meletakkan 5 lembar guntingan kertas dalam cawan petridish. o Membasahi kertas dalam cawan petridish menggunakan pipet. o Meletakkan 10 benih kacang tanah kedalam cawan petridish. o Meletakkan cawan petridish tersebut diatas dalam tempat perkecambahan. o Mengulang langkah-langkah tersebut diatas untuk 3 cawan petridish lainnya. o Menghitung, mencatat dan mengambil kecambah normal dan tidak normal setiap hari, selama 2 minggu. o Setelah 2 minggu biji mati dan biji terserang jamur dihitung jumlahnya. o Menghitung persentase daya kecambah benih dengan rumus: Keterangan : DK : Daya kecambah JK : Jumlah kecambah 2. Metode Uji dalam Pasir (DP) o Mengambil pasir dan meletakkannya dalam bak pekecambahan dengan ketebalan kira-kira 3 cm. o Membasahi dengan air sedikit demi sedikit, sampai permukaan pasir basah. o Membuat 4 garis pada permukaan pasir menggunakan telunjuk. Page 17 of 29 17 o Meletakkan 10 benih kacang tanah dalam satu garis kemudian garis ditutup dengan pasir disekitarnya. o Menghitung, mencatat dan mengambil kecambah normal dan tidak normal yang telah muncul diatas permukaan pasir setiap hari, selama 2 minggu. Page 18 of 29 18 G. Hasil dan Pembahasan 1. Dengan Metode Uji Pada Kertas (PK) Tabel 1. Data Pengamatan Jumlah Kecambah Benih Kacang Tanah Tanggal Ulangan I Ulangan II Ulangan III Ulangan IV 21-Oct-2014 1 0 1 0 22-Oct-2014 0 2 0 0 23-Oct-2014 0 0 2 0 24-Oct-2014 4 3 3 7 Tabel 2. Data Pengamatan Jumlah Jamur Benih Kacang Tanah Tanggal Ulangan I Ulangan II Ulangan III Ulangan IV 21-Oct-2014 0 0 0 0 22-Oct-2014 0 0 0 0 23-Oct-2014 5 1 1 1 24-Oct-2014 0 4 3 2 2. Dengan Metode Uji dalam Pasir (DP) Tabel 1. Data Pengamatan Jumlah Kecambah Benih Kacang Tanah Tanggal Ulangan I Ulangan II Ulangan III Ulangan IV 21-Oct-2014 2 0 1 1 22-Oct-2014 0 0 2 0 23-Oct-2014 3 6 4 6 24-Oct-2014 0 0 0 0 Page 19 of 29 19 Tabel 2. Data Pengamatan Jumlah Jamur Benih Kacang Tanah Tanggal Ulangan I Ulangan II Ulangan III Ulangan IV 21-Oct-2014 0 0 0 0 22-Oct-2014 5 1 1 2 23-Oct-2014 0 0 0 0 24-Oct-2014 0 3 2 2 Pada pengujian daya kecambah benih kacang tanah menggunakan media pasir hanya mengasilkan daya kecambah 57.5%. Sedangkan pada pengujian daya kecambah benih kacang tanah menggunakan media kertas daya kecambah 60%. Masing-masing daya kecambah benih kacang tanah maupun pasir tidak memberikan hasil yang maksimal atau daya kecambahnya sedikit karena kebanyakan benih tersebut terserang oleh jamur. Ini disebabkan karena terlalu banyaknya air saat menyiram. Untuk jamur pada media pasir hanya berwarna putih seperti ada bulu-bulu. Sedangkan pada media kertas ada berbagai macam yaitu pada 1 benih ada yang berwarna putih saja, kemudian ada yang hijau dan hitam, kuning dan hitam dan ada yang mempunyai 3 warna sekaligus yaitu coklat, hitam dan hijau. H. Kesimpulan Untuk menguji daya kecambah suatu benih bisa dilakukan menggunakan media pasir (DP) dan media kertas (PK). Dan pada pengujian daya kecambah benih kacang tanah menggunakan media pasir maupun kertas menghasilkan presentase yang rendah karena kebanyakan benih terserang oleh jamur yang senang terhadap media yang lembab. I. Daftar Pustaka Karina. 2014. Uji Daya dan Kecepatan Berkecambah Benih. http://arienlaporan.blogspot.com/2014/05/first-step-laporan-uji-daya- dan.html (25 Desember 2014) Page 20 of 29 20 Sulistio. 2011. Pengujian Daya Kecambah Benih. http://bostio.blogspot.com/2011/05/pengujian-daya-kecambah-benih.html (25 Desember 2014) Page 21 of 29 21 ACARA III UJI VIGOR BENIH A. Latar Belakang Perkecambahan merupakan proses metabolism biji hingga dapat menghasilkan pertumbuhan dari komponen kecambah (plumula dan radikula). Setiap biji yang dikecambahkan ataupun yang diujikan tidak selalu pertumbuhan kecambahnya sama, hal ini dipengaruhi berbagai macam faktor-faktor yang mempengaruhi kecepatan perkecambahan. Kecepatan berkecambah benih adalah kecepatan benih untuk berkecambah normal. Pengujian benih sangatlah penting untuk dilakukan, terujinya benih berarti terhindarnya petani dari berbagai kerugian yang dapat timbul dari pelaksanaan usaha taninya. Vigor adalah sejumlah sifat-sifat benih yang mengidikasikan pertumbuhan dan perkembangan kecambah yang cepat dan seragam pada cakupan kondisi lapang yang luas. Cakupan vigor benih meliputi aspek-aspek fisiologis selama proses perkecambahan dan perkembangan kecambah. Benih yang memiliki vigor yang tinggi akan lebih cepat berkecambah karena memiliki cadangan makanan yang tinggi, sehingga dapat membantu untuk berkecambah lebih cepat dilingkungan yang optimum maupun suboptimum. Pengujian vigor benih merupakan salah satu cara untuk menentukan kualitas dan mutu benih. Uji vigor merupakan parameter viabilitas absolute yang tolak ukurnya bermacam-macam. Tolak ukur mengindikasikan benih yang cepat tumbuh lebih mampu menghadapi kondisi lapang yang sub optimal dan yang digunakan adalah persentase kecambah normal. Pengamatan dan penilaian dalam mengidentifiksi vigor benih dapat dilakukan secara langsung maupun tidak langsung didasarkan pada potensi penampilan suatu lot benih baik secara fisiologis maupun fisik. Secara langsung adalah pengamatan dan penilaian benih pada kondisi lingkungan yang tidak sesuai atau kondisi lain yang dapat diciptakan di laboratorium dan dilakukan pencatatan terhadap tingkat daya tumbuh benih. Secara tidak langsung adalah pengamatan dan penilaian dengan mengukur sifat lain benih yang terbukti berhubungan dengan beberapa aspek penampilan kecambah. Page 22 of 29 22 B. Tujuan Untuk mengetahui cara dan hasil uji vigor benih kacang tanah. C. Waktu dan Tempat Praktikum uji vigor benih dilaksanakan hari rabu, 01 November 2014 di Laboratorium Produksi Fakultas Pertanian Universitas Muria Kudus. D. Bahan dan Alat ҉ ҉ Benih kacang tanah 40 butir ҉ Pecahan bata ҉ Bak perkecambahan ҉ Pinset ҉ Pipet E. F. Prosedur 1. Mengambil pasir dan meletakkannya dalam bak pekecambahan dengan ketebalan kira-kira 3 cm. 2. Membuat 4 garis pada permukaan pasir menggunakan telunjuk. 3. Meletakkan 25 benih yang berukuran kecil atau 10 benih yang berukuran besar dalam satu baris. 4. Dalam satu bak dibuat 4 baris, kemudian ditutup dengan pasir setebal kira-kira 7 cm. 5. Menghitung kecambah yang muncul di permukaan pasir. 6. Menghitung kecambah kuat, kurang kuat, tidak kuat dan mati pada umur 7 hari. G. Hasil dan Pembahasan Tabel 1. Data Pengamatan Uji Vigor Benih Kacang Tanah Tanggal 12 November 2014 Benih Ulangan I Ulangan II Ulangan III Ulangan IV Kuat 2 2 2 4 Tidak kuat 0 1 1 3 Mati 8 7 7 3 Page 23 of 29 23 Dari hasil pengamatan uji vigor kacang tanah pada ulangan pertama hanya 2 benih yang dapat menembus pasir sedalam 7 cm, dan yang lainnya mati. Begitupun dengan ulangan ke-2, ke-3 dan ke-4, hanya sedikit benih kuat. Ini karena sifat pasir tidak mampu mengikat air dan panas sehingga air mudah menguap, agregatnya kuat dan keras sehingga pertumbuhan kecambah benih yang ditanam rendah. Dari pengamatan juga terlihat bahwa beberapa benih yang berkecambah dimakan oleh tikut, sehingga hanya batang saja yang terlihat tumbuh. Dan ada sebagian benih juga yang hilang akibat tikus tersebut. Dalam praktikum ini menggunakan kedalam 7 cm, karena kedalaman tanam merupakan hal penting karena tanah memiliki kandungan unsur yang dibutuhkan tanaman pada kedalaman tertentu dan setiap tanaman memiliki kesesuaian tertentu terhadap kedalaman tanam terkait vigor tanaman. Bibit normal dari benih yang vigor memiliki kekuatan tumbuh pada tanah padat dengan asumsi benih yang mampu tumbuh normal pada kedalaman tanam paling dalam. Sedangkan kecambah dari benih yang kurang vigor tidak memiliki kemampuan tersebut. Dan dari hasil praktikum vigor benih kacang tanah dapat dikatakan rendah. Karena pada hakekatnya vigor benih harus relevan dengan tingkat produksi, artinya dari benih bervigor tinggi akan dapat dicapai tingkat produksi yang tinggi. Vigor benih yang tinggi dicirikan, tahan disimpan lama, tahan terhadap serangan hama dan penyakit, cepat dan pertumbuhannya merata dan mampu menghasilkan tanaman dewasa yang normal dan berproduksi baik dalam lingkungan tumbuh yang sub optimal. H. Kesimpulan Dalam praktikum uji vigor benih dilakukan dengan media pasir sedalam 7 cm. Dan dihasilkan vigor yang rendah untuk benih kacang tanah, karena yang tumbuh menjadi kecambah hanya sedikit dan yang lain mati. Penyebabnya karena dimakan tikus dan media pasir yang tidak mampu mengikat air sehingga air mudah menguap. I. Daftar Pustaka Page 24 of 29 24 Najwa. 2014. Uji Vigor Benih. http://siskannajwa.blogspot.com/2014/02/uji-vigor- benih.html (24 Desember 2014) Waris, Mohamed. Laporan Praktikum Teknologi Benih “Uji Vigor Benih”. 2013. http://siraw.blogspot.com/2013/11/laporan-praktikum-teknologi-benih- uji.html (25 Desember 2014) Page 25 of 29 25 ACARA IV KADAR AIR BENIH A. Latar Belakang Benih merupakan alat perkembangbiakan tanaman yang berasal dari pembiakan generatif antara induk jantan dan betina. Mutu benih terbagi atas mutu genetik, mutu fisik dan mutu fisiologis. Mutu benih sangat tergantung oleh beberapa hal, salah satunya adalah kadar air benih. Kadar air benih ialah berat air yang “dikandung” dan yang kemudian hilang karena pemanasan sesuai dengan aturan yang ditetapkan, yang dinyatakan dalam persentase terhadap berat awal contoh benih. Penetapan Kadar Air adalah banyaknya kandungan air dalam benih yang diukur berdasarkan hilangnya kandungan air tersebut & dinyatakan dalam % terhadap berat asal contoh benih. Tujuan penetapan kadar air diantaranya untuk untuk mengetahui kadar air benih sebelum disimpan dan untuk menetapkan kadar air yang tepat selama penyimpanan dalam rangka mempertahankan viabilitas benih tersebut. Beberapa hal perlu diperhatikan dalam pengujian kadar air benih ini adalah contoh kerja yang digunakan merupakan benih yang diambil dan ditempatkan dalam wadah yang kedap udara. Karena untuk penetapan kadar air, jika contoh kerja yang digunakan telah terkontaminasi udara luar maka kemungkinan besar kadar air benih yang diuji bukan merupakan kadar air benih yang sebenarnya karena telah mengalami perubahan akibat adanya kontaminasi udara dari lingkungan. Yang kedua adalah untuk pengujian kadar air ini harus dilakukan sesegera mungkin, selama penetapan diusahakan agar contoh benih sesedikit mungkin berhubungan dengan udara luar serta untuk jenis tanaman yang tidak memerlukan penghancuran, contoh benih tidak boleh lebih dari 2 menit berada di luar wadah. Prinsip metode yang digunakan untuk penentuan kadar air ada dua macam yaitu metode dasar dan metode praktis. Yang termasuk metode dasar anatara lain metode oven, metode destilasi, metode karl fisher. Sedangkan metode praktis terdiri dari metode calcium carbide dan metode electric moisture meter. Page 26 of 29 26 B. Tujuan Untuk mengetahui cara menghitung kadar air benih dan kadar air sesungguhnya pada biji kacang tanah. C. Waktu dan Tempat Praktikum kadar air benih dilaksanakan hari kamis, 06 November 2014 di Laboratorium Produksi Fakultas Pertanian Universitas Muria Kudus. D. Bahan dan Alat ҉ ҉ Benih kacang tanah 3 gram ҉ Oven ҉ Eksikator ҉ Botol timbangan ҉ Timbangan ҉ Label E. F. Prosedur 1. Menimbang botol timbangan kosong yang telah dipanaskan (misal a g), dan diulang untuk 3 botol timbang lainnya. 2. Mengisi botol timbangan dengan contoh benih kemudian menimbang botol timbangan tersebut (misal b g). 3. Memasukkan botol timbangan tersebut ke dalam oven pada suhu 130oC selama 50 menit. 4. Mengeluarkan botol timbangan dari oven dan didinginkan selama 15 menit. 5. Sesudah dingin ditimbang lagi (misal c g). 6. Memasukkan kembali botol tersebut ke dalam oven selama 10 menit pada suhu 130oC. 7. Mengeluarkan botol timbangan dari oven dan didinginkan selama 15 menit. 8. Sesudah dingin ditimbang lagi (misal d g). 9. Menghitung masing-masing kadar air dengan rumus: Page 27 of 29 27 Page 28 of 29 28 G. Hasil dan Pembahasan Tabel 1. Data Hasil Uji Kadar Air Benih Kacang Tanah Berat Botol Botol 1 Botol 2 Botol 3 Rata-rata Berat a 49.06 32.65 42.17 41.29 Berat b 58.84 42.83 52.22 51.30 Berat c 58.2 42.44 51.87 50.84 Berat d 58.2 42.42 51.85 50.82 = 4.6+0.2 Dalam praktikum kadar air benih, menggunakan metode secara langsung (pengovenan), yaitu kadar air benih dihitung secara langsung dari berkurangnya berat benih akibat hilangnya air dalam benih. Pengeringan atau pengovenan dimaksudkan untuk mengurangi kadar air benih sehingga benih aman diproses lebih lanjut, terhindar dari serangan hama dan penyakit serta tidak berkecambah sebelum waktunya. Pada botol 1 untuk berat a (berat botol kosong) menunjukkan hasil 49.06, botol 2 yaitu 32.65 dan botol 3 yaitu 42.17. Setelah di timbang dengan tambahan benih kacang tanah didalamnya, masing-masing botol mengalami kenaikan berat. Namun, ketika botol dan benih dioven (dikeringkan), masing-masing botol mengalami penurunan. Untuk botol pertama 52.2, botol kedua 42.44 dan botol ketiga 51.87. Ini dikarenakan air yang awalnya didalam benih kacang tanah kering, sehingga beratnya menjadi menurun. Pada berat d, untuk botol kedua, dan ketiga mengalami penurunan, namun untuk botol pertama perubahan (sama dengan sebelumnya) yaitu 58.2. Dan dari hasil pengamatan dihasilkan kadar air sesungguhnya untuk benih kacang tanah yaitu sebesar 4.8. Page 29 of 29 29 Makin tinggi kandungan air benih makin tidak tahan benih tersebut untuk disimpan lama. Untuk setiap kenaikan 1 % dari kandungan air benih maka umur benih akan menjadi setengahnya. Hukum ini berlaku untuk kandungan air benih antara 5 dan 14 %. Karena dibawah 5 % kecepatan menuanya umur benih dapat meningkat disebabkan oleh autoksidasilipid di dalam benih. Sedangkan diatas 14 % akan terdapat cendawan gudang yang merusak kapasitas perkecambahan benih. H. Kesimpulan Untuk menghitung kadar air benih sesungguhnya harus melakukan penghitungan terhadap berat botol kosong, berat botol kosong dan benih, berat botol kosong dan benih setelah pengovenan, berat botol kosong dan benih didiamkan 10 menit kemudian di oven kembali. Dan dari hasil pengamatan kadar air benih kacang tanah menghasilkan nilai sebesar 4.8 I. Daftar Pustaka Eko, Stefanus. 2013. Teknologi Benih “ Uji Kadar Air Benih”. http://stefanusekoo.blogspot.com/2013/06/teknologi-benih-uji-kadar-air- benih.html (26 Desember 2014) Najwa. 2014. Pengujian Kadar Air Benih. http://siskannajwa.blogspot.com/2014/02/pengujian-kadar-air-benih.html (26 Desember 2014) 1 of 29 Displaying PAK UNTUNG-kacang fix.docx. Links http://fedygeneral.blogspot.com/2013/12/budidaya-kacang-hijau.html http://czillagoz.blogspot.com/2013/11/laporan-praktikum-pertumbuhan-kacang.html http://czillagoz.blogspot.com/2013/11/laporan-praktikum-pertumbuhan-kacang.html http://arienlaporan.blogspot.com/2014/05/first-step-laporan-uji-daya-dan.html http://arienlaporan.blogspot.com/2014/05/first-step-laporan-uji-daya-dan.html http://bostio.blogspot.com/2011/05/pengujian-daya-kecambah-benih.html http://siskannajwa.blogspot.com/2014/02/uji-vigor-benih.html http://siskannajwa.blogspot.com/2014/02/uji-vigor-benih.html http://siraw.blogspot.com/2013/11/laporan-praktikum-teknologi-benih-uji.html http://siraw.blogspot.com/2013/11/laporan-praktikum-teknologi-benih-uji.html http://stefanusekoo.blogspot.com/2013/06/teknologi-benih-uji-kadar-air-benih.html http://stefanusekoo.blogspot.com/2013/06/teknologi-benih-uji-kadar-air-benih.html http://siskannajwa.blogspot.com/2014/02/pengujian-kadar-air-benih.html

No comments:

Post a Comment