Thursday, 17 December 2015

RENCANA PROGRAM PENYULUH PERTANIAN PEMANFAATAN KOTORAN HEWAN MENJADI ENERGI BIOGAS





 keyword :
 Page 1 of 9 RENCANA PROGRAM PENYULUH PERTANIAN PEMANFAATAN KOTORAN HEWAN MENJADI ENERGI BIOGAS DI Kelompok Tani : Sido Urip Desa : Krendetan Kecamatan : Bgelen Kabupaten : Purworejo Diajukan guna memnuhi tugas akhir semester Mata kuliah Penyuluhan Pertanian ( AGK 110 ) Dosen pengampu : Ir. Veronica Krestiani Disusun oleh : TULUS ARY A M ( 2012 41 042 ) PROGRAM STUDI AGROTEKNOLOGI FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS MURIA KUDUS 2013 Page 2 of 9 I. PENDAHULUAN A. Penetapan Wilayah Rencana program penyuluhan pertanian ini akan dilaksanakan di : Kelompok Tani : Sido Urip Desa : Krendetan Kecamatan : Bagelen Kabupaten : Purworejo B. Keadaan awal Desa Krendetan merupakan salah satu desa di wilayah Kecamatan Bagelen Kabupaten Purworejo Provinsi Jawa Tengah dengan luas wilayah 330.636 Ha yang terletak selatan dengan jarak ± 1 KM dari pusat Ibu Kota Kecamatan Bagelen. Secara Geologis sebagian besar wilayah Desa Krendetan adalah Pegunungan dan persawahan. Jumlah Penduduk 1.006 jiwa yang terdiri dari 491 jiwa Laki laki dan 515 jiwa Perempuan. Potensi unggulan Desa Krendetan adalah Tanaman pertanian. Sumber daya energi mempunyai peran yang sangat penting bagi pembangunan ekonomi nasional. Energi diperlukan untuk pertumbuhan kegiatan industri, jasa, perhubungan dan rumah tangga. Dalam jangka panjang, peran energi akan lebih berkembang khususnya guna mendukung pertumbuhan sektor industri dan kegiatan lain yang terkait. Meskipun Indonesia adalah salah satu Negara penghasil minyak dan gas, namun berkurangnya cadangan minyak, penghapusan subsidi menyebabkan harga minyak naik dan kualitas lingkungan menurun akibat penggunaan bahan bakar fosil yang berlebihan. Olah karena itu, pemanfaatan sumbersumber energi alternatif yang terbarukan dan ramah lingkungan menjadi pilihan. Salah satu dari energi terbarukan adalah biogas, biogas memiliki peluang yang besar dalam pengembangannya. Energi biogas dapat diperoleh dari air limbah rumah tangga; kotoran cair dari peternakan ayam, sapi, babi; sampah organik dari pasar; industri makanan dan sebagainya. Selain potensi yang besar, pemanfaatan energi biogas dengan Page 3 of 9 digester biogas memiliki banyak keuntungan, yaitu mengurangi efek gas rumah kaca, mengurangi bau yang tidak sedap, mencegah penyebaran penyakit, menghasilkan panas dan daya (mekanis/ listrik) serta hasil samping berupa pupuk padat dan cair. Pemanfaatan limbah dengan cara seperti ini secara ekonomi akan sangat kompetitif seiring naiknya harga bahan bakar minyak dan pupuk anorganik. Kabupaten Pamekasan memiliki potensi pertanian dan peternakan yang bagus, namun potensi tersebut belum dimanfaatkan sebagai sumber energi yang bisa digunakan untuk keperluan sehari-hari. Alasan utama masyarakat Pamekasan belum mampu mengelola potensi kotoran hewan tersebut adalah karena keterbatasannya pengetahuan dan keterampilan yang mereka miliki untuk mengolah limbah peternakan dan pertanian menjadi energi dan pupuk. Terkait dengan hal tersebut, penyuluhan akan di berikan kepada kelompok petani yang berada di dusun Brekas desa Kaduara, hasil dari survey tersebut setiap petani memiliki hewan ternak sapi _sejumlah 4 ekor dengan rata-rata kotoran sapi _10_15 Kg/hari. Dengan diketahuinya rata- rata kotoran sapi disetiap keluarga maka jumlah energi yang dihasilkan bisa diketahui berapa jumlah keluarga yang dapat memanfaatkan biogas yang dihasilkan dari kotoran sapi tersebut. Page 4 of 9 II. TUJUAN A. Tema Tema program penyuluhan pertanian ini adalah mengolah limbah kotoran hewan ternak menjadi energy biogas yang bermanfaat. B. Tujuan Adapun tujuan dari program penyuluhan pertanian ini adalah : 1. Mengurangi efek gas rumah kaca, 2. Mengurangi bau yang tidak sedap, 3. Mencegah penyebaran penyakit, 4. Menghasilkan panas dan daya (mekanis/listrik) 5. Pupuk padat Page 5 of 9 III. METODA Metoda yang akan digunakan dalam rencana program penyuluhan pertanian nantinya yaitu : A. Pertemuan Umum Dengan memberikan penjelasan kepada petani tentang teknik dan manfaat dari energy biogas. Pendekatan secara lokal dengan mengoptimalkan peran tokoh masyarakat yaitu para ulama dan pengurus desa dengan cara pendekatan secara kultur sosial, budaya dan keagamaan, hal tersebut disebabkan karena karakteristik masyarakat Madura sangat tunduk dan patuh terhadap para ulama dan tokoh. B. Demonstrasi Cara Metode yang digunakan dalam program percepatan difusi dan penerapan iptek ini adalah penelitian action reseach, setiap kegiatan pelatihan, pendampingan dan perancangan alat perlu dilakukan analisa terhadap hasil capaian. Beberapa tahapan dan alur difusi sebagai berikut: 1. Buat campuran kotoran ternak dan air dengan perbandingan 1 : 2 (bahan biogas) 2. Masukkan bahan biogas ke dalam digester melalui lubang pengisian (inlet) hingga bahan yang dimaksukkan ke digester ada sedikit yang keluar melalui lubang pengeluaran (outlet), selanjutnya akan berlangsung proses produksi biogas di dalam digester. 3. Setelah kurang lebih 8 hari biogas yang terbentuk di dalam digester sudah cukup banyak. Pada sistem pengolahan biogas yang menggunakan bahan plastik, penampung biogas akan terlihat mengembung dan mengeras karena adanya biogas yang dihasilkan. Biogas sudah dapat digunakan sebagai bahan bakar, kompor biogas dapat dioperasikan. Page 6 of 9 4. Pengisian bahan biogas selanjutnya dapat dilakukan setiap hari, yaitu sebanyak kira-kira 10 % dari volume digester. Sisa pengolahan bahan biogas berupa sludge secara otomatis akan keluar dari lubang pengeluaran (outlet) setiap kali dilakukan pengisian bahan biogas. Sisa hasil pengolahan bahan biogas tersebut dapat digunakan sebagai pupuk kandang/pupuk organik, baik dalam keadaan basah maupun kering. Page 7 of 9 IV. PERSIAPAN Dalam program penyuluhan pertanian ini di perlukan beberapa alat dan bahan. A. ALAT a) Tabung Plastik untuk pengisian biogas b) Pipa plastik ukuran 1m untuk saluran gas c) Selang pemasukan / pengeluaran gas d) ON/OF kran untuk pemasukan/ pengeluaran gas e) Pipa pengeluaran gas ke kompor/ penampung f) Tempat penampungan gas (plastik) B. BAHAN Bahan utama pembuatan biogas ini adalah kotoran ternak jenis sapi, di karenakan kandungan dari kotoran tersebut mengandung nitrogen (0,29%), P2O5 (0,17%), dan K2O (0,35%) yang sangat baik untuk menimbulkan gas yang bermanfaat bagi manusia. Page 8 of 9 V. DAFTAR PUSTAKA Sugi Rahayu, D. P. (2009). Pemanfaatan Kotoran Ternak Sapi Sebagai Sumber Energi Alternatif Ramah Lingkungan Beserta Aspek Sosio Kultural-nya. Inotek, 150-160 Mamat Ruhimat, D. S. (2009). Sosialisasi dan Pe-latihan Pemanfaatan Biogas Skala Rumah Tangga Sebagai Sumber Energi Alternatif Ramah Ling-kungan Di Kampung Prabon Desa Warnasari Ke- camatan Pengalengan Kabupaten Bandung. Semi-nar Pengabdian Masyarakat (hal. 1-8). Jakarta: Sur-vey Pemetaan dan Informasi Geografis FPIPS UPI. Pemanfaatan kotoran hewan, 2009 http://insentif.ristek.go.id/PROSIDING2012/file-EN TeX_17.pdf Page 9 of 9 LAMPIRAN Proses pendidikan dan pelatihan pembuatan, teknis pengoperasian dan perawatan digester biogas Model desain biogas skala rumah tangga berbahan tong plastik 1 of 9 Displaying PENDAHULUAN.docx. Links http://insentif.ristek.go.id/PROSIDING2012/file-EN%20TeX_17.pdf http://insentif.ristek.go.id/PROSIDING2012/file-EN%20TeX_17.pdf

No comments:

Post a Comment