Tuesday, 27 October 2015

BENTUK LAHAN BERDASARKAN PROSES PEMBENTUKANNYA





 keyword :
Original text loading… page 1 of 34 klasifikasi bentuk lahan berdasarkan pada genesnya 1 asal denudasi – erosi gerak massa batuan 2 asal struktural – gaya endogen lipatan patahan 3 asal volkanik – aktivitas gunung api 4 asal fluvial – erosi transportasi sedimensi 5 asal marine – gelombang arus laut sedimentasi 6 asal eolin – tenaga angin erosi diendapkan 7 asal solusional – pelarutan 8 asal glasial – pencarian es salju erosi bentuk lahan berdasarkan proses pembentukannya hasil pengerjaan dan proses utama pada lapisan utama kerak bumi akan meninggalkan kenampakan bentuk lahan tertentu disetiap roman muka bumi ini kedua proses ini adalah proses endogen berasal dari dalam dan proses eksogen berasal dari luar perbedaan intensitas kecepatan jenis dan lamanya salah satu atau kedua proses tersebut yang bekerja pada suatu daerah menyebabkan kenmapakan bentuk lahan disuatu daerah dengan daerah lain umumnya berbeda dilihat dari genesisnya kontrol utama pembentuknya bentuk lahan dapat dibedakan menjadi bentuk asal struktural bentuk asal vulkanik bentuk asal fluvial bnetuk asal marine bnetuk asal pelarutan karst bnetuk asal aeolen glasial bentuk asal denudasional bentuk lahan asal struktural bentuk lahan struktural terbentuk karena adanya proses endogen atau proses tektonik yang berupa pengangkatan perlipatan dan pensesaran gaya tektonik ini bersifat konstruktif membangun dan pada awalnya hampir semua bentuk lahan muka bumi ini dibentuk oleh control struktural pada awalnya struktural antiklin akan memberikan kenampakan cekung dan structural horizontal nampak datar umumnya suatu bentuk lahan structural masih dapat dikenali jika penyebaran structural geologinya dapat dicerminkan dari penyebaran reliefnya bentuk lahan asal vulkanik volkanisme adalah berbagai fenomena yang berkaitan dengan gerakan magma yang bergerak naik ke permukaan bumi akibat dari proses ini terjadi berbagai bentuk lahan yang secara umum disebut bentuk lahan vulkanik umumnya suatu bentuk lahan volkanik pada suatu wilayah kompleks gunung api lebih ditekankan pada aspek yang menyangkut aktifitas kegunungapian seperti kepundan kerucut semburan medan-medan lahar dan sebagainya tetapi ada juga beberapa bentukan yang berada terpisah dari kompleks gunung api misalnya dikes slock dan sebagainya page 2 of 34 bentuk lahan asal fluvial bentukan asal fluvial berkaitan erat dengan aktifitas sungai dan air permukaan yang berupa pengikisan pengangkutan dan jenis buangan pada daerah dataran rendah seperi lembah ledok dan dataran alluvial proses penimbunan bersifat meratakan pada daerah-daerah ledok sehingga umumnya bentuk lahan asal fluvial mempunyai relief yang rata atau datar material penyusun satuan betuk lahan fluvial berupa hasil rombakan dan daerah perbukitan denudasional disekitarnya berukuran halus sampai kasar yang lazim disebut sebagai alluvial karena umumnya reliefnya datar dan litologi alluvial maka kenampakan suatu bentuk lahan fluvial lebih ditekankan pada genesis yang berkaitan dengan kegiatan utama sungai yakni erosi pengangkutan dan penimbunan bentuk lahan asal marine aktifitas marine yang utama adalah abrasi sedimentasi pasang-surut dan pertemuan terumbu karang bentuk lahan yang dihasilkan oleh aktifitas marine berada di kawasan pesisir yang terhampar sejajar garis pantai pengaruh marine dapat mencapai puluhan kilometer kearah darat tetapi terkadang hanya beberapa ratus meter saja sejauh mana efektifitas proses abrasi sedimentasi dan pertumbuhan terumbu pada pesisir ini tergantung dari kondisi pesisirnya proses lain yang sering mempengaruhi kawasan pesisir lainnya misalnya tektonik masa lalu berupa gunung api perubahan muka air laut transgresi regresi dan litologi penyusun bentuk lahan asal pelarutan karst bentuk lahan karst dihasilkan oleh proses pelarutan pada batuan yang mudah larut menurut jennings 1971 karst adalah suatu kawasan yang mempunyai karekteristik relief dan drainase yang khas yang disebabkan keterlarutan batuannya yang tinggi dengan demikian karst tidak selalu pada batugamping meskipun hampir semua topografi karst tersusu oleh batugamping bentuk lahan asal glasial bentukan ini tidak berkembang di indonesia yangb beriklim tropis ini kecuali sedikit di puncak gunung jaya wijaya irian bentuk lahan asal glacial dihasilkan oleh aktifitas es gletser yang menghasilkan suatu bentang alam bentuk lahan asal aeolean angin gerakan udara atau angin dapat membentuk medan yang khas dan berbeda dari bentukan proses lainnya endapan angin terbentuk oleh pengikisan pengangkatan dan pengendapan material lepas oleh angin endapan angin secara umum dibedakan menjadi gumuk pasir dan endapan debu loess medan aeolean dapat terbentuk jika memenuhi syarat-syarat tersedia material berukuran pasir halus-halus sampai debu dalam jumlah banyak adanya periode kering yang panjang disertai angin yang mampu mengangkut dan mengendapkan bahan tersebut gerakan angin tidak terhalang oleh vegetasi atau obyek lainnya bentuk lahan asal denudasional page 3 of 34 proses denudasional penelanjangan merupakan kesatuan dari proses pelapukan gerakan tanah erosi dan kemudian diakhiri proses pengendapan semua proses pada batuan baik secara fisik maupun kimia dan biologi sehingga batuan menjadi desintegrasi dan dekomposisi batuan yang lapuk menjadi soil yang berupa fragmen kemudian oleh aktifitas erosi soil dan abrasi tersangkut ke daerah yang lebih landai menuju lereng yang kemudian terendapkan pada bentuk lahan asal denudasional maka parameter utamanya adalah erosi atau tingkat derajat erosi ditentukan oleh jenis batuannya vegetasi dan relief http blog.ub.ac.id boedioetomo analisis-lanskap-terpadu denudasi-pulau-kalimantan denudasi pulau kalimantan proses denudasi merupakan proses yang cenderung mengubah bentuk permukaan bumi yang disebut dengan proses penelanjangan proses yang utama adalah degradasi berupa pelapukan yang memproduksi regolit dan saprolit serta proses erosi pengangkutan dan gerakan massa proses ini lebih sering terjadi pada satuan perbukitan dengan material mudah lapuk dan tak berstruktur proses degradasi menyebabkan agradasi pada lerengkaki perbukitan menghasilkan endapan koluvial dengan material tercampur kadang proses denudasional terjadi pula pada perbukitan struktur dengan tingkat pelapukan tinggi sehingga disebut satuan struktural denudasional proses denudasional sangat dipengaruhi oleh tipe material mudah lapuk kemiringan lereng curah hujan dan suhu udara serta sinar matahari dan aliran-aliran yang relatif tidak kontinyu karakteristik yang terlihat di foto udara umumnya topografi agak kasar sampai kasar tergantung tingkat dedudasinya relief agak miring sampai miring pola tidak teratur banyak lembah-lembah kering dan erosi lereng back erosion penggunaan lahan tegalan atau kebun campuran dan proses geomorfologi selalu meninggalkan bekas di lereng-lereng bukit dan terjadi akumulasi di kaki lereng serta kenampakan longsor lahan lebih sering dijumpai pulau kalimantan merupakan daratan yang telah banyak mengalami proes perubahan baik yang disebabkan oleh tenaga endogen maupun tenaga eksogen hingga ada yang mengatakan bahwa kalimantan adalah daratan tertua di indonesia daratan ini pernah mengalami denudasi perombakan atau pengikisan muka bumi secara besar-besaran hingga di pulau ini banyak terdapat dataran rendah gunung-gunung yang terdapat di kalimantan sebagian besar adalah gunung-gunung tua kalimantan juga terkenal dengan rawa-rawanya rawa-rawa bertanah gambut menjadi cirri-ciri sebagian besar rawa-rawa di pulau ini jenis tanah yang banyak kita jumpai di pulau kalimantan adalah tanah laterit alluvial dan gambut kalimantan terdiri dari satuan bentuk lahan dataran alluvial pantai yang terjadi akibat kegiatan proses marine seperti arus dan gelombang serta pasang surut air laut antara lain betinggisik beachridges dan dataran alluvial yang merupakan bentukan asal denudasi yang terjadi akibat proses gerak massa batuan serta proses deposisi yang umumnya terjadi pada daerah yang berlereng seperti pada perbukitan meratus kalimantan terbebas dari bahaya gunung berapi patahan atau sesar dan gempa bumi namun masih mungkin terjadi beberapa potensi bahaya lingkungan berdasarkan kajian banter 1993 kemungkinan sering terjadi erosi pada lereng barat laut pegunungan schwener dan gunung benturan serta di beberapa tempat lainnya di bagian tengan dan hulu sungai besar di kalimantan.erosi sabagai akibat aberasi pantai terjadi di pantai barat selatan dan timur.bahaya lingkungan lainnya adalah kebakaran hutan pada musim kemarau sebagai page 4 of 34 akibat panas alam yang membakar batu bara yang berada di bawah hutan tropisini.bahaya lingkungan ini harus menjadi faktor penting untuk dipertimbangkan dalam pengaturan ruang wilayah pola pegunungan di kalimantan sangat berbeda dengan pulau sumatera dan jawa selain itu kebanyakan pegunungan tersebut selain di kalimantan utara pada perbatasan indonesia dan malaysia timur merupakan pegunungan tua dari zaman mesozoikum karena telah mengalami denudasi berat puncak pegunungan di kalimantan rendah dan bentuknya tumpul keadaan ini menyebabkan sungai-sungai di kalimantan tidak begitu deras alirannya gradien tingginya kecil sehingga sangat baik untuk pelayaran hal ini membantu bagi sistem lalulintas di daratan bagi daerah tersebut berbeda dengan pulau pulau lain kalimantan tidak mempunyai gunung api aktif kecuali pegunungan apokayam pada perbatasan dengan malaysia timur oleh karena itu peremajaan tanah oleh bahan vulkanik tidak terjadi hal ini tampak bila tanah di kalimantan mulai di buka digarap tanahnya tidak subur kecuali diberi pupuk dan dijaga humusnya page 5 of 34 http serbasejarah.blogspot.com 2011 06 denudasi-dan-pembentukan-bentang-lahan.html denudasi dan pembentukan bentang lahan denudasi berasal dari kata dasar nude yang berarti telanjang sehingga denudasi berarti proses penelanjangan permukaan bumi atau kita bisa menyebut denudasi sebagai proses yang menyebabkan perendahan relief daratan denudasi cendurung akan menurunkan bagian permukaan bumi yang positif hingga mencapai bentuk permukaan bumi yang hamper datar membentuk dataran nyaris pineplain denudasi meliputi dua proses utama yaitu pelapukan dan perpindahan material dari bagian lereng atas ke lereng bawah oleh proses erosi dan gerak massa batuan masswashting pelapukan pelapukan adalah proses berubahnya sifat fisik dan kimia batuan di permukaan dan atau dekat permukaan bumi tanpa di sertai perpindahan material pelapukan dapat dibagi manjadi pelpukan fisik dan pelapukan biotic pelapukan fisik merupakan proses pecahnya batuan menjadi ukuran yang lebih kecil tanpa diikuti oleh perubahan komposisi kimia batuan perubahan kimia merupakan proses berubahnya komposisi kimia batuan sehingga menghasilkan mineral sekunder factor pengontrol pelapukan adalah batuan induk aktivitas organism topografi dan iklim didalam evolusi bentanglahan yang menghasilkan bentuklahan dedasuonal m w davis mengemukakan adanya3 faktor yang mempengaruhi perkembangan bentuklahan struktur geologi proses geomorfologi waktu dengan adanya factor tersebut maka dalam evolusinya bentuklahan melewati beberapa stadium stadium muda stadium dewasa stadium tua page 6 of 34 banyak klasifikasi gerak massa batuan tetapi semuanya dapat diklasifikasikan berdasarkan tipe gerakannya a gerakan lambat tipe ini disebut tipe rayapan rayapan tanah rayapan batuan rayapan batuan gletsyer dan solifluction b gerakan cepat tipe ini dosebut tipe aliran aliran lumpur aliran tanah c gerakan sangat cepat tipe gerakan ini disebut longsorlahan landslide yang terdiri dari jatuh bebas rock-fall earth-fall longsoran rockslide earthslide debrisslide d terban jatuhnya material batuan secara vertical tanpa adanya gerakan horizontal bentukan lahan asal denudasional 1 pegunungan denudasional 2 perbukitan denidasional 3 perbukitan terisolasi 4 nyaris dataran 5 lereng kaki 6 gabungan kipas kolluvial 7 dinding terjal 8 rombakan kaki lereng 9 lahan rusak 10 daerah dengan gerak massa 11 keruvut talus 12 monadnock http geogeografi.blogspot.com 2012 06 bentuk-lahan-hasil-proses-geomorfologi.html bentuk lahan hasil proses geomorfologi page 7 of 34 bentuk lahan hasil proses geomorfologi menurut verstappen dapat di klasifikasikan berdasarkan cara terbentuknya genesis menjadi 10 kelas yaitu 1 bentuk lahan asal struktural merupakan bentukan lahan yang terjadi akibay pengaruh struktur geologis misalnya pegunungan lipatan pegunungan patahan dsb 2 bentuk lahan asal vulkanik merupakan bentuk lahan yang terjadi akibat aktivitas gunung api contohnya kaldera kawah dan kerucut gunung api kaldera yang ada di hawaii 3 bentuk lahan asal denudasi yaitu bentuk lahan yang dihasilkan oleh proses degradasi seperti erosi dan longsoran contoh paneplain lahan rusak dan bukit sisa peneplain adalah puncak gunung yang baru terbentuk dan merupakan hasil pengerjaan tenaga eksogen terutama hasil erosi pengkikisan 4 bentuk lahan fluvial yaitu bentik lahan yang terjadi oleh aktivitas sungai contoh teras sungai dan dataran banjir 5 bentuk lahan asal marine yaitu bentuk lahan yang dihasilkan oleh aktivitas laut seperti gelombang arus dan pasang yang menghasilkan bentuk gisik pantai tombolo dan laguna namun kombinasi proses fluvial dan marine fluvio-marine sering terjadi secara bersama sama sehingga menhadilkan bentuk lahan baru seperti delta dan estuaria page 8 of 34 tombolo endapan pasir yang menghubungkan pulau dengan daratan http geoenviron.blogspot.com 2011 12 bentuklahan-asal-proses-struktural.html bentuklahan asal proses struktural bentuklahan asal proses struktural ini terbentuk karena adanya tenaga endogen yang mendorong lempeng samudra menunjam lempeng benua zona subduksi dimana lempeng benua menunjam lempeng samudra contoh bentuklahan struktural diantaranya page 9 of 34 1 patahan sesar mendatar patahan normal patahan membalik page 10 of 34 graben page 11 of 34 horst g.1 sesar dalam berbagai hal bentuklahan struktural berhubungan dengan perlapisan batuan sedimen yang berbeda ketahanannya terhadap erosi bentuklahan lahan struktural pada dasarnya dibedakan menjadi 2 kelompok besar yaitu struktur patahan dan lipatan kadang-kadang pola aliran mempunyai nilai untuk struktur geologis yang dapat dilihat dari citra plateau struktural terbentuk pada suatu daerah yang berbatuan berlapis horisontal sedang cuesta dan pegunungan monoklinal terdapat dip geologis yang nyata batuan berlapis yang terlipat selalu tercermin secara baik pada bentuklahannya skistositas akan berpengaruh pada bentuklahan pada daerah dengan batuan metamorfik lebih lanjut patahan dan retakan mempunyai pengaruh juga pada perkembangan landform dalam beberapa kasus bentuk-bentuk struktural dipengaruhi oleh proses- proses eksogenitas dari berbagai tipe sehingga terbentuklah satuan struktural-denudasional struktur-struktur geologi seperti lipatan patahan perlapisan kekar maupun lineaman kelurusan yang dapat diinterpretasi dari foto udara dan peta geologi merupakan bukti kunci satuan struktural pola aliran sungai yang ada akan mengikuti pola struktur utama dengan anak-anak sungai akan relatif sejajar dan tegak lurus dengan sungai induk beberapa fenomena bentukan struktural antara lain flatiron hogbacks cuesta pegunungan lipatan dome kubah pegunungan patahan dan pegunungan kompleks flatiron sfi merupakan morfologi pegunungan perbukitan dan dibentuk oleh lapisan dengan kemiringan relatif tegak ujung atasnya meruncing dan bentuk seperti seterika hogbacks shb berbentuk punggungan lebar yang miring ke arah lapisan dan gawir yang terjal miring ke arah berlawanan dengan arah kemiringan lapisan besar sudut 30 dip jika kemiringan punggungan melandai sesuai dengan dip lapisan sebesar  15 disebut cuesta scu dome atau pegunungan kubah spk merupakan struktur lipatan pendek regional dengan sudut kemiringan kecil melingkar ke segala arah radier membentuk bulat atau oval antiklinal pendek yang menunjam ke kiri-kanannya cenderung membentuk kubah dengan ukuran bervariasi pola aliran umumnya melingkar annular pegunungan lipatan spl mempunyai morfologi yang spesifik dengan adanya punggungan antiklinal memanjang dan lembah sinklinal yang harmonis dimana topografinya mengikuti lengkungan lipatan pola aliran sungai akan mengikuti struktur utama konsekwen longitudinal kemudian disusul anak-anak sungai yang menuruni lereng punggungan tegak lurus sungai utama yang disebut subsekwen yang akhirnya membentuk pola trellis pegunungan patahan spp merupakan struktur patahan yang umumnya dibatasi oleh adanya gawir sesar bidang patahan yang terjal kelurusan dan pola aliran yang menyudut-patah regtangular asosiasi antara struktur page 12 of 34 lipatan dengan patahan umumnya lebih terjadi membentuk struktur pegunungan kompleks spk dengan konfigurasi permukaan yang unik dan tidak teratur kenampakan pada foto udara untuk masing-masing struktur akan terlihat jelas dan spesifik dengan didukung oleh fenomena tertentu seperti gawir patahan yang lurus dan terjal kelurusan vegetasi atau igir punggungan pola aliran yang saling tegak lurus dengan anak-anak sungai yang relatif sejajar kemudian menyebar keluar topografi kasar pola tidak teratur vegetasi jarang dan penggunaan lahan untuk lahan tegalan atau hutan reboisasi konservasi http smile-nd.blogspot.com 2012 05 bentuk-lahan-asal-struktural.html bentuk lahan asal struktural 03.49 diposkan oleh ismail sia buga bentuk lahan struktural terjadi oleh karena adanya proses endogen yang disebut tektonisme atau diastrofisme proses ini meliputi pengangkatan penurunan dan pelipatan kerak bumi sehingga terbentuk struktur geologi lipatan dan patahan selain itu terdapat pula struktur horizontal yang merupakan struktur asli sebelum mengalami perubahan dari struktur pokok tersebut selanjutnya dapat di rinci menjadi berbagai bentuk berdasarkan sikap lapisan batuan dan kemiringannya bentuk lahan structural di cirikan oleh adanya pola aliran trellis yang tersusun dari sungai-sungai konsekuen subsekuen resekuen dan obsekuen bentuk lahan ini di tentukan oleh tenaga endogen yang menyebabkan terjadinya deformasi perlapisan batuan dengan menghasilkan struktur lipatan dan patahan serta perkembangannya bentuk lahan di cirikan oleh adanya perlapisan batuan yang mempunyai perbedaan ketahanan terhadap erosi akibat adanya tenaga endogen tersebut terjadi deformasi sikap attitude perlapisan batuan yang semula horizontal menjadi miring atau bahkan tegak dan membentuk lipatan penentuan nama suatu bentuk lahan structural pada dasarnya di dasarkan pada sikap perlapisan batuan dip dan strike dalam berbagai hal bentuk lahan struktural berhubungan dengan perlapisan batuan sedimen yang berbeda ketahanannya terhadap erosi bentuklahan lahan struktural pada dasarnya dibedakan menjadi 2 kelompok besar yaitu struktur patahan dan lipatan kadang-kadang pola aliran mempunyai nilai untuk struktur geologis yang dapat dilihat dari citra plateau struktural terbentuk pada suatu daerah yang berbatuan berlapis horisontal sedang cuesta dan pegunungan monoklinal terdapat dip geologis yang nyata batuan berlapis yang terlipat selalu tercermin secara baik pada bentuklahannya skistositas akan berpengaruh pada bentuklahan pada daerah dengan batuan metamorfik lebih lanjut patahan dan retakan mempunyai pengaruh juga pada perkembangan landform page 13 of 34 dalam beberapa kasus bentuk-bentuk struktural dipengaruhi oleh proses-proses eksogenitas dari berbagai tipe sehingga terbentuklah satuan struktural-denudasional struktur- struktur geologi seperti lipatan patahan perlapisan kekar maupun lineaman kelurusan yang dapat diinterpretasi dari foto udara dan peta geologi merupakan bukti kunci satuan struktural pola aliran sungai yang ada akan mengikuti pola struktur utama dengan anak-anak sungai akan relatif sejajar dan tegak lurus dengan sungai induk beberapa fenomena bentukan struktural antara lain flatiron hogbacks cuesta pegunungan lipatan dome kubah pegunungan patahan dan pegunungan kompleks flatiron sfi merupakan morfologi pegunungan perbukitan dan dibentuk oleh lapisan dengan kemiringan relatif tegak ujung atasnya meruncing dan bentuk seperti seterika hogbacks shb berbentuk punggungan lebar yang miring ke arah lapisan dan gawir yang terjal miring ke arah berlawanan dengan arah kemiringan lapisan besar sudut 30° dip jika kemiringan punggungan melandai sesuai dengan dip lapisan sebesar ± 15° disebut cuesta scu dome atau pegunungan kubah spk merupakan struktur lipatan pendek regional dengan sudut kemiringan kecil melingkar ke segala arah radier membentuk bulat atau oval antiklinal pendek yang menunjam ke kiri-kanannya cenderung membentuk kubah dengan ukuran bervariasi pola aliran umumnya melingkar annular pegunungan lipatan spl mempunyai morfologi yang spesifik dengan adanya punggungan antiklinal memanjang dan lembah sinklinal yang harmonis dimana topografinya mengikuti lengkungan lipatan pola aliran sungai akan mengikuti struktur utama konsekwen longitudinal kemudian disusul anak- anak sungai yang menuruni lereng punggungan tegak lurus sungai utama yang disebut subsekwen yang akhirnya membentuk pola trellis pegunungan patahan spp merupakan struktur patahan yang umumnya dibatasi oleh adanya gawir sesar bidang patahan yang terjal kelurusan dan pola aliran yang menyudut-patah regtangular asosiasi antara struktur lipatan dengan patahan umumnya lebih terjadi membentuk struktur pegunungan kompleks spk dengan konfigurasi permukaan yang unik dan tidak teratur kenampakan pada foto udara untuk masing-masing struktur akan terlihat jelas dan spesifik dengan didukung oleh fenomena tertentu seperti gawir patahan yang lurus dan terjal kelurusan vegetasi atau igir punggungan pola aliran yang saling tegak lurus dengan anak-anak sungai yang relatif sejajar kemudian menyebar keluar topografi kasar pola tidak teratur vegetasi jarang dan penggunaan lahan untuk lahan tegalan atau hutan reboisasi konservasi ciri-ciri bentuk lahan asal struktural 1 dip dan strike page 14 of 34 dip merupakan sudut perlapisan batuan yang di ukur terhadap bidang horizontal dan tegak lurus terhadap salah satu jurus stike sedangkan stike adalah arah garis perpotongan yang di bentuk oleh perpotongan antara bidang perlapisan dengan bidang horizontal 2 horison kunci jelas merupakan tanda yang terdapat pada bekas permukaan daerah yang mengalami patahan 3 adanya sesar kekar pecahan a sesar rasanya tidak ada yang istimewa dari tebing batu seperti itu namun jika kita amati lagi dari puncak gunung batu tersebut akan terlihat 2 blok tanah yang satu seakan habis naik menjulang ke atas yang satu lagi jadi lebih rendah bidang kontak antara 2 blok tersebut disebut sesar karena letaknya di daerah lembang maka disebut sesar lembang dalam istilah geologi sesar tersebut termasuk fault scrap sesar gawir tebing dimana blok yang menjulang ke atas disebut hanging wall atap sesar dan blok yang lebih rendah disebut foot wall alas sesar sesar tersebut membentang sepanjang 22 km dari timur ke barat page 15 of 34 sesar ada bermacam-macam tipenya tergantung dari gerakan relatif blok di satu sisi sesar terhadap yang lain diantaranya  sesar normal hasil pergeseran kerak bumi sisi satu dengan sisi lainya dimana pada posisi hangingwall turun ke bawah dari sisi footwallnya sesar ini hasil dari gaya ekstensi kerak bumi 2 sesar naik thrust fault hasil pergerakan kerak bumi sisi satu dengan sisi lainya dimana pada posisi hangingwall terdorong ke atas dari sisi footwallnya sesar ini hasil dari gaya kompresi kerak bumi 3 sesar geser strike-slip or transform or wrench fault sesar permukaan dimana footwall bergerak ke kiri atau kekanan atau pegerakan lateral dengan sedikit pergerakan vertikal berikut dijelaskan mengenai ciri-ciri sesar yaitu 1 trapezoidal facet bentuk daerah yang menyerupai trapezium 2 triangle facet sistem lembah berbentuk segitiga 3 hanging valey suatu lembah yang letaknya diatas lembah yang sekarang ada 4 breksi besar merupakan lapisan butiran batuan runcing-runcing pada dinding permukaan sesar 5 milovit hancuran batuan-batuan seperti tepung sebagai akibat gesekan pada sesar 6 jalur mata air pada tebing sesar sebagai akibat butiran permeable tersingkap 7 slicken side permukaan alur yang licin pada permukaan sesarr karena gesekan 8 cermin sesar permukaan mengkilap pada permukaan batuan akibat gesekan 9 kelurusan terdapat pola permukaan yang lurus karena patahan pada sesar 10 gawai sesar merupakan dinding patahan yang terjal dan memanjang 11 perbedaan topografi yang menyolok pada daerah yang patah 12 lapisan batuan tidak continue omisi karena adanya patahan page 16 of 34 4 adanya materi interusif dike kubah granit macam-macam bentuk lahan struktural 1 bentang alam dengan struktur mendatar lapisan horizontal 2 dataran rendah adalah daerah yang memiliki elevasi antara 0-500 kaki dari permukaan air laut 3 dataran tinggi pletau adalah daerah yang menempati eleevasi diatas 500 kaki diatas permukaan air laut berlereng sangat landai atau datar berkedudukan lebih tinggi daripada bentang alam di sekitarnya 4 bentang alam dengan struktur miring dibagi menjadi 2 a cuesta kemiringan antara kedua sisi lerengnya tidak simetri denag sudut lereng yang searah perlapisan batuan kurang dari 300 tjia 1987 b hogback sudut antara kedua sisinya relative sama dengan sudut lereng yang searah perlapisan batuan lebih dari 300 yjia 1987 hotback memiliki kelerengan scarp slope dan dip slope yang hamper sama sehingga terlihat simetri 2.4 satuan bentuk asal struktural 1 pegunungan blok sesar pegunungan blok sesar adalah pegunungan yang tersusun dari batuan klastik ditandai oleh berbagai bentuk patahan misalnya graben sembul triangle facet dan sebagainya gambar 1.2 page 17 of 34 2 gawir sesar gawir sesar yaitu tebing patahan memanjang terjadi karena adanya dislokasi gambar 1.3 3 pegunungan dan perbukitan antiklinal pegunungan perbukitan antiklinal adalah pegunungan yang tersusun dari batuan plastis terjadi atas unit-unit punggung lipatan lembah yang terdapat dipuncak antiklin setelah tererosi adalah combe gambar 1.4 antiklinal merupakan bagian lipatan yang memiliki posisi lebih tinggi dari bagian lipatan lainnya lipatan antiklinal akan membentuk bumi menjadi cembung contohnya pegunungan atau perbukitan gambar 1.5 4 perbukitan atau pegunungan sinklinal page 18 of 34 sinklinal merupakan bagian lipatan yang memiliki bagian yang lebih rendah dari bagian lipatan lainnya lipatan sinklinal akan membentuk permukaan bumi menjadi cekung contohnya lembah pegunungan perbukitan sinklinal tersusun dari batuan plastis terdiri atas lembah-lembah lipatan 5 pegunungan monoklinal pegunungan perbukitan monoklinal adalah pegunungan lipatan yang terjadi karena adanya tekanan pada satu titik saja yang tingginya 500m disebutpegunungan monoklinal 500m disebut perbukitan monoklinal monoklinal homoklinal yang lerengnya ≥11⁰disebut cuesta gambar 1.6 6 pegunungan atau perbukitan kubah pegunungan perbukitan kuba dome adalah pegunungan perbukitan tunggal yang lerengnya landai trjadi karena proses updoming kubah yang berstadia dewasa dipuncaknya terdapat sistem lembah berbentuk segitiga triangle facet yang disebut flat iron perbukitan kubah intrusi disusun oleh material batuan beku intrusi yang memiliki ciri khas membentuk pola aliran sentripetal soliter terpisah biasanya terbentuk pada daerah yang dipengaruhi oleh sesar dan tersebar tidak beraturan 7 pegunungan atau perbukitan plato pegunungan perbukitan plato merupakan tanah datar dengan struktur horizontal dengan ketinggian 500 m untuk pegunungan dan 500m untuk perbukitan pada umumnya dikelilingi oleh klompok volkan atau rangkaian pegunungan 8 teras struktural page 19 of 34 merupakan permukaan bertingkat yang terjadi oleh pengangkatan yang berulang-ulang pada suatu tempat misalnya step fault 9 perbukitan mesa perbukitan yang puncaknya dengan struktur horizontal sebagai akibat proses erosi perbukitan yang mirip mesa tetapi puncaknya lebih sempit disebut butte messa dan bute berasal dari plato yang tererosi 10 graben slenk tanah patahan yang turun sehingga permukaannya lebih rendah dari daerah sekitar terjadi karena daerah ttersebut mengalami penurunan penenggelaman 11 sembul horst tanah patah yang lebih tinggi dari daerah sekitar terjadi karena pengangkatan up lift kenampakan dominan pada bentuk lahan asal structural adalah adanya sesar yang disebabkan oleh pergeseran posisi lapisan dislokasi batuan disuatu tempat http kepalabatu.finddiscussion.com t37-morfologi-daerah-berstruktur-lipatan-kubah-dan-patahan tenaga pembentuk lipatan kubah dan patahan tenaga pembentuk lipatan daerah yang berstruktur lipatan kubah dan struktur patahan pada dasarnya disebabkan oleh tenaga endogen hanya saja tenaga endogen pembentuk ketiga daerah struktur lipatan kubah dan patahan tidak sama pada daerah berstruktur lipatan disebabkan oleh tenaga endogen yang arahnya mendatar berupa tekanan sehingga batuan sedimen yang letak lapisan- lapisannya mendatar berubah menjadi terlipat atau bergelombang daerah yang berstruktur demikian disebut daerah lipatan dalam bahasa inggris disebut folded zone suatu lipatan memilik beberapa bagian sebagai akibat dari adanya lipatan tersebut unsur-unsur tersebut adalah antiklinal sinklinal sayap antiklin di samping itu juga ada berupa sumbu antiklinal dalam kaitannya dengan menentukan posisi suatu lipatan yaitu dip kemiringan dan strike jurus serta sumbu sinklinal berbicara mengenai lipatan ada beberapa macam sebagai akibat dari kekutan yang membentuknya yaitu lipatan tegak miring menggantung isoklin rebah kelopak antiklinoriun dan sinklinorium di dunia ini banyak terdapat daerah lipatan yang memperlihatkan bentukan topografi yang jelas lipatan yang terkenal adalah sirkum pasifik dan lipatan alpina kedua lipatan tersebut mempunyai kelanjutan di indonesia lipatan alpina di indonesia berupa sistem pegunungan sunda yang terbentang di indonesia mulai dari sumatera jawa nusra maluku dan berakhir di p banda lipatan ini merupakan busur dalam yang indonesia bersifat volkanis dan busur luar yang non vulkanis demikian pula dengan lipatan sirkum pasifik dari pilipina bercabang ke kalimantan dan sulawesi dan seterusnya sumber lobeck 1939 page 20 of 34 tenaga pembentuk kubah dome tenaga pembentuk daerah yang berstruktur kubah adalah tenaga endogen mempunyai arah tegak lurus ke arah luar bumi sehingga daerah yang luas mengalami pencembungan akibat tenaga tersebut seperti juga lipatan dome juga mempunyai dip tetapi dip pada dume menuju kesemua arah kalau boleh diumpamakan bahwa dome tersebut ibarat kuali yang ditelungkupkan kalau tenaga yang tegak lurus tersebut menuju pusat bumi maka bentuk yang dihasilkan merupakan kebalikan dari dome yaitu berupa basin atau cekungan ibarat kuali yang menghadap ke atas berdasarkan pembentukannya dome digolongkan menjadi beberapa macam yaitu a dome yang berintikan batuan beku yang terdiri dari dua jenis yaitu dome laccolith dan batolith terjadi karena penerobosan magma ke dalam kulit bumi sehingga lapisan kulit bumi yang terletak di atasnya terdesak yang mengakibatkan kulit bumi tersebut cembung sumber alan h strahler 1992 b dome atau kubah garam kubah garam terjadi akibat intruisi massa garam ke dalam lapisan batuan jadi kubah ini mempunyai inti berupa garam diatasnya kadang-kadang terdapat lapisan tudung berupa gips batu gamping atau dolomit yang pejal pada umumnya kubah garam ini kecil-kecil dengan garis tengah 1 – 6 km dengan ketinggian ± 100 kaki dari daerah sekitarnya banyak di antaranya mempunyai nilai ekonomis bentuk dome seperti ini banyak terdapat di jerman harz mountains sayap kanan pegunungan karpatia rumania mesir persia spanyol maroko dan aljazair terjadinya diduga bahwa lapisan garam yang terletak jauh di dalam lapisan bumi mendapat tekanan yang keras sehingga keadaanya menjadi plastis dan pada bagian di bagian kulit bumi yang lemah ia naik dan mendorong lapisan batuan yang ada di atasnya sehingga cembung ke atas kubah garam ini meskipun berstruktur kubah sering kali memperlihatkan permukaan yang cekung karena garam merupakan lapisan yang mudah larut akibatnya lapisan yang terletak di atasnya mudah ambruk jadi dalam hal ini dapat dikatakan bahwa daerah itu berstruktur positif tetapi topografi negatif c kubah akibat pengangkatan regional pada daerah yang luas kubah pada golongan ini adalah akibat adanya pengangkatan regional didaerah yang luas ukurannya luas dengan dip yang landai hingga hampir mendatar kubah ini mungkin terjadi sebagai akibat dari desakan batuan volkanis dari dalam atau kerena proses epirogenesisi d kubah kriptovolkanis cryptovolcanic domes kubah ini terjadi sebagai akibat dari desakan gas dari dalam bumi yang tergerak secara tiba-tiba tetapi dengan kekuatan kecil karena kekuatannya yang kecil sehingga tidak sampai ke luar melainkan hanya mendorong lapisan kulit bumi hingga cembung tenaga pembentuk patahan tenaga pembentuk daerah yang berstruktur patahan adalah tenaga endogen yang mengakibatkan kulit bumi bergerak mendatar dengan berlawanan arah atau bergerak ke bawah atau ke atas yang sering disebut dengan kekar rekahan atau retakan yang cukup besar kulit bumi mengalami sesar dimana patahan yang disertai dengan pergeseran kedudukan lapisan yang terputus hubungannya fault berdasarkan gerakan atau pergeseran kulit bumi terdapat tiga macam sesar mulfinger snyder 1979 341 yaitu a dip slip fault yaitu sesar yang tergeser arahnya vertikal sesar vertikal sehingga salah satu dari blok terangkat dan membentuk bidang patahan b strike slip fault yaitu sesar yang pergeserannya ke arah horisontal sesar mendatar page 21 of 34 sehingga hasil dari aktivitas ini kadangkala dicirikan oleh kenampakan aliran air sungai yang membelok patah-patah c oblique slip fault yaitu sesar yang pergeseran vertikal sama dengan pergeseran mendatar yang sering disebut sesar miring oblique pergeseran kulit bumi pada tipe ini membentuk celah yang memanjang kalau terjadi di dasar laut samudera terbentuk palung laut dan bila di daratan bisa berupa ngarai dip slip fault dapat dibagi lagi menjadi dua bagian berdasarkan bagian yang tergeser lobeck 1939 559 yaitu a kalau batuan yang terletak di atas bidang sesar yang relatif turun maka disebut sesar turun normal atau gravity fault b kalau batuan yang terletak di atas bidang sesar yang relatif naik maka dinamakan sesar naik atau thrust fault sesar naik digolongkan pula menjadi dua bagian yaitu reverse fault kalau bidang sesarnya mempunyai kemiringan lebih dari 45 derajat dan thrust fault atau kelopak jika kemiringan bidang sesar kurang daru 45 derajat strike slip fault disebut juga lateral fault yang terbagi menjadi dua kelompok yaitu a dextral atau right lateral fault adalah sesar yang bergerak relatif ke kanan b sinistral atau left lateral fault merupakan pergerakan sesar yang relatih ke kiri lobeck 1939 559 mengemukakan ada beberapa jenis sturktur patahan yaitu a patahan normal normal fault b patahan bertingkat step fault c patahan terserpih fault splinter d patahan membalik reverse fault e patahan kelopak thrust fault f patahan kelopak majemuk multi thrust fault g patahan mendatar foult with horizontal movement h patahan lipatan fault passing in to a fold bentukan-bentukan di daerah struktur lipatan kubah dan patahan bentuk lahan yang merupakan hasil bentukan asal struktural seprti telah dikemukakan pada bagian terdahulu bahwa disebabkan oleh tenaga endogen tenaga yang berasal dari dalam bumi yang bisa berupa proses tektonik atau diastrofisme proses ini meliputi pengangkatan penurunan dan pelipatan kulit bumi sehingga terbentuk struktur geologi berupa lipatan dan patahan beberapa prinsip yang perlu diperhatikan untuk mendasari interpretasi dan identifikasi bentuk struktural adalah a perbedaan daya tahan resistensi lapisan batuan terhadap tenaga yang bekerja lapisan batuan yang resisten akan menghasilkan relief yang berbeda dengan batuan yang kurang atau tidak resisten b pola aliran pada bentukan struktural umumnya terkontrol oleh struktur c dalam melakukan identifikasi dan pengenalan terhadap bentukan struktural dasar pengenalan struktur adalah - perlapisan stratifikasi batuan - attitude atau sikap lapisan posisi bidang lapisan terhadap bidang horizontal yang meliputi dip strike dip slope face slope dan scrap - pola aliran - kontinuitas - dislokasi - morfologi permukaan page 22 of 34 bentuk lahan hasil bentukan struktural ditentukan oleh tenaga endogen yang menyababkan deformasi perlapisan batuan dengan menghasilkan lipatan kubah dan patahan serta perkembangannya deformasi perlapisan batuan ini menyebabkan adanya deformasi sikap perlapisan yang semula horisontal menjadi miring atau tegak dan membentuk lipatan penentuan nama suatu bentuklahan struktural pada dasarnya di dasarkan pada sikap perlapisan batuan dip dan strike dip adalah sudut perlapisan batuan yang diukur terhadap bidang horisontal dan tegak lurus terhadap jurus strike sedangkan jurus strike merupakan arah garis perpotongan yang dibentuk oleh perpotongan antara bidang perlapisan dengan bidan horizontal bentukan khas di daerah lipatan pertama kali yang harus disadari bahwa suatu daerah yang berstruktur lipatan oleh tenaga eksogen dihancurkan melalui proses denudasional sehingga permukaan menjadi rata oleh karena itu kenanpakan topografi seperti antiklinal dimungkinkan bukan menjadi punggungan topografi demikian pula sinklinal ditemukan bukan merupakan lembah di samping itu dimungkinkan pula terjadi pembalikan relief inversion of relief sebagai akibat dari bekerja ulangnya tenaga endogen bentukan khas yang terdapat pada daerah berstruktur lipatan yang berkenaan dengan pembentukan lipatan kulit bumi belum dijumpai pembentukan baru pada umumnya telah mengalami beberapa siklus geomorfologi sehingga bentanglahan yang ada banyak yang dijumpai multi siklis walaupun di banyak tempat di permukaan bumi ini telah mengalami proses demikian di daerah yang berstruktur lipat dapat dijumpai beberapa bentukan yang merupakan bentukan khasnya adapun bentukan-bentukan khas tersebut berikut ini disajikan secara satu persatu a bentukan berupa pola aliran trellis pada bagian terdahulu telah dikemukan mengenai pola pengaliran trellis itu terdiri atas lembah-lembah besar yang sejajar sat sama lain lembah subsekwen dan anak-anak sungainya yang bermuara tegak lurus pada sungai yang sejajar tersebut anak-anak sungai tersebut merupakan lembah obsekuen resekwen atau konsekwen b bentukan berupa punggungan antiklinal anticlinal ridge merupakan punggungan atau pegunungan yang bertepatan dengan sinklinal pada umumnya deretan pegunungan itu sejalan dengan sumbu strike dari antiklinal itu bentuk punggungannya membulat dan relief halus dengan lerengnya berupa dip dari struktur c bentukan berupa lembah antiklinal anticlinal valley merupakan lembah-lembah yang berkembang sepanjang sumbu antiklinal bentukan ini benar-benar menunjukkan pembalikan relief d bentukan lembah sinklinal synclinal valley merupakan lembah yang berkembang sepanjang sumbu sinklinal e bentukan punggungan sinklinal synclinal ridge merupakan punggungan yang berkembang sepanjang sumbu sinklin ini pun menunjukkan adanya pembalikan relief yang sempurna punggungannya biasanya lebar dengan lereng yang curam f bentukan berupa punggungan homoklinal homoclinal ridge punggungan homoklinal merupakan punggungan yang terdapat disetiap antiklinal sinklinal akibat pengirisan lembah pada saya dan sepanjang sayap itu dengan sendirinya punggungan ini akan berupa cuesta atau hogback tergatung kepada besarnya kemiringan struktur bisanya bentukan ini dibatasi oleh adanya pergantian kekerasan lapisan batuan yang berselang seling antara lapisan batuan lunak dan lapisan yang keras cuesta adalah bentuk punggungan atau bukit yang kemiringan lerengnya tidak sama sebagai akibat dari kedudukan lapisan-lapisan batuan pembentuknya yang landai cuesta mempunyai lereng belakang back slope yang landai dan lereng muka inface lebih curam apabila cuesta dengan kedudukan lapisan batuan itu cukup curam dan kedua lereng bukit mempunyai page 23 of 34 kemiringan yang hampir sama maka dinamakan hogback sedangkan bila kedudukan lapisan itu mendatar bukit yang demikian dinamakan messa messa yang berukuran kecil disebut butte g bentukan berupa lembah homoklinal homoclinal valley merupakan lembah yang berkembang pada sayap antiklin atau sinklin sayap antiklin yang berkembang menjadi lembah ini disebabkan oleh proses erosi denudasi yang kuat bentukan khas di daerah struktur kubah dome bentukan khas di daerah struktur kubah dan antiklin adalah berbentuk elips dan bentuknnya tergantung pula oleh kemiringan lapisan-lapiasn batuan penyusunnya serta tingkat erosi yang telah terjadi pada daerah tersebut seperti halnya di daerah struktur lipatan pada struktur kubah pun pada umumnya telah mengalami erosi pada tingkat lanjut dalam arti erosi yang bekerja sudah sangat intensif berbicara mengenai bentukan khas perlu mengingat kembali tentan pembalikan relief seperti yang telah dibicarakan pada bagian terdahulu dari hasil pembalikan relief tersebut akan dapat membedakan kubah secara struktur dan kubah secara topografi kaitannya dengan keadaan tersebut maka akan ditemukan struktur positif dengan topografi negatif struktur positif dengan topografi positif dan struktur negatif dengan topografi positf adapun bentukan-bentukan yang khas pada daerah dengan struktur kubah adalah dalam hal a pola pengaliran pola pengaliran biasanya radial pada kubah muda dengan lembah termasuk lembah konsekuen pola pengaliran anular pada kubah usia dewasa pola ini memperlihatkan sungai- sungai besar membentuk lingkarann dan anak-anak sungai bermuara tegak lurus dengan sengai induk lembah-lembah besar melingkar berupa lembah subsekuen sedangkan lembah-lembah cabangnya berupa lembah resekuen konsekwen perlu diketahui pula pola pengaliran yang sempurna seperti di atas hanya terjadi pada daerah dengan struktur kubah yang luas dan pada kubah yang kecil tidak luas sungai-sungai tudak akan terbentuk berikut ini disajikan mengenai pola pengaliran di daerah dome kubah yang luas b terdapat bentukan cuesta hogback messa butte flat iron messa butte dan flat iron ini pada dasarnya adalah suatu bukit sisa yang ada di daerah yang berstruktur kubah biasanya bukit sisa ini material batuannya adalah resisten sehingga dengan meterial yang resisten terhadap erosi membentuk topografi yang menjulang dibandingkan dengan deerah sekelilingnya bentukan khas di daerah struktur patahan dimuka telah pula dijelaskan secara panjang lebar bahwa patahan itu terjadi oleh tekanan atau tarikan yang menyertai bentuk lipatan kubah kerutan yang disertai dengan pergesesran a flexure flexeure adalah suatu bentukan yang terjadi jika pergeseran ke arah vertikal antara dua blok page 24 of 34 batuan yang besar hanya melampaui jarak yang tidak panjang sehingga antara dua massa batuan yang bergeser tersebut tidak sampai putus melainkan hanya terjadi atau membentuk tarikan saja kemudian mengenai apakah sesar itu mampu membuat suatu morfologi yang jelas berkaitan dengan pertanyaan tersebut ada dua pandangan yang satu sama lainnya mempunyai perbedaan pandangan yang menjelaskan bahwa gradasi lebih cepat dari pada sesar dalam mbentuk morfologi sehingga sesar yang ada dianggap bukan hasil patahan secara langsung tetapi akibat erosi di atas sesar atau patahan yang telah ada baik yang lama maupun yang masih baru sesar yang ada sekarang telah tererosi sejak zaman mesozoicum pada saat awal terjadi pelipatan spurr dalam lobeck 1930 540 pandangan yang kedua menyatakan bahwa sesar dapat mengalahkan degradasi sehingga dapat membentuk morfologi secara langsung pada dasarnya keduanya mempunyai persamaan bahwa permukaan bumi ini terbentukkarena adanya ketidak stabilan apakah stabil dalam hal geologi dan geomorfologi yang stabil atau tidaak stabil pada daerah yang stabil dimana morfologi akibat sesar merupakan hal yang biasa jadi kedua pandangan tersebut masing-masing mempunyai kebenaran artinya ada morfologi yang langsung merupakan akibat sesar dan ada pula yang disebabkan oleh erosi di atas daerah yang berstruktur patahan b tebing tidak setiap tebing merupaakan hasil patahan karena ada yang disebabkan oleh hal yang lain misalnya tebing pada cuesta hogback messa butte tebing pada kelokan meander dan lain sebagainya terjadi bukan karena sesar tebing akibat patahan disebut fault scrap sedangkan terjadi bukan kerena patahan disebut escarpment jadi scarp ada dua yaitu fault scrap dan escarpment tebing yang terjadi ada hubungannya dengan sesar ada dua macam lobeck 1930 563 yaitu fault scarp yaitu tebing yang terjadi langsung kerena sesar tebing seperti ini mungkin mengalami pemunduran oleh erosi pelapukan atau mass wasting oleh karena itu ada tebing muda dewasa dan tua dalam perkembangannya fault line scarp yaitu tebing yang terjadi oleh pengerjaan erosi pada garis patahan karena di kiri kanan garis patahan itu terdapat batuan yang berlainan daya tahannya terhadap erosi kenyataanya tebing bisa terbentuk tersusun atau bertebing majemuk ataupun bertingkat hal ini terjadi kemungkinan terjadi karena beberapa kemungkinan yaitu mula-mula fault scrap terbentuk kemudian bagian atas dari bagian yang turun terkikis sehingga dasar tebing menggeser ke bawah dengan demikian tebing bagian bawah adalah fault line scarp mula-mula fault scarp terbentuk tetapi terbentuknya berulang menghasilkan step fault sehingga terbentuklah tebing bessusun di samping juga proses erosi terus bekerja untuk menghasilkan fault line scrap berbicara mengenai fault scarp agar dibedakan dengan escarpment kerena keduanya memang berbeda untuk itu perlu mengenal tanda-tanda fault scarp yaitu adanya singkapan bidang sesar yang jelas yang memperlihatkan ♣ peralihan yang tiba-tiba dari permukaan yang curam tanpa ada perbedaan dalam batuan litologis page 25 of 34 ♣ pergeseran lapisan-lapisan batuan antara dua daerah yang dipi-sahkan oleh tebing yang berpotongan dengan sistem pelapis-annya ♣ daerah luas yang retak-retak atau hancur berupa bukit dan lem-bah yang berserakan bukit yang seolah-olah tergelincir pada tebing berikut ini adalah ilustrasi dari singkapan bidang sesar dasar tebing berupa garis lurus atau pada garis besarnya merupakan garis lurus ujung bukit-bukit berbentuk segitiga yang berdampingan melurus dengan sudut kemiringan yang kecil terdapat lembah melayang hanging valley pada tebing pada dasar tebing muncul sumber-sumber mata air adanya bidang gesekan slicken slide yaitu permukaan tebing yang dilicinkan oleh bongkah-bongkah yang bergerak dengan goresan-goresan yang dapat menerangkan arah pergeseran terdapatnya batuan beku luar yang terputus oleh adanya tebing bentukan ini disebut dengan batu gantung louderbacks justify http deean0776.blogspot.com 2009 11 bentuk-lahan-asal-volkanis.html bentuk lahan asal volkanis jumat 13 november 2009 diposkan oleh dian indira w a deskripsi volkanisme semua gejala di dalam bumi sebagai akibat adanya aktivitas magma disebut vulkanisme gerakan magma itu terjadi karena magma mengandung gas yang merupakan sumber tenaga magma untuk menekan batuan yang ada diatasnya magma adalah batuan cair pijar bertemperatur tinggi yang terdapat di dalam kulit bumi terdiri dari berbagai mineral dan gas yang terlarut di dalamnya magma terbentuk akibat adanya tekanan di dalam bumi yang amat besar dengan suhu cukup tinggi walaupun demikian batuannya tetap padat apabila terjadi pengurangan tekanan misalnya adanya retakan tekanannya pun akan menurun sehingga batuan tadi menjadi cair pijar atau disebut magma magma bisa bergerak ke segala arah bahkan bisa sampai ke permukaan bumi jika gerakan magma tetap di bawah permukaan bumi disebut intrusi magma sedangkan magma yang bergerak dan mencapai ke permukaan bumi disebut ekstrusi magma ekstrusi magma inilah yang menyebabkan gunung api atau disebut juga volkan kemungkinan dari intrusi magma yang mencapai permukaan bumi hanya sebagian kecil intrusi magma yang bisa mencapai ke permukaan bumi bisa page 26 of 34 mengangkat lapisan kulit bumi menjadi cembung hingga membentuk tonjolan berupa pegunungan intrusi dan ekstrusi magma intrusi magma atau plutonisme menghasilkan bermacam-macam bentuk perhatikan gambar penampang gunung api yaitu 1 batolit adalah batuan beku yang terbentuk di dalam dapur magma sebagai akibat penurunan suhu yang sangat lambat 2 lakolit adalah magma yang menyusup di antara lapisan batuan yang menyebabkan lapisan batuan di atasnya terangkat sehingga menyerupai lensa cembung sementara permukaan atasnya tetap rata 3 keping intrusi atau sill adalah lapisan magma yang tipis menyusup di antara lapisan batuan 4 intrusi korok atau gang adalah batuan hasil intrusi magma memotong lapisan- lapisan litosfer dengan bentuk pipih atau lempeng 5 apolisa adalah semacam cabang dari intrusi gang namun lebih kecil 6 diatrema adalah batuan yang mengisi pipa letusan berbentuk silinder mulai dari dapur magma sampai ke permukaan bumi page 27 of 34 gambar 1 penampang gunung api proses erupsi magma suatu keadaan dimana aktivitas magma mencapai ke permukaan bumi maka gerakan ini dinamakan erupsi magma jadi erupsi magma adalah proses keluarnya magma ke permukaan bumi karena ada tekanan dari dalam melalui retakan atau lubang kepundan erupsi magma inilah yang menyebabkan sebuah gunung bisa di katakan sebagai gunung api erupsi magma tidak hanya terjadi di daratan tetapi juga bisa terjadi di lautan jenis-jenis erupsi magma berdasarkan sifatnya 1 erupsi eksplosif letusan terjadi apabila letak dapur magma dalam dan volume gas besar magma bersifat asam material yang dikeluarkan adalah piroklastik dengan kandungan s1o2 tinggi misalnya bongkah lapili bom pasir abu dan debu bentuk volkan adalah sharp cone 2 erupsi effusif lelehan terjadi karena letak dapur magma dangkal volume gas kecil magma bersifat basa material yang dikeluarkan berupa lava dengan kandungan s1o2 bentuk volkan rounded cone 3 erupsi campuran terjadi karena letak variasi dapur magma volume gas dan sifat magma bersifat intermedier tetapi biasanya cenderung basa bentuk volkan strato jenis erupsi berdasarkan bentuk dan lokasi kepundan 1 erupsi linier terjadi jika magma keluar lewat celah-celah retakan atau celah batuan kerak bumi contoh plato dekan di india page 28 of 34 2 erupsi areal terjadi karena runtuhnya atap batholit sehingga magma keluar secara melebar dan meliputi daerah yang luas contoh gunung api lumpur di sumatera selatan 3 erupsi sentral terjadi karena magma keluar melalui pipa kepundan berdasarkan sifat erupsi dan bahan yang dikeluarkannya ada 3 macam gunung berapi yaitu gunung api perisai gunung api ini terjadi karena magma yang keluar sangat encer magma yang encer ini akan mengalir ke segala arah sehingga membentuk lereng sangat landai ini berarti gunung ini tidak menjulang tinggi tetapi melebar contohnya gunung maona loa dan maona kea di kepulauan hawaii gunung api maar gunung api ini terjadi akibat adanya letusan eksplosif bahan yang dikeluarkan relatif sedikit karena sumber magmanya sangat dangkal dan sempit gunung api ini biasanya tidak tinggi dan terdiri dari timbunan bahan padat efflata di bekas kawahnya seperti sebuah cekungan yang kadang- kadang terisi air dan tidak mustahil menjadi sebuah danau misalnya danau klakah di lamongan atau danau eifel di prancis gunung api strato gunung api ini terjadi akibat erupsi campuran antara eksplosif dan efusif yang bergantian secara terus menerus hal ini menyebabkan lerengnya berlapis-lapis dan terdiri dari bermacam-macam batuan gunung api inilah yang paling banyak ditemukan di dunia termasuk di indonesia misalnya gunung merapi semeru merbabu kelud dan lain-lain page 29 of 34 gambar bentuk-bentuk gunung api b indikasi bentuk lahan asal volkanis satu-satuan bentuk lahan asal vulkanis meliputi 1 kepundan crater atau cauldron yaitu cekungan membulat dibagian tengah vulkan sebagai pusat aktivitasnya page 30 of 34 2 kerucut terak cinder cone merupakan gunung-api yang dibentuk terutama oleh bara basal dan abu vulkanik dari reruntuhan material piroklastik atau dari material yang dikeluarkan pada saat terjadi letusan eksplosif karena dibentuk oleh serpihan material dan bukan dari lava gunung ini mudah mengalami erosi dan ukurannya pun relatif lebih kecil daripada gunung-api campuran gunung-api ini juga cenderung tidak bertahan lama dibandingkan dengan gunung-api campuran yang terus bertambah lapisannya setiap kali terjadi letusan dari satu lubang page 31 of 34 3 kerucut semburan spatter cone page 32 of 34 4 kubah atau sumbat lava lava plug sifat kekentalan magma meningkat sebanding dengan penambahan kandungan silika sebagian andesit dan dasit yang sangat asam akan mudah membentuk kubah yang kadang-kadang disertai dengan lidah lava tebal menonjol pada bagian bawahnya banyak contoh dapat ditemukan di indonesia misalnya di erupsi galunggung 1918 kelud 1920 dan merapi sekitar 40 kubah lava di indonesia telah dideskripsi menjadi beberapa tipe hartmann menaksir bahwa separuh jumlah gunungapi aktif memproduksi kubah lava dengan kandungan 55 si02 miskin gas dan dengan suhu sekitar 95oc bentuk kubah dipengaruhi oleh konfigurasi dari tempat lava diekstrusikan kubah tumbuh seiring dengan penambahan energi dari dalam sehingga luar lapisan sangat diregangkan akan terjadi semacam stratifikasi mantel berurutan yang paralel dari luar ke dalam dengan ketebalan sampai page 33 of 34 beberapa meter kubah yang terbentuk mempunyai kemiringan kubah antara 35°- 40° akhir pembentukan kubah lava akan membentuk depresi di bagian puncaknya depresi ini merupakan hasil berbagai faktor seperti penyusutan oleh pendinginan atau berhentinya tekanan keatas kubah lava terbentuk dari kumpulan aliran lava yang muncul di puncak seputar kawah gunung api bermorfologi kubah yang dibentuk dalam satu periode erupsi magma bersifat kental sehingga hanya menumpuk di atas lubang kepundan membentuk bukit atau kubah batuan beku dalam pertumbuhannya bagian luar kubah mendingin dan mengeras yang selanjutnya diterobos oleh aliran lava berikutnya karena pada bagian luar mengeras maka pada batas antara lava lama keras di bawah dan lava baru plastis di atas terbentuk perlapisan terpisah oleh proses pendinginan dan pengerasan yang tidak bersamaan bagian yang plastis mudah runtuh gugur menuruni lereng membentuk guguran kubah lava 5 blok lava page 34 of 34 6 kerucut volkan 34 of 34 displaying klasifikasi bentuk lahan berdasarkan pada genesnya.docx  

No comments:

Post a Comment