keyword :
draft bahan ajar konservasi tanah dan air disusun oleh zed nahdi hadi supriyo hendy hendro hadi sri djono fakultas pertanian universitas muria kudus tahun 2014 2015 page 2 of 15 bab i pendahuluan 1.1 latar belakang tanah dan air merupakan dua sumberdaya alam yang sangat vital bagi kelestarian kegiatan budidaya pertanian yang yang hingga saat ini masih menjadi mata pencaharian utama rakyat indonesia seiring dengan berjalannya waktu terus meningkatnya jumlah penduduk menyebabkan terus meningkatnya pemenuhan kebutuhan bahan pangan dan hasil pertanian lainnya sementara luasan lahan pertanian relatif terbatas atau bahkan cenderung semakin berkurang akibat tidak terkendalinya aktivitas konversi lahan pertanian sebagaimana yang lazim terjadi di kawasan berpenduduk padat seperti pulau jawa sebagai dampaknya di satu sisi terjadi pemanfaatan sumberdaya lahan untuk kegiatan pertanian dengan intensitas yang berlebihan tidak saja cenderung mengancam ketersediaan sumberdaya alam yang tersedia khususnya sumberdaya tanah dan air bagi keberlanjutan kegiatan pertanian yang ada namun sekaligus juga mengancam kelestarian kondisi lingkungan yang ada di sekitarnya sejak bagian hulu sampai dengan bagian hilir daerah aliran yang bersangkutan di sisi lain upaya peningkatan produktivitas pertanian melalui berbagai upaya perbaikan teknik budidaya dan penggunaan input produksi pertanian yang menjanjikan kualitas dan tingkat hasil yang lebih tinggi juga memiliki berbagai keterbatasan konservasi tanah dan air pada prinsipnya adalah setiap bentuk kegiatan yang dilakukan oleh manusia untuk mempertahankan memperbaiki potensi sumberdaya lahan khususnya tanah dan air melalui penerapan kaidah konservasi tanah dan air secara vegetatif fisik mekanis atau yang lain maupun perpaduan antara cara-cara tersebut khususnya di kawasan budidaya tanaman dan sekitarnya baik pada wilayah hulu tengah maupun hilir suatu daerah aliran sungai tertentu dengan demikian dapat dipahami bahwa manfaat upaya konservasi tanah dan air tidak saja diperuntukkan bagi sektor pertanian semata namun juga untuk sektor-sektor yang lain seperti kehutanan perikanan penyediaan air dan tenaga listrik bagi kawasan pemukiman di pedesaan maupun perkotaan pariwisata dan lain-lain 1.2 tujuan umum buku ini disusun untuk memberikan bekal dasar bagi mahasiswa pertanian khususnya dalam memahami tentang pengertian konservasi tanah dan air serta relevansinya bagi bidang pertanian pada khususnya dan kelestarian sumberdaya tanah dan air pada umumnya 1.3 pokok-pokok sajian sesuai dengan tujuan umum pada butir 1.2 di atas isi sajian buku ini terdiri atas beberapa pokok bahasan sebagai berikut page 3 of 15 1 pengertian konservasi tanah dan air dan sejarah perkembangannya 2 daur hidrologi neraca air wilayah dan konservasi tanah dan air 3 erosi dan bentuk-bentuk degradasi sumberdaya tanah dan air 4 problema erosi dan perkembangan upaya konservasi tanah dan air 5 cara pengukuran pendugaan laju erosi 6 bentuk-bentuk upaya konservasi tanah dan air 7 perencanaan dan penerapan upaya konservasi tanah dan air 8 beberapa contoh hasil kajian ilmiah tentang upaya konservasi tanah dan air khususnya untuk kawasan tropika basah 1.4 kepustakaan meskipun untuk penyusunan buku ini telah digunakan berbagai bahan yang berasal dari hasil-hasil penelitian yang telah dilakukan dan sejumlah buku ajar tentang konservasi tanah dan air namun mahasiswa diharapkan untuk melengkapinya dengan berbagai karya ilmiah lain dalam rangka pengayaan dan pemutakhiran pengetahuan di bidang konservasi tanah dan air khususnya di kawasan tropika basah bab ii hidrologi neraca air wilayah dan konservasi tanah dan air 2.1 daur hidrologi dan neraca air wilayah secara kebahasaan hidrologi adalah paduan dua kata dalam bahasa yunani yaitu hidros yang berarti air dan logos yang berarti ilmu jadi pada prinsipnya hidrologi secara harfiah bermakna ilmu tentang seluk beluk air sejalan dengan kemapanan cabang ilmu itu sebagai bagian ilmu pengetahuan alam selama ini batasan hidrologi juga mengalami perkembangan batasan hidrologi baku sekarang adalah ilmu yang mempelajari seluk-beluk peredaran air dalam berbagai bentuknya sejak berada di atmosfer sampai dengan kulit bumi di atas lapisan kedap air batasan di atas didasarkan pada sifat peredaran air di daerah aliran hulu – hilir – muka air bebas yang membentuk suatu lingkaran tertutup atau daur yang lazim disebut daur hidrologi adapun yang dimaksud dengan daerah aliran watershed adalah suatu bentang kawasan daratan sampai ke laut bebas yang mencakup kawasan daratan bagian hulu pegunungan bagian hilir dataran rendah sampai dengan kawasan massa air bebas laut tinjauan atas daur peredaran air daerah aliran ini mencakup dua arah alur yaitu arah mendatar hulu – hilir – muka air bebas laut maupun arah vertikal muka laut – atmosfer – tajuk vegetasi – topsoil – subsoil sampai lapisan batuan kedap air – muka air bebas auat laut page 4 of 15 berdasarkan pemilahan komponen-komponen penyusunnya daur hidrologi dapat diuraikan dalam dua bentuk yakni daur hidrologi sederhana maupun daur hidrologi lengkap pada daur hidrologi sederhana mekanisme peredaran air itu hanya digambarkan dalam bentuk rangkaian komponen-komponen pokok penyusunnya saja gambar 1 sedangkan pada daur hidrologi lengkap proses peredaran air itu diuraikan dalam bentuk rangkaian komponen-komponen penyusun dauir itu secara lebih lengkap gambar 2 2.1.1 daur hidrologi sederhana secara sederhana daur hidrologi dapat dianggap dimulai dengan menguapnya air dari muka air bebas laut sungai dll dan muka tanah bebas evaporasi serta melalui tanaman evaporasi karena sirkulasi massa udara yang berbeda tekanannya pada saat naik uap air mengalami penurunan suhu mengembun dan menempel pada butir- butir massa padat inti kondensasi yang ada di udara sekitarnya membentuk awan karena adanya gerakan angin kea rah hulu daratan awan itu akan terdorong menuju ke atas kawasan hulu tersebut dan akhirnya turun ke permukaan daratan hulu itu presipitasi baik dalam bentuk butiran massa cair hujan atau padatan salju setelah samapi di permukaan tanah presipitasi ini akan menambah kadar lengas tanah soil moisture menambah air tanah groundwater mengalir kea rah kawasan yang lebih rendah limpasan atau runoff lalu menguap kembali melalui muka tanah dan tanaman serta muka air bebas dan terulanglah daur tersebut 2.1.2 daur hidrologi lengkap meskipun prinsip urutannya sama dengan daur hidrologi secara sederhana pada daur hidrologi lengkap tercakup komponen-komponen lain daur hidrologi seperti ditunjukkan oleh gambar 2 2.2 neraca air wilayah regional water balance mengingat bahwa total massa air dalam suatu daur hidrologi relatif konstan asas kekalan massa maka persamaan umum peredaran air pada daur hidrologi dapat disusun sebagai berikut p d et g m persamaan 1 di mana p presipitasi d debit limpasan runoff et evapotranspirasi g penambahan air tanah m penambahan lengas tanah page 5 of 15 persamaan 1 di atas dikenal sebagai persamaan neraca air bagi suatu daerah aliran luas untuk kurun waktu tertentu adapun untuk kawasan yang kondisi tanah cuaca dan vegetasinya relatif seragam beberapa suku dalam persamaan 1 di atas dapat diabaikan bagi kawasan yang cukup luas variasi cuaca iklim biasanya berulang dalam tiap kurun waktu 1 tahun sehingga untuk masa hitung 1 tahun itu lengas tanah m relatif tetap pada keadaan demikian suku m dapat dihilangkan sehingga persamaan 1 menjadi p d et g persamaan 2 jika air tanah yang masuk pada kawasan di atasnya dikeluarkan semua ke permukaan sebelum masuk di kawasan tinjauan yang dihitung neraca airnya maka suku g dapat dihilangkan sehingga persamaan 2 di atas berubah menjadi p d et persamaan 3 bagi daerah yang sempit aliran masuk dan keluar untuk d dan g biasanya dianggap berbeda karenanya persamaan 1 berubah menjadi p d2 – d1 et g2 - g1 h.pa m persamaan 4 di mana d1 limpasan permukaan yang masuk dari hulu ke daerah tinjauan d2 limpasan permukaan ke luar dari daerah tinjauan g1 air tanah yang masuk dari daerah hulu ke daerah tinjauan g2 air tanah yang keluar dari daerah tinjauan ke daerah hilir h perubahan rata-rata muka air tanah daerah tinjauan pa laju penahanan udara rata-rata lapisan variasi air tanah 2.3 hubungan kondisi hidrologi neraca air wilayah dengan konservasi tanah dan air sesuai dengan posisi geografisnya yang berada di dalam kawasan iklim tropika basah agen alami utama pemicu proses erosi dan bentuk-bentuk degradasi sumberdaya lahan adalah presipitasi hujan dan limpasan air run-off yang terjadi sejak di kawasan hulu sampai kawasan hilir daerah aliran akibat menurun hilangnya vegetasi penutup muka tanah terutama yang disebabkan oleh manusia antara lain melalui kegiatan pengolahan tanah untuk budidaya tanaman tanpa mengindahkan kaidah konservasi tanah dan air pembalakan hutan dan lain-lain yang telah disinggung dalam bab ii yakni dalam daur hidrologi page 6 of 15 dan neraca air wilayah dan akan dijelaskan lebih rinci dalam uraian tentang mekanisme terjadinya erosi pada bab iii berdasarkan bagan daur hidrologi lengkap dan berbagai persamaan neraca air wilayah di muka tampak bahwa besaran intensitas presipitasi intersepsi tajuk vegetasi infiltrasi dan limpasan permukaan saling berkaitan satu sama lain meskipun presipitasi kondisi iklim atau cuaca relatif berada di luar kendali manusia namun untuk suku-suku yang lain seperti tajuk vegetasi laju infiltrasi dan limpasan run-off sangat dipengaruhi oleh intervensi tindakan manusia bab iii erosi dan bentuk-bentuk degradasi sumberdaya tanah dan air 3.1 gambaran tentang erosi dan degradasi lahan di indonesia erosi merupakan salah satu bentuk degradasi lahan yang cukup dominan di indonesia proses ini telah berlangsung lama dan mengakibatkan kerusakan pada lahan-lahan pertanian jenis degradasi yang lain adalah pencemaran kimiawi kebakaran hutan aktivitas penambangan dan industri serta dalam arti luas termasuk juga alih fungsi konversi lahan pertanian ke non- pertanian 3.1.1 erosi tanah hasil penelitian mengindikasikan laju erosi tanah di indonesia cukup tinggi dan telah berlangsung sejak awal abad ke-20 dan masih berlanjut hingga kini beberapa data dapat dikemukakan sebagai berikut sedimentasi di das cilutung jawa barat memperlihatkan kenaikan laju erosi tanah dari 0 9 mm tahun pada 1911 1912 menjadi 1 9 mm tahun pada 1934 1935 dan naik lagi menjadi 5 mm tahun pada 1970-an soemarwoto 1974 laju erosi di das cimanuk jawa barat mencapai 5 2 mm tahun mencakup areal 332 ribu ha partosedono 1977 pada tanah ultisols di citayam jawa barat yang berlereng 14 dan ditanami tanaman pangan semusim laju erosi mencapai 25 mm tahun suwardjo 1981 di putat jawa tengah laju erosi mencapai 15 mm tahun dan di page 7 of 15 punung jawa timur sekitar 14 mm tahun keduanya pada tanah alfisols berlereng 9-10 yang ditanami tanaman pangan semusim abdurachman et al 1985 adapun di pekalongan lampung laju erosi tanah mencapai 3 mm tahun pada tanah ultisols berlereng 3 5 yang ditanami tanaman pangan semusim pada tanah ultisols berlereng 14 di baturaja laju erosi mencapai 4 6 mm tahun abdurachman et al 1985 data di atas mengindikasikan bahwa sekitar 40-250 m3 atau 35-220 ton tanah ha lahan tererosi setiap tahun dengan laju peningkatan 7-14 atau 3-28 ton tanah ha tahun dibanding di amerika serikat yang hanya 0 7 ton ha tahun data menunjukkan bahwa luas lahan kritis di indonesia terus meningkat yang diperkirakan telah mencapai 10 9 juta ha bahkan departemen kehutanan mengidentifikasi luas lahan kritis mencapai 13 2 juta ha penyebab utamanya adalah erosi dan longsor 3.1.2 pencemaran dan kebakaran hutan selain terdegradasi oleh erosi lahan pertanian juga mengalami penurunan kualitas akibat penggunaan bahan agrokimia yang meninggalkan residu zat kimia dalam tanah atau pada bagian tanaman seperti buah daun dan umbi hasil penelitian menunjukkan adanya residu insektisida pada beras dan tanah sawah di jawa seperti organofosfat organoklorin dan karbamat ardiwinata et al 1999 harsanti et al 1999 jatmiko et al 1999 pencemaran tanah juga terjadi di daerah pertambangan seperti pertambangan emas liar di pongkor bogor yang menyebabkan pencemaran air raksa hg dengan kadar 1 27- 6 73 ppm sampai jarak 7-10 km dari lokasi pertambangan pencemaran juga ditemukan di kawasan industri seperti industri tekstil kertas baterai dan cat bahan-bahan kimia yang sering menimbulkan pencemaran tanah antara lain adalah na nh4 so4 fe al mn co dan ni tim peneliti baku mutu tanah 2000 proses degradasi tanah sebagai akibat kebakaran hutan terjadi setiap tahun terutama di kalimantan sumatera sulawesi dan papua menurut bakornas-pb dalam kartodihardjo 2006 pada tahun 1998-2004 di indonesia terjadi 193 kali kebakaran hutan yang mengakibatkan 44 orang meninggal dan kerugian harta-benda senilai rp647 miliar menurut bappenas 1998 sekitar 1 5 juta ha lahan gambut di indonesia terbakar selama musim kering 1997 dan 1998 page 8 of 15 parish 2002 melaporkan terjadinya kebakaran gambut seluas 0 5 juta ha di kalimantan pada musim kering 1982 dan 1983 selain tanaman dan sisa-sisa tanaman yang ada di permukaan tanah berbagai material turut hangus terbakar seperti humus dan gambut menurut jaya et al 2000 kebakaran hutan mengakibatkan hilangnya serasah dan lapisan atas gambut kerugian lainnya berupa gangguan terhadap keanekaragaman hayati lingkungan hidup kesehatan manusia dan hewan serta kelancaran transportasi musa dan parlan 2002 3.1.3 banjir longsor serta alih fungsi lahan degradasi lahan pertanian juga sering disebabkan oleh banjir dan longsor yang membawa tanah dari puncak atau lereng bukit ke bagian di bawahnya proses ini menimbulkan kerusakan pada lahan pertanian baik di lokasi kejadian maupun areal yang tertimbun longsoran tanah serta alur di antara kedua tempat tersebut proses degradasi lahan pertanian dalam makna yang sebenarnya tergolong sangat cepat menurunkan bahkan menghilangkan produktivitas pertanian adalah konversi ke penggunaan nonpertanian pada tahun 1981-1999 di indonesia terjadi konversi lahan sawah seluas 1 6 juta ha dan sekitar 1 juta ha di antaranya terjadi di jawa irawan et al 2001 winoto 2005 menyatakan sekitar 42 4 lahan sawah beririgasi 3 1 juta ha telah direncanakan untuk dikonversi kondisi terburuk terjadi di jawa dan bali karena 1 67 juta ha atau 49 2 dari luas lahan sawah berpotensi untuk dikonversi dampak negatif degradasi sumberdaya lahan tidak hanya berupa penurunan produktivitas lahan namun juga mengakibatkan kerusakan gangguan terhadap aktivitas pertanian dan sektor kegiatan ekonomi lainnya seperti jaringan pengairan perikanan ketersediaan sumberdaya air bagi masyarakat dan lain-lain yang bersifat meluas erosi tanah oleh air menurunkan produktivitas secara nyata melalui penurunan kesuburan tanah baik fisika kimia maupun biologi langdale et al 1979 dan lal 1985 melaporkan bahwa hasil jagung menurun 0 07-0 15 t ha setiap kehilangan tanah setebal 1 cm hal ini terjadi karena tanah lapisan atas memiliki tingkat kesuburan paling tinggi dan menurun pada lapisan di bawahnya penyebab utama penurunan kesuburan tersebut adalah kadar bahan organik dan hara page 9 of 15 tanah makin menurun tekstur bertambah berat dan struktur tanah makin padat penurunan produktivitas dan produksi pertanian juga dapat terjadi akibat proses degradasi jenis lain seperti kebakaran hutan lahan dan longsor serta konversi lahan pertanian ke nonpertanian erosi tanah bukan hanya berdampak terhadap daerah yang langsung terkena tetapi juga daerah hilirnya antara lain berupa pendangkalan dam-dam penyimpan cadangan air dan saluran irigasinya pendangkalan sungai dan pengendapan partikel-partikel tanah yang tererosi di daerah cekungan dengan demikian bukan saja lahan yang terkena dampak tetapi juga kondisi sumber daya air menjadi buruk lahan pertanian memiliki fungsi yang besar bagi kemanusiaan melalui fungsi gandanya multifunctionality selain berfungsi sebagai penghasil produk pertanian tangible products yang dapat dikonsumsi dan dijual pertanian memiliki fungsi lain yang berupa intangible products antara lain mitigasi banjir pengendali erosi pemelihara pasokan air tanah penambat gas karbon atau gas rumah kaca penyegar udara pendaur ulang sampah organik dan pemelihara keanekaragaman hayati agus dan husen 2004 fungsi sosial-ekonomi dan budaya pertanian juga sangat besar seperti penyedia lapangan kerja dan ketahanan pangan eom dan kang 2001 dalam agus dan husen 2004 mengidentifikasi 30 jenis fungsi pertanian di korea selatan fungsi-fungsi tersebut dapat terkikis secara gradual oleh erosi dan pencemaran kimiawi dan dapat berlangsung lebih cepat lagi dengan terjadinya longsor banjir dan konversi lahan multifungsi tersebut perlu dilindungi antara lain dengan strategi sebagai berikut 1 meningkatkan citra pertanian beserta multifungsinya 2 mengubah kebijakan produk pertanian harga murah 3 meningkatkan upaya konservasi lahan pertanian dan 4 menetapkan lahan pertanian abadi abdurachman 2006a 3.2 arti penting upaya konservasi tanah dan air di indonesia menurut arsyad 2006 pengertian konservasi tanah dan air dalam arti luas pada hakekatnya adalah penempatan setiap kesatuan lahan pada cara penggunaan sesuai dengan kemampuannya dan menggunakannya sesuai dengan persyaratan tertentu guna mencegah degradasi sumberdaya lahannya adapun dalam arti sempit diartikan sebagai upaya mencegah kerusakan tanah oleh erosi dan memperbaiki tanah yang rusak oleh erosi adimihardja 2008 menyatakan bahwa upaya konservasi tanah dan air merupakan salah satu bagian penting dari kegiatan budi daya pertanian yang sering terabaikan oleh para praktisi page 10 of 15 pertanian khususnya di indonesia hal ini terjadi antara lain karena dampak degradasi tanah tidak selalu segera tampak di lapangan atau tidak secara drastis menurunkan hasil panen dampak erosi tanah dan pencemaran agrokimia misalnya tidak segera dapat dilihat seperti halnya dampak tanah longsor atau banjir badang padahal tanpa tindakan konservasi tanah yang besar 77 lahan di indonesia berlereng 3 dengan topografi datar agak berombak bergelombang berbukit sampai bergunung lahan datar lereng 3 hanya sekitar 42 6 juta ha kurang dari seperempat wilayah indonesia subagyo et al 2000 secara umum lahan berlereng 3 di setiap pulau di indonesia lebih luas dari lahan datar 3 3.2.1 praktek pertanian yang kurang sesuai tingginya desakan kebutuhan terhadap lahan pertanian menyebabkan tanaman semusim tidak hanya dibudidayakan pada lahan datar tetapi juga pada lahan yang berlereng 16 yang seharusnya digunakan untuk tanaman tahunan atau hutan secara keseluruhan lahan kering datarberombak meliputi luas 31 5 juta ha hidayat dan efektif produktivitas lahan yang tinggi dan usaha pertanian sulit terjamin keberlanjutannya praktek pertanian yang buruk ini tidak hanya ditemui di indonesia tetapi juga di negara-negara berkembang lainnya hal ini tercermin dari pernyataan lord john boyd orr 1948 dirjen fao pertama dalam dudal 1980 sebagai berikut if the soil on which all agriculture and all human life depends is wasted away then the battle to free mankind from want cannot be won pernyataan tersebut menegaskan pentingnya konservasi tanah untuk memenangkan perjuangan kemanusiaan dalam memenuhi kebutuhan dasar manusia sebagai gambaran yang mengkhawatirkan di indonesia khusus di pulau jawa saja kerugian akibat erosi tanah mencapai us 341-406 juta tahun margrath dan arens 1989 data lain menunjukkan bahwa selama periode 1998-2004 terjadi 402 kali banjir dan 294 kali longsor di indonesia yang mengakibatkan kerugian materi sebagai tangible product senilai rp668 miliar kartodihardjo 2006 nilai intangible products yang hilang sulit untuk dikuantifikasi baik dalam aspek ekologis lingkungan maupun sosial dan budaya sebagai bagian dari multifungsi pertanian namun demikian dapat dipastikan bahwa nilai intangible tersebut sangat besar baik secara material maupun immaterial tingkat laju erosi tanah pada lahan pertanian berlereng antara 3-15 di indonesia tergolong tinggi yaitu berkisar antara 97 5-423 6 t ha tahun padahal banyak lahan page 11 of 15 pertanian yang berlereng lebih dari 15 bahkan lebih dari 100 sehingga laju erosi dipastikan sangat tinggi hal ini terjadi terutama karena curah hujan yang tinggi dan kelalaian pengguna lahan dalam menerapkan kaidah-kaidah konservasi tanah dan air pemerintah melalui departemen pertanian terus mengupayakan peningkatan produksi pertanian nasional khususnya bahan pangan dengan melaksanakan dua program utama yaitu intensifikasi dan ekstensifikasi pertanian kedua program yang untuk mensukseskannya tidak mudah dan memerlukan biaya besar ini pada implementasi di lapangan tidak selalu disertai penerapan tindakan konservasi tanah yang sebenarnya sangat penting untuk menjamin keberlanjutannya peran dan kebijakan pemerintah sangat penting dan menentukan keberhasilan upaya konservasi tanah guna mewujudkan pembangunan pertanian berkelanjutan yang dicirikan dengan tingkat produktivitas tinggi dan penerapan kaidah-kaidah konservasi tanah upaya konservasi tidak akan berhasil apabila dipercayakan hanya kepada pengguna lahan karena terkendala oleh berbagai keterbatasan terutama lemahnya modal kerja mengingat makin luas dan cepatnya laju degradasi tanah di samping masih lemahnya implementasi konservasi tanah di indonesia maka perlu segera dilakukan upaya terobosan yang efektif untuk menyelamatkan lahan-lahan pertanian upaya konservasi tanah harus mengarah kepada terciptanya sistem pertanian berkelanjutan yang didukung oleh teknologi dan kelembagaan serta mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan melestarikan sumber daya lahan dan lingkungan upaya ini selaras dan mendukung revitalisasi pertanian perikanan dan kehutanan rppk yang salah satu sasaran utamanya adalah optimalisasi dan pelestarian lahan bab iv problema erosi dan perkembangan upaya konservasi tanah dan air 4.1 problema erosi 4.1.1 faktor penyebab alamiah kondisi alamiah sumber daya lahan indonesia dipercaya bersifat mempercepat laju erosi tanah hal ini jelas tampak dari tiga hal yakni sifat hujan yang ada tingginya curah page 12 of 15 hujan dan intensitasnya kondisi kelerengngan kawasan hulu yang relatif curam serta sifat tanahnya yang rentan erosi mengingat kondisi iklim lingkungannya data bmg tahun 1994 menunjukkan bahwa sekitar 23 1 luas wilayah indonesia memiliki curah hujan tahunan 3.500 mm sekitar 59 7 antara 2.000-3.500 mm dan hanya 17 2 yang memiliki curah hujan tahunan 2.000 mm dengan demikian curah hujan merupakan faktor pendorong terjadinya erosi berat dan mencakup areal yang luas lereng merupakan penyebab erosi alami yang dominan di samping curah hujan menurut mulyani 2002 penggunaan kawasan lereng umumnya diperebutkan oleh pertanian pemukiman industri pertambangan dan sektor lainnya pada umumnya daya saing petani dan pertanian lahan kering jauh lebih rendah dibanding sektor lain sehingga pertanian terdesak ke lahanlahan berlereng curam laju erosi tanah meningkat dengan berkembangnya budi daya pertanian yang tidak disertai penerapan teknik konservasi seperti pada sistem perladangan berpindah yang banyak dijumpai di luar jawa bahkan pada sistem pertanian yang menetap penerapan teknik konservasi tanah belum merupakan kebiasaan petani dan belum dianggap sebagai bagian penting dari pertanian 4.1.2 kondisi kebijakan dan sosial-ekonomi yang ada rendahnya adopsi teknologi konservasi bukan karena keterbatasan teknologi tetapi lebih kuat disebabkan oleh masalah nonteknis kondisi seperti ini tidak hanya terjadi di indonesia tetapi juga di negara-negara lain hudson 1980 menyatakan bahwa walaupun masih ada kekurangan dalam teknologi konservasi dan masih ada ruang untuk perbaikan teknis hambatan yang lebih besar adalah masalah politik sosial dan ekonomi kebijakan dan perhatian pemerintah sangat menentukan efektivitas dan keberhasilan upaya pengendalian degradasi tanah namun berbagai kebijakan yang ada belum memadai dan efektif baik dari segi kelembagaan maupun pendanaan selaras dengan tantangan yang dihadapi selama ini prioritas utama pembangunan pertanian lebih ditujukan pada peningkatan produksi dan pertumbuhan ekonomi secara makro sehingga aspek keberlanjutan dan kelestarian sumber daya lahan agak tertinggalkan padahal aspek tersebut berdampak jangka panjang bagi pembangunan pertanian di masa mendatang page 13 of 15 selain kurangnya dukungan kebijakan pemerintah masalah sosial juga sering menghambat penerapan konservasi tanah seperti sistem kepemilikan dan hak atas lahan fragmentasi lahan sempitnya lahan garapan petani dan tekanan penduduk kondisi ekonomi petani yang umumnya rendah sering menjadi alasan bagi mereka untuk mengabaikan konservasi tanah konversi lahan pertanian sering disebabkan oleh faktor ekonomi petani yang memaksa mereka menjual lahan walaupun mengakibatkan hilangnya sumber mata pencaharian abdurachman 2004 selain faktor alami terjadinya kebakaran hutan dan lahan terutama terkait dengan lemahnya peraturan dan sistem perundangundangan selain itu faktor teknis dan ekonomi juga menjadi pemicu utama kebakaran hutan dan lahan dengan alasan mudah dan murah 4.2 perkembangan upaya konservasi tanah di indonesia degradasi tanah diartikan sebagai suatu proses fenomena atau transformasi yang menurunkan kualitas tanah yang menyebabkan sifat-sifat fisika kimia atau biologi tanah menjadi kurang sesuai untuk pertanian arshad et al 1998 oleh karena itu konservasi tanah dimaksudkan untuk melindungi tanah dari pengrusakan oleh proses degradasi tersebut ilmu pengetahuan dan teknologi iptek tentang konservasi tanah di indonesia terus berkembang sesuai dengan makin bervariasinya jenis dan intensitas degradasi 4.2.1 perkembangan penelitian konservasi tanah dan air sejarah perkembangan iptek dan penelitian tanah di indonesia diawali pada tahun 1905 bertepatan dengan berdirinya laboratorium voor vermeerdering de kennis van den bodem laboratorium untuk perluasan pengetahuan tentang tanah yang sekarang menjadi balai besar penelitian dan pengembangan sumberdaya lahan pertanian kegiatan pengembangan ilmu tanah waktu itu mencakup pula penelitian erosi dan konservasi tanah namun penelitian konservasi tanah yang lebih terprogram dan terorganisasi baru dikembangkan pada tahun 1969 1970 dengan dibentuknya bagian konservasi tanah pada lembaga penelitian tanah departemen pertanian secara kronologis garis besar sejarah perkembangan penelitian konservasi tanah dapat dipilah dalam beberapa kurun waktu sebagai berikut page 14 of 15 a periode 1970-1980 dalam periode ini pengembangan iptek dan penelitian konservasi tanah didominasi oleh kegiatan di laboratorium dan rumah kaca didukung dengan beberapa kegiatan penelitian lapangan kegiatan penelitian diarahkan untuk mengkompilasi berbagai data fisika dan konservasi tanah serta menguji berbagai metode dan teknologi dasar konservasi tanah dan air termasuk penggunaan soil conditioner dalam periode ini juga dikembangkan teknik simulasi dan pemodelan seperti rainfall simulator universal soil loss equation usle dan rusle revised usle abdurachman et al 1984 abdurachman 1989 abdurachman dan kurnia 1990 beberapa inovasi iptek utama yang dihasilkan dalam periode ini adalah 1 nilai faktor erodibiltas tanah-tanah indonesia kurnia dan suwardjo 1984 2 nilai faktor pertanaman dan tindakan pengendalian erosi abdurachman et al 1984 3 penggunaan soil conditoner 4 tingkat erosi tanah pada berbagai lahan pertania 5 teknologi pengelolaan bahan organik 6 teknologi pengolahan tanah 7 teknologi pengendalian erosi dan 8 teknologi rehabilitasi tanah b periode 1980-2002 dalam periode ini iptek dan penelitian konservasi tanah lebih diarahkan pada kegiatan lapangan dengan melibatkan petani dan didukung dengan penelitian rumah kaca dan laboratorium kegiatan penelitian dan pengembangan konservasi tanah pada masa ini cukup aktif dan luas karena didukung oleh berbagai kerja sama dalam dan luar negeri kegiatan utamanya antara lain abdurachman dan agus 2000 agus et al 2005 1 proyek penyelamatan hutan tanah dan air di das citanduy 1982-1988 2 proyek penelitian lahan kering dan konservasi tanah p3hta uacp di das jratunseluna dan brantas 1984-1994 3 proyek penelitian terapan sistem das kawasan perbukitan kritis di yogyakarta yuadp 1992-1996 4 proyek pembangunan penelitian pertanian nusa tenggara 1986-1995 5 penelitian peningkatan produktivitas dan konservasi tanah untuk mengatasi peladangan berpindah 1990-1993 6 proyek penelitian usahatani lahan kering-ufdp upland farmers development project di jawa barat kalimantan tengah dan nusa tenggara timur 1993-2000 7 kelompok kerja penelitian dan pengembangan sistem usahatani lahan kering di das cimanuk 1995-2000 8 managing of soil page 15 of 15 erosion consortium msec di jawa tengah 1995-2004 dan 9 penelitian multifungsi pertanian antara lain untuk memformulasikan kebijakan pembangunan pertanian dan tata guna lahan 2000-2005 kegiatan penelitian dan pengembangan tersebut menghasilkan berbagai teknologi dan sistem usaha tani konservasi sut termasuk model kelembagaan dan sistem diseminasinya beberapa rekomendasi pengelolaan lahan juga dihasilkan seperti formulasi dan pemilihan jenis tanaman sesuai kemiringan lereng sut pada wilayah pegunungan dan sut lahan kering beriklim kering bahkan permentan no 47 2006 tentang pedoman budidaya pada lahan pegunungan pada hakekatnya merupakan kristalisasi penjabaran dan aplikasi dari hampir seluruh kegiatan atau program penelitian dan pengembangan konservasi tanah pada periode ini c periode 2002-2007 pada periode ini kegiatan penelitian konservasi tanah berkurang karena tidak banyak lagi penelitian konservasi yang melibatkan petani pada areal yang luas kegiatan lebih banyak berupa desk-work memanfaatkan data yang telah terkumpul untuk menyusun baku mutu tanah pemodelan konservasi tanah buku petunjuk konservasi tanah dan sebagainya pada periode ini juga diupayakan pengembangan dan diseminasi iptek prima tani di berbagai lokasi terutama pada lahan kering beriklim basah kegiatan lain diarahkan pada upaya perakitan teknologi dan rehabilitasi lahan-lahan terdegradasi seperti lahan bekas tambang lahan tercemar bekas longsor termasuk lahan yang tergenang lumpur di sidoarjo 15 of 15 displaying draft b_ajar kta.doc
No comments:
Post a Comment